"Ada apa?" tanya Annie ketus ketika Shanna benar benar mendatangi nya setelah sarapan
"Sudah memiliki uang untuk menggantikan sekian ratus juta yang kau curi, Annie?" tanya Shanna.
Annie mendengus dan menatap Shanna kesal.
"Kau takut jatuh miskin jika aku tidak menggantinya?" sinis nya
"Aku? Miskin? Hmph, tidak mungkin. Kau tahu kan, jika selain Legiond, di darahku juga mengalir darah keluarga Richard. Jadi rasa nya sangat mustahil jika aku jatuh miskin." jawab Shanna sambil tersenyum miring
Tubuh Annie menegang.
Selain keluarga Legiond, ada keluarga lain yang harus di khawatirkan jika dia berani macam macam pada Shannaya. Karena keluarga Richard yang memiliki tingkat kedudukan yang sama dengan keluarga Legiond.
"Harga satu unit apartemen milik Legiond bahkan bisa menutup uang yang aku ambil." dengus Annie
"Sudah ku peringatkan untuk tidak membawa masalah ini pada hal yang lain. Aku ingin masalah ini selesai sebelum acara amal berlangsung. Jadi tolong cari cara agar bisa menganti uang yang kau curi." ujar Shanna datar
Dia langsung berjalan meninggalkan Annie menuju mobilnya.
"Seharusnya aku membunuh dia agar bisa berhenti bersikap seolah olah dia adalah penguasa." geram Annie
"Muak dengan nya?"
Annie menoleh, menemukan Dionald sedang bersandar di salah satu pilar rumah nya.
"Aku juga. Dia membuat Ibu ku bunuh diri dan ayahku harus mendekam di penjara." ujar Dionald sambil berjalan mendekat pada Annie
"Itu salah ayah mu, bodoh! Bisa bisanya ayahmu menculik Shanna dan hendak memperkosa nya." bisik Annie kesal
"Diamlah! Kau tidak perlu mempertegas hal itu!" seru Dionald
"Yang jelas dia membuatku menjadi sebatang kara. Karena dia, David yang harusnya menjadi pemimpin The Legiond, malah tergiur dengan jalur hukum dan menjadi seorang Polisi. Aku sebagai adiknya tidak di perlakukan dengan sebagaimana mestinya. Dia lebih suka menganggapku sebagai orang lain." lanjut Dionald
"Lalu? Kau mau apa? Jangan lupa jika Shanna juga merupakan salah satu pewaris keluarga Richard. Jika dia mati karena di bunuh oleh mu, bukan hanya Legiond yang akan mencabut nyawa mu! Tapi keluarga Richard juga akan turut campur dalam eksekusi kematian mu." ketus Annie
"Kau ini bodoh ya? Gunakan otak mu! Wajah mu cantik, tapi otak mu jelas sangat kosong! Pantas saja Kakek tidak ragu ragu untuk memblacklist mu dari daftar calon pemimpin The Legiond ketika dia belum memutuskan Shanna yang memimpin!" geram Dionald
"Kita jelas tidak akan terang terangan membunuhnya. Aku akan mencari cara agar bisa melenyapkan dia secara halus. Kita akan menari di atas pemakaman Shannaya." lanjut Dion setengah berbisik
Annie terdiam sejenak. Dia menatap Dion dengan tatapan menyelidik sebelum akhirnya sebuah senyuman bengis terlukis di wajahnya yang cantik.
Kematian Shanna jelas akan membuat Kakeknya harus mencari pemimpin The Legiond yang baru. Dan tidak menutup kemungkinan jika Annie yang akan ditunjuk oleh Kakeknya untuk menggantikan Shanna memimpin.
Belum lagi dengan otak pintar Dionald yang seorang Dokter... Mereka mungkin bisa membunuh Shanna tanpa meninggalkan jejak.
"Baiklah. Aku setuju." sahut Annie
♾♾♾♾
Sementara itu, Shanna baru saja memasuki kantornya. Dia berjalan dengan sedikit tergesa.
