BAB 3 fitnah

1100 Words
Pak Tatang membawa Sinta menuju ruangan kepala sekolah, karena pak Tatang menemukan sepuluh gram heroin di tasnya Sinta, dalam hatinya pak Tatang tak percaya kalau cinta mengkonsumsi barang haram tersebut, namun karena adanya bukti dia terpaksa membawa cinta " Sinta kamu tunggu saja di sini , saya mau memanggil kepala sekolah dulu!" Pak Tatang pergi menuju ruangan kepala sekolah Sinta merasa heran kenapa dia kena fitnah," siapa yang memfitnah gue ya , kok bisa ada narkoba di tas gue" "Sinta kamu masuk sekarang, pak kepala sekolah ingin menghukum kamu sekarang " Sinta dan pak Tatang masuk,"bapak gak menyangka , kamu murid yang berprestasi di sekolah ini, kamu juga bintang di sekolah ini, kenapa kamu menghancurkan semua" Sinta terdiam tak berani menatap wajah kepala sekolah,"sumpah pak , saya gak tau kenapa ada barang itu di tas saya , Saya gak tau itu barang apa pak" "Kamu mau mengelak , bukti sudah jelas kalau kamu mempunyai narkoba, dengan terpaksa bapak harus mengeluarkan kamu dari sekolah" Pak Tatang kaget mendengar perkataan kepala sekolah,"pak apa sebaiknya kita selidiki dulu , mungkin aja dia di jebak , apalagi dia akan mengikuti olimpiade sains mewakili sekolah kita" Kepala sekolah berpikir sejenak,"tapi pak Tatang kita gak bisa pilih kasih, gimana kalau siswa lain mengetahui soal ini , pasti akan menimbulkan kecemburuan" Kemudian pak Tatang memberikan sebuah ide." Begini saja pak , untuk membuktikan kalau Sinta bersalah atau tidaknya , kita lakukan tes urine kepada Sinta, kalau dia terbukti terpaksa kita harus mengeluarkan dia " "Saya setuju' ini untuk membersihkan nama saya, lagi pula saya gak merasa mengkonsumsi barang haram tersebut," Sinta merasa percaya diri Sementara itu Tiara mendengar percakapan yang terjadi," gawat kalau sampai melakukan tes , sudah pasti dia gak bersalah, aku harus bertindak" Seorang satpam yang kebetulan sedang patroli melihat Tiara sedang menguping," hey apa yang kamu lakukan di sini ,bukankah ini masih jam pelajaran, kamu ikut saya ke kantor Tiara ketahuan sedang menguping ,"bapak jangan menuduh sembarangan, saya hanya kebetulan lewat mau ke toilet, saya gak sengaja" Namun satpam tersebut gak mudah di bohongi," saya gak perduli, kamu sudah melakukan kesalahan, sekarang kamu ikut dan jelaskan di kantor " "Jangan gitu pak , kita berdamai saja, ini buat bapak beli rokok!" Tiara berusaha menyuap satpam tersebut "Kamu pikir kamu siapa, ini tindakan penyuapan ,kamu sudah terbukti bersalah, sudah ayo ikut dengan saya!" Satpam tersebut membawa paksa Tiara, karena Tiara sudah coba menyuap dia , Tiara berontak,tapi satpam tersebut tetap membawa Tiara Pak Tatang dan kepala sekolah melihat keluar karena mendengar keributan,"pak Agus ada apa , kenapa saya mendengar ada keributan?" Pak Tatang bertanya kepada satpam "Ini pak saya melihat dia menguping pembicaraan bapak tadi di dalam, waktu saya tanya dia ketakutan , terus dia berusaha menyuap saya" Pak Tatang terkejut mendengarnya,"apa dia menyuap pak Asep , Tiara apa maksud kamu melakukan itu , sekarang kamu ikut saya kedalam" Tiara berontak," saya gak bersalah pak , saya hanya kebetulan lewat pak , jangan bawa saya pak" Tiara semakin berontak, karena terus berontak sesuatu terjatuh dari saku roknya,pak Asep mengambil barang tersebut "Pak Tatang dia mempunyai heroin pak , mungkin juga dia mengkonsumsi narkoba, kita tes dia" wajah Tiara sangat tegang Kemudian pak Tatang membawa Tiara," pak saya menemukan siswa ini mempunyai heroin seperti