Pagi yang cerah menemani Dara yang tengah memoles wajahnya dengan beraga macam alat make up. Suara burung berkicau sebagai backsong yang mengawali harinya pagi ini. Hatinya yang rapuh kini telah mantap karena suatu ide. Bibir pucatnya kini sudah ditutupi dengan lipstick merah marun cerah, serta pipi yang sudah dibalut dengan blush on warna merah muda. Untuk mengawali dunia yang baru, Dara mengenakan gaun mini berwarna putih dengan motif bunga mawar. Mata sembab akibat menangis semalaman, kini sudah tertutupi dengan pelembab. Begitu juga dengan bercak jari akibat bekas tamparan Elang. Setelah ia rasa seluruh penampilannya terlihat sempurna, Dara melihat pantulan tubuhnya pada cermin. Sekarang tidak ada lagi Dara dengan baju daster di pagi hari, tidak ada lagi Dara dengan wajah bantal di

