Welcome To Zemun

884 Words
Belum dapat suara dari lawan bicaranya, Athala segera membanting HPnya berkeping-keping dan mempreteli semua bagian-bagiannya. Athala menatap kedua pria dihadapannya yang berdiri kaku bagai patung yang vulgar. "Ck, tunggu apa lagi. Waktu kita sangat terbatas. Kau sudah menyiapkan tumpangan kalian?"peringat Athala garang. Sedangkan kedua pria dihadapannya masih menatap dengan tolol. Pasalnya, Athala tanpa dosa memerintah pria gagah dengan masih ada air mata yang merambas di pipinya. "Ka-kau selayaknya menjadi artis dibanding hacker nona. "Ucap Anthonio terbata-bata karena keterpukauannya pada Athala. "Aku sungguh mengidolakan dirimu nona. "Ucap D. Evil dengan wajah tololnya. "Yasudah, Apa lagi?! "Geram Athala memungut chip HPnya lalu berdiri dan mendekatkan wajahnya kearah korbannya lalu menyalakan sensor biru untuk menelisik setiap inci wajahnya lewat tombol yang terdapat digagang kacamatanya. Kedua pria tersebut hanya terheran-heran lalu mengangguk dan memulai aksinya, hanya Athala yang menonton mereka setelah susah payah ia berakting ria. "Ingat! Aku mau semua anggota tubuhnya lengkap. Tapi rusak wajahnya dan tubuhnya. Lakukan dalam 15 menit."Ucap Athala memperingatkan. Anthonio dan D. Evil sama-sama terkikik seperti anak kecil yang mendapat mainan barunya. "Nona, ijinkan aku menusuk agar-agarnya lalu melihat isi otaknya. "Sambil mengeluarkan pisau andalan keduanya. Athala bergidik ngeri. Ia paham apa yang dimaksud agar-agar itu adalah kornea mata. Ia sedang menyibukkan diri dengan potret yang ia lakukan pada gadis yang menjadi korbannya. "Aku yang menjahit kepalanya ya, bibirnya yang sebelah kiri aku yang sobek. "Ucap D. Evil berebut dengan Anthonio. Athala yang mendengar langsung merasa mual. Ia ingin cepat-cepat pergi. "Lakukan cepat!"Titah Athala dingin hingga membuat kedua laki-laki tersebut langsung meringkus korbannya dan mulai menyiram wajah yang sudah tidak berbentuk itu dengan minyak lalu membakarnya mulai dari wajah dan merambat ke tubuh. Ketiganya dengan sigap melompat dari gedung berlantai 3 dan langsung menuju basement. Mereka tertawa lega saat diperjalanan menuju Mansion Anthonio. Hanya Athala yang nampak termenung sendirian. "Nona, apa kau sedih? "Tanya D. Evil pada Athala. Sedangkan gadis itu hanya tersenyum dan menggeleng. "Kau sudah pastikan tidak ada saksi mata? Aku sudah menghack CCTV hotel sampai jalanan. "Kedua pria yang duduk didepan sedan putih itu mengangguk pasti. "Nona, selanjutnya apa? "Tanya Anthonio pada Athala. "Aku sendiri yang akan mengantar jasadnya, devil yang temani aku. "D. Evil hanya mengangguk pasrah. "Bagaimana jika keluargamu curiga dengan wajahmu? "Tanya Anthonio memastikan. Memang wajah Athala kini sudah Menyerupai orang barat. Kulitnya yang memang putih, dengan kornea mata yang dilapisi softlens biru serta warna rambut yang pirang. "Kalau kau begitu mencemaskanku, bagaimana dengan ini? "Tanya Athala hingga membuat kedua pria dikemudi dan sebelahnya menengok kebelakang. Mereka sontak tercengang dan seketika menghentikan mobil ketika melihat wajah Athala yang berubah sangar. Bibirnya yang Indah kini sobek hingga mendekati telinga seperti korban yang dibunuh Anthonio dan D. Evil. "I-itu