Sinta, kita harus melakukan tes kepada dia , kalau terbukti dari mereka berdua kita bawa dia ke kantor polisi" Tiara semakin ketakutan, bagaimana jadinya kalau sampai orang tuanya tau kalau dia mengkonsumsi narkoba Kepala sekolah memberikan perintah, " ya sudah kalau begitu segera lakukan tes terhadap mereka berdua, panggil Bu Fatma sekarang juga Kemudian Bu Fatma mengambil Sempel air seni mereka berdua, Sinta merasa sangat tenang karena dia gak bersalah, sedangkan Tiara merasa ketakutan bahkan dia gak memberikan air seninya "Permisi Bu ini yang ibu minta, maaf kalau bau ,tadi pagi saya maka. Jengkol Bu!" Bu Fatma hanya tersenyum "Gak apa apa,nama kamu siapa biar ibu catat?" Bu Fatma bertanya kepada Sinta "Nama saya cinta Bu , kalau begitu saya pamit dulu"setelah cinta memberikan air seninya dia pergi meninggalkan ruangan UKS "Hey punya kamu mana , kenapa kamu lama sekali, ayo cepat saya masih banyak pekerjaan " Wajah Tiara semakin takut, sebenarnya dia sedang memegang wadah yang berisi air seninya, namun dia takut Pak Tatang memangil Bu Fatma," Bu Fatma ibu di panggil kepala sekolah sebentar, ayo cepat Bu " Bu Fatma segera mendekati pak Tatang," mari pak kita kesana , kamu segera simpan di atas meja kalau sudah kamu boleh pergi ,kamu tinggalkan di atas meja " Bu Fatma segera meninggalkan ruangan UKS, melihat Bu Fatma sudah pergi kemudian Tiara menukar air seninya, setelah selesai Tiara pergi "Gue yakin dia pasti akan di keluarkan dari sekolah, karena gue sudah menukarnya!" Tiara tersenyum licik penuh kemenangan Sementara itu Sinta kembali menuju kelas ,Fany mendekati Sinta yang merasa khawatir," sin , emangnya benar kalau Lo pake narkoba, gua gak yakin sin" "Udah fan Lo gak usah khawatir, kepala sekolah dan pak Tatang sedang melakukan tes urine ke gue dan Tiara?" Fany terkejut mendengarnya "Hah Tiara, bukanya dia anak songong dari kelas sebelah, kenapa dia pake di tes segala" Fany bertanya merasa heran," dia ketahuan satpam sedang menguping di ruangan kepala sekolah, waktu mau di bawa dia berontak, ada narkoba jatuh dari saku roknya fan" Fany bisa menebak apa yang terjadi, " jadi begitu sin ,gue yakin dia udah menjebak Lo , secara dia kan gak suka sama Lo" "Masa iya fan , memangnya dia kenapa ngelakuin itu sama gue,"Sinta terlihat heran dengan perkataan Fany "Aduh sin ,Lo emang pinter dalam soal pelajaran, tapi Lo oon kalau soal menaruh curiga, dia ngelakuin itu karena dia gak suka sama Lo " Cinta hanya tersenyum,"Lo gak boleh suudon, emangnya kenapa dia benci sama gue , apa yang gue punya, secara gue cuma orang miskin" "Tuh kan gue bener kalau Lo oon ,dia mau ambil posisi Lo, gue denger dia mau ikutan olimpiade sains juga ,tapi dia gagal karena Lo yang terpilih" Sinta berpikir perkataan Fany benar, "ya udah fan , biarkan aja , biarkan pak Tatang yang menyelesaikan ini semua" Bu Fatma segera kembali ke ruangan UKS, dia segera melakukan tes urine, secara perlahan dia memasukkan alat tes urine Secara perlahan hasil sudah terlihat, namun hasilnya masih samar-samar, terlihat punya Tiara negatif tak di temukan jat heroin , namun punyanya Sinta ternyata positif Namu. Bu Fatma merasa curiga, karena air seninya Tiara berbau jengkol, sedang punya Sinta enggak, "Ini ada yang aneh , kenapa bis begini , pasti udah ada yang menukarnya" kemudian Bu Fatma membuka rekaman cctv Dia terkejut karena Tiara menukar air seninya dengan punya cinta, Bu Fatma segera menuju kantor kepala sekolah BERSAMBUNG......
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD