“Akhirnya virus hilang juga.” Begitu masuk ke dalam rumah, Rafan meregangkan ototnya, tersenyum bahagia karena sudah berhasil menghilangkan Elang dari sisi sang istri. Meskipun bukan menghilang sepenuhnya, setidaknya langkah pertama untuk membuat Elang terseret dengan perempuan lain membuahkan hasil yang bagus. “Virus? Lo sakit?” Luna tak paham apa yang diucapkan Rafan. Dalam kepalanya, virus sama dengan penyakit. Tangan kecil itu lekas ditempelkan di jidat Rafan—bolak balik depan belakang, turun ke pipi kanan beralih ke kiri kemudian menempelkan ke jidatnya sendiri untuk menyamakan suhu tubuh. “Panasan kepala gue daripada elo. Tapi kenapa lo yang terpapar virus?” Menatap kebingungan dan kembali tangan kecil itu terulur ke menyentuh jidat Rafan dan satu tangan lagi ditempelkan di jidatn