"Apa yang terjadi?" tanya Shanna dengan nafas terengah
"Tadinya perangkat perusahaan hampir di retas oleh seseorang yang tidak di ketahui. Tapi divisi IT sudah membuat memperbaiki nya." jelas Jiro
Shanna menghembuskan nafasnya dan mengurut dahinya kesal.
"Aku akan minta perusahaan Ayahku untuk membantu mengamankan data data perusahaan. Semoga tim IT nya dapat membantu divisi IT di perusahaan ini untuk mencegah kebocoran data atau pencurian data." ujar Shanna
Dia langsung masuk ke dalam ruangan nya dan menghembuskan nafas kesal.
"Kali ini siapa yang berniat mencuri data data perusahaan ku? Akan aku buat dia menyesal." gumamnya
"The Legiond tidak akan bertahan lebih lama jika aku tidak bisa bertindak tegas. Ratusan juta yang Annie curi bisa untuk menganggung kehidupan sepuluh karyawan ku." lanjutnya pelan
Shanna menyandarkan tubuhnya. Pikirannya benar benar lelah hingga rasanya Shanna ingin tidur saja. Tapi hal itu jelas tidak mungkin dia lakukan.
Jika Shanna lebih banyak bersikap pasif dan melimpahkan semua tanggung jawab nya pada Jiro Tanaka, perusahaan bisa bisa harus gulung tikar karena ketidak becusan nya.
Kepercayaan Kakeknya juga akan menghilang jika Shanna menyerah semudah itu.
"Baiklah, ayo kerja keras agar aku bisa mengikuti acara amal sampai selesai." tekad Shanna
Pintu ruangan Shanna diketuk. Terdengar juga Mr. Tanaka yang memanggil nama nya.
"Masuk." seru Shanna
Tanaka masuk dengan senyuman dan beberapa berkas di tangannya. Dia menyodorkan semua berkas itu pada Shanna untuk di tanda tangani.
"Sepertinya Nona tidak perlu meminta bantuan pada Tuan Ryan. Karena di salah satu berkas ini ada surat permintaan kerja sama dari Tuan Ryan." ujar Tanaka
Shanna tersenyum tipis dan mengangguk "Sepertinya Ayah sudah bisa menduga jika akan terjadi percobaan pencurian data."
"Ah dan tiga surat yang diantar oleh supir keluarga Legiond. Supirnya bilang jika ketiga surat ini memerlukan tanda tangan dan cap resmi dari Nona Shanna." jelas Tanaka
Shanna mengerjapkan mata nya dan mengangguk pelan.
"Ketiga surat itu untuk sekolah Raphael, Alea dan Malvin. Besok lusa keluarga Legiond akan mengadakan acara amal di berbagai daerah." sahut Shanna
"Itu berarti Nona juga akan pergi?" tanya Tanaka
"Iya. Karena itu apa aku bisa menitipkan perusahaan padamu sampai acara amal selesai? Semoga saja selama acara itu berlangsung, tidak akan terjadi masalah di perusahaan." jawab Shanna
"Tentu, Nona. Nona bisa mempercayakan perusahaan pada ku." balas Tanaka
"Tapi jika memang terjadi hal yang darurat, segera hubungi aku. Aku akan menyiapkan Heli darurat untuk keadaan yang genting." ujar Shanna dan Tanaka mengangguk mengerti
"Ah bisa aku meminta tolong lagi? Tolong cari seseorang yang membuka akses pada penyeludup yang hendak mencuri data perusahaan ku. Aku akan sangat senang bisa melihat orang itu sebelum wajahnya harus lenyap dari perusahaan ku." lanjut Shanna dengan seulas senyuman penuh arti nya
♾♾♾♾
Shanna mendudukkan dirinya pada kursi taman di bagian belakang kantornya.
Netra tajam nya membaca satu persatu barisan angka dan huruf dari berkas online yang dikirim lewat Email. Sesekali jari nya bergerak lincah membubuhkan tanda tangan pada kolom yang memang membutuhkan persetujuan dari nya itu.
"Hai, Shannaya. Wow, rajin sekali. Padahal ini jam makan siang, tapi kau masih sibuk bekerja."
Suara dari Annie membuat Shanna menoleh. Dia menemukan sepupu nya itu sedang berjalan menghampirinya dengan dua gelas cup Coffee yang terlihat masih memiliki uap panas.
Dia mengangkat satu alisnya.
"Sedang apa kau disini?" tanya Shanna bingung
Nada bicara nya mengisyaratkan keheranan melihat sepupu nya mendatanginya di perusahaan. Padahal biasanya Annie lebih suka bergerak dalam diam.
Seperti ketika Shanna menerima kabar jika uang perusahaan menghilang karena ulah Annie, misalnya. Karena Shanna tidak tahu kapan Annie mengambil uang itu dan apa yang dia lakukan dengan uang nya.
Benar benar arti dari 'Bergerak dalam diam' yang sesungguhnya.
"Tentu saja aku ingin mengunjungi mu. Sesekali aku juga ingin melihat bagaimana adik kecilku memimpin sebuah perusahaan raksasa. Sudah waktunya aku menjadi saudara yang baik untuk mu." jawab Annie dengan senyuman lebar
Untuk suatu alasan, dapat Shanna rasakan jika jiwa jiwa penjahat Annie sedang menggelora saat ini.
"Aku membelikan mu satu Mocca Latte. Karena aku tidak tahu apa yang kau suka, jadi aku menyamakan nya dengan milik ku." seru Annie sambil menyerahkan satu cup Coffee pada Shanna
Shanna menerima nya dengan sedikit perasaan skeptis. Dia mengamati Annie yang duduk di bangku yang berada tepat di depan Shanna dan menyesap sedikit Mocca miliknya.
"Oh iya, aku juga ingin meminta maaf padamu. Kau benar, Shanna. Tidak seharusnya aku mengambil uang dengan jumlah besar dari perusahaan mu tanpa seizin mu. Untung saja kau tidak melaporkan ku pada Kepolisian. Bisa bisa karir ku sebagai Model dan Aktris langsung hancur seketika." celoteh Annie
"Apalagi kau tahu kan jika aku mendapatkan predikat sebagai National Little Sister. Dengan sekali mendengar saja orang akan langsung tahu jika aku adalah Model dan Aktris dengan citra yang polos. Semua image itu akan hancur jika aku tertangkap publik mencuri dari perusahaan keluarga ku sendiri."
Shanna mengamati Annie yang berceloteh menganggambarkan cita polosnya dan bla bla bla.
Baiklah, mari anggap jika ucapan nya sebagai sebuah negosiasi agar Shanna tidak menghancurkan karir nya. Jadi Shanna kembali menunduk dan membaca file yang ada di iPad nya sementara Annie berceloteh.
"Minumlah, Shanna. Aku sudah mengantri untuk mendapatkan dua cup Mocca ini. Kau tidak mau membuang kopi hasil jerih payahku kan?" pinta Annie
Permintaan itu membuat Shanna menaikan satu alisnya.
"Nanti. Aku harus menyelesaikan semua berkas ini terlebih dahulu." sahut Shanna sekenanya
Annie berdecak kesal "Nanti akan jadi dingin. Aku sengaja memberikan nya langsung padamu agar tetap hangat!" seru nya
Shanna menutup semua berkas itu dan menatap Annie dengan satu alis terangkat.
'Apa ada sesuatu dalam minuman ini?' pikir Shanna
Untuk memastikan nya, Shanna menyimpan iPad yang sedang di pegang nya dan segera meraih cup Coffee miliknya.
Dia mendekatkan gelas karton itu ke mulut nya, bersikap seolah akan meminum nya. Netra nya mendapati wajah antusias Annie ketika Shanna hendak meminum Mocca itu.
Sudut bibir Shanna terangkat ketika menemukan sebuah aroma yang tidak seharusnya ada pada Mocca Latte tidak berdosa itu.
Dengan segera dia menjauhkan gelas karton dari mulutnya "Ah, aku melupakan sesuatu. Mr. Tanaka meminta ku untuk segera pergi ke ruang rapat. Ada yang ingin dia bicarakan dengan ku." seru Shanna
Sekilas, dapat Shanna lihat jika Annie terlihat sangat kecewa karena Shanna gagal meminum Mocca yang di bawakan nya.
"Terima kasih, Annie. Kau benar benar contoh saudara yang baik." puji Shanna. Sedikit menekan kata kata nya tentang saudara yang baik.
"Aku bahkan baru mendapat notifikasi jika kau sudah mengirimkan semua uang yang kau ambil ke rekeningku. Aku akan segera mengirim kembali uang itu pada Divisi keuangan perusahaan." lanjut Shanna dengan senyuman
Annie menganggukkan kepalanya dan tersenyum riang.
Jika Shanna mulai mempercayainya, tentu saja itu akan memudahkan rencana yang di buatnya dengan Dionald.
"Tapi apa yang kau masukan ke dalam minuman itu? Sedikit masukan dariku, kau hanya perlu memasukan sejumput sianida. Jangan terlalu banyak, karena bau nya lumayan menyengat jika kau memasukan benda itu dalam jumlah yang besar." ujar Shanna dengan senyuman riang
Senyuman Annie memudar.
Upaya pertama nya dalam membunuh Shanna sudah gagal.
"Aku familiar dengan bau nya, Annie. Kau mungkin lupa jika aku yang membantu David menyelesaikan suatu kasus yang melibatkan benda itu. Setelah ini aku akan lebih berhati hati. Terlebih ternyata saudaraku yang sangat aku sayangi juga menantikan kematian ku. Sampai jumpa." ujar Shanna sambil melambaikan tangan kanan nya yang memegang iPad miliknya dan pergi dari taman. Kembali masuk ke dalam perusahaan nya untuk menemui ketua divisi keuangan The Legiond dan menyerahkan uang dari Annie.
Meninggalkan Annie yang menggeram kesal karena usaha nya gagal dengan mudah bahkan sebelum melihat Shanna yang sengsara karena sianida yang di bubuhkan nya pada Mocca milik Shanna.
Jarinya segera mendial nomor Dionald, hendak melaporkan kejadian itu pada Dion.
"Apa? Kau mengganggu kegiatan ku! Untung saja aku tidak sedang berada di ruang operasi ketika kau menelfon!"
"Diam, bodoh! Rencana mu gagal! Shanna tahu dengan jelas apa yang aku bubuhkan pada Mocca miliknya!" seru Annie kesal
"Apa? Bagaimana bisa?" tanya Dion terkejut
Hening sejenak sebelum akhirnya Dion kembali bertanya.
"Berapa banyak yang kau masukan?"
"Aku memasukan semua yang kau berikan." jawab Annie datar
"KALAU BEGITU BUKAN AKU YANG BODOH, TAPI KAU!" Dionald berteriak kesal
Dapat Annie dengar jika Dionald berjalan tergesa dari sebrang sana.
"Kau hanya perlu membubuhkan sedikit! Jika terlalu banyak, bau dari benda itu dapat tercium!" jelas Dionald
"Itulah pentingnya menjadi pintar jika ingin menjadi penjahat. Kau terlalu bodoh untuk menjadi orang jahat. Kejahatan mu dengan mudah akan terbongkar jika kau masih sebodoh ini!" umpat Dionald
"Berdoa lah semoga Shanna tutup mulut tentang kebodohan mu. Kau tahu semua orang akan langsung bergerak ketika Shanna menggerakan jari atau mengucapkan perintahnya."
Ucapan Dionald membuat Annie tersadar akan kesalahan nya.
Dia menelan ludahnya gugup sebelum menoleh ke The Legiond, tepatnya ke lantai teratas yang merupakan ruangan milik Shanna.
Dapat Annie lihat jika Shanna berdiri disana, tengah menatap balik kearahnya.
Dapat ia rasakan... Jika Shanna tengah tersenyum miring saat ini.
Tubuhnya gemetar kecil. Terlebih ketika Annie mengingat jika Shanna membawa gelas karton berisi sianida yang ia bubuhkan untuk percobaan membunuh Shanna.