sungguhan? "Tanya D. Evil yang gemetar melihat wajah Athala. Pembunuh berdarah dingin gemetar dihadapan gadis mungil. Athala menyengir hingga sobekan itu bergerak sesuai gerakan bibirnya seperti nyata. "Bagaimana bisa? "Tunjuk Anthonio. Athala segera memencet tombol mungil dikacamatanya dan seketika sobekan itu menghilang tanpa jejak. "Ini animasi yang aku buat seakan-akan nyata. Aku barusaja menyelesaikannya dalam waktu 30 menit. Hebat bukan? "Bangganya diangguki kedua psikopat didepannya. "Ayo jalan! Mau ketahuan sekarang?! Kenapa kalian jadi bodoh mendadak?! "Bentak Athala menyadarkan keduanya dan segera menjalankan mobilnya. Athala terkekeh melihat tingkah kedua orang sadis itu. Ia sama sekali tidak merasa takut akan tetapi sebaliknya. Mereka bertiga telah sampai tepat jam 2 dini hari. Anthonio yang sudah mengantuk segera tidur. Namun tidak dengan Athala yang memilih di Garasi terlebih dahulu. "An, bolehkah aku merusak mobilmu? "Tanya Athala pada Anthonio dan D. Evil yang hendak memasuki Mansion. "Untuk apa Serena? "Tanyanya malas. "Untuk mengelabuhi aparat itu TOLOL! "Anthonio mengangguk paham dan segera pergi. Namun D. Evil memilih menemani Athala. Ia merasa ada ketertarikan dengan gadis berotak cabang itu. Athala mulai mengotak-atik sedan putih milih Anthonio dengan mencopot beberapa bagian sambil menelfon seseorang, "Halo-"suara serak dan berat dari seseorang. "Antarka bahan-bahan buat mobil. Akuinginmerombak mobil Anthonio. SEKARANG!. "Tutup Athala hingga membuat Jack menggeram. Athala menunggu kedatangan Jack hingga mobil memasuki Mansion Anthonio tepat 10 menit. Pria itu keluar dan langsung mengumpat. "Sialan! Kalau bukan kau akan aku pastikan akan membunuhmu. "Athala malah tertawa terbahak-bahak hingga menitikkan airmatanya. Kedua pria dihadapannya terheran-heran. "Apa yang membuat ia kerasukan orang gila? " "Jelas kau bodoh. Apa kau tidur dengan boxer spongebob Jack? "Athala semakin terbahak dengan tingkah Jack yang kini lari terbirit memasuki mobilnya. D. Evilpun menahan tawanya susah payah namun gagal dan ikut tertawa. Athala langsung menghentikan tawanya dan menatap pria itu. "Ternyata kau bisa tertawa juga?" "Ternyata kau bisa tertawa juga?"ucap D. Evil membalik pertanyaannya. "Aku memang seperti ini. Aku juga bisa dingin juga bisa ceria karena aku memang dulunya ceria. Namun, semuanya hilang karena suatu sebab. Tapi dengan lahirnya D lady, sosok itu akan hadir kembali. "Ucap Athala sambil tersenyum. "Aku juga tidak menyangka bersamamu bisa membuatku tertawa. " Athala dan D. Evil sudah berangkat menuju ke Indonesia membawa jenazah palsunya Athala. Sedangkan Anthonio yang berangkat menuju Mansion utama klan Zemun. Ia lupa kalau sedan kesayangannya sudah dihancurkan Athala. Dengan lesu ia berjalan kearah Garasi mengambil mobil lain. Akan tetapi, matanya langsung membelalak melihat sedan dengan kenalpot gas yang besar disisi-sisinya. Belum lagi mobilnya yang ditinggikan dan stiker modis untuk racecar. "Bagaimana ini bisa disebut merusak...?? Gadis itu sungguh-sungguh gila!! Sedan kuno bisa diubah menjadi mobil balap! "Cengang Anthonio dan tanpa babibu langsung menaikinya dan segera pergi.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD