Bab 16

1046 Words
Pagi hari Bayu Aji mengajak Kinar ke kota. Mereka menaiki bus untuk samapai ke tempat tujuan. Kinar awalnya keberatan. "Kenapa tidak langsung muncul di tempat tujuan, pangeran? Kenapa harus repot repot naik bus dan berdesakan?" Kinar jengah dengan tatapan orang orang yang merasa aneh pada mereka berdua. "Jika melihat kita seperti ini aja mereka heran bagaimana kalau kita tiba tiba menampakkan diri di depan mereka, apa mereka tidak berfikir kalau kita hantu?" Kinar diam ta menjawab, dalam hatinya membetulkan apa yang diucap Kinar. Sebelum turun dari bus dia melihat orang orang menyerahkan uang ke supir, Bayu mengikuti dia menyerahkan satu logam emas pada supir itu. Pak supir terperangah. "Untuk bapak" "Terimakasih tuan...terimakasih" jawabnya penuh syukur. Walau mereka baru dikota tapi di dunianya juga sudah sangat modern, jadi Bayu tidak terlalu canggung hanya kendaraan yang berbeda didunianya. Dia memesan taxi dan meminta untuk mengantarkan ke toko baju. Setelah sampai didepan toko baju Bayu membayar taxi dengan koin emas juga ke supir taxi, supir taxi bersikeras meminta uang untuk bayaran takut jika yang diterimanya emas palsu. "Itu emas asli aku menjamin keasliannya, jika bapak ragu itu ada toko emas. Bawa kesana dan aku akan menunggu disini" ujar Bayu saat melihat tatapan meragukan dari pak supir. Cepat supir taxi turun dari mobil dan pergi ke toko emas, sekembalinya dari toko wajah supir taxi ceria. Bapak supir berulangkali berterimakasih dan meminta maaf ke Bayu dia berjanji menunggu bayu dan mengantar bayu kemanapun setelah tahu kalau bayu ada tujuan lain. Bayu turun dati taxi dan masuk ke dalam toko. Beberapa pasang mata melihat ke arah mereka. Tatapan kagum dan juga tatapan heran menjadi satu. "Wahhh...gantengnya" gumam beberapa remaja putri yang sedang memilah baju. "Artis lagi mampir kali ya...pakaiannya kaya pangeran difilm kolosal" timpal yang lain. Bayu dan Kinar tak mempedulikan tatapan aneh mereka. Seorang pelayan toko menghampiri " Ada yang bisa dibantu, kak?" "Saya lagi cari baju untukku dan dia" jawab Bayu sambil melirik Kinar disebelahnya. Pelayan itu membawa keduanya ke tempat baju baju pria dan mengambilkan beberapa untuk dicoba. Wajah pelayan tersipu saat melihat Bayu memakai baju yang dipilihnya. Sangat tampan batinnya. "Bagus" Komentar Kinar begitu melihat Bayu keluar denagn setelan kaos dan kemeja. Setelah mencoba banyak baju Bayu akhirnya berhenti. "Sekarang giliranmu" "Aku" jawab Kinar sambil menunjuk mukanya sendiri. "Mboknya Sekar akan heran kalau lihat aku yang gagah ini ditemenin oleh orang yang berpakaian aneh sepertimu" terang Bayu sambil duduk diruang tunggu dan mengambil majalah. "Sepertinya aku harus sekolah lagi" gumamnya...tulisan yang ada dimajalah berbeda dengan tulisan yang dia pelajari dulu saat diajar Resi beratus tahun lalu. Kinar keluar dengan baju yang dicobanya. "Sudah" katanya kemudian. "Coba beberapa lagi" perintah Bayu. Kinar hanya menurut dan mencoba beberapa baju lagi. "Mba, bungkus semua dan ini baju lama saya dibungkus juga ya" Kata Bayu sambil menyerahkan beberapa koin emas ke pelayan toko. Pelayan itu bengong. Seumur umur customer membayar dengan uang tunai atau kartu ga ada yang bayar pakai koin emas. "Kak, disini hanya menerima uang tunai atau kartu" Raut wajah pelayan itu sedikit kecewa. "Itu bisa jadi uang yang sangat banyak kalau kamu menjualnya" timpal Bayu Sedikit perdebatan antara pegawai dan Bayu membuat pelayan lain datang mendekat. Mereka mengobrol sebentar dan salah satu pelayan keluar membawa koin koin emas tersebut. Setelah menunggu waktu cukup lama pelayan yang keluar itu kembali dengan uang banyak ditangannya. Orang yang ada ditoko terperangah semua awalnya mereka mengira emas itu palsu tapi ternyata asli. Mereka menatao Bayu dengan tatapan yang tak dapat diartikan dan menganggap Bayu dan Kinar orang teraneh yang ditemui. Setelah mentotalkan seluruh belanjaan, pelayan yang tadi keluar membetikan sisa uang dan semua belanjaan Bayu dan Kinar. "Mbak, bisa tolong tambahkan beberapa potong baju perempuan muda dan wanita kisaran umur enam puluhan" Kata Bayu. "Baik baik" pelayan itu pergi dengan sungkan. Setelah nenerapa saat dia memberikan beberapa stel baju untuk dilihat Bayu. Setelah memiloh dan melihat ukuran yang pas buat Sekar bayu menyuruh membungkus sekalian."Sisa uangnya ga usah dikembalikan mba, buat bagi bagi pekerja disini" Bayu mengambil belanjaan dan kelaur toko diikuti Kinar. Didalam toko semua pelayan sangat senang "Mudahan sering sering pelanggan datang bayar pakai emas, ya" kata mereka sumringah. Bayu dan Kinar melihat supir taxi yang tadi. Pak supir tersenyum ramah melihat keduanya keluar toko dan menyambutnya. Membantu membawa belanjaan dan memasukkannya ke dalam bagasi. "Saya kira bapak bercanda waktu bilang mau nunggu tadi" "Enggak lah tuan, saya senang hari ini karena tuan membayar saya dengan banyak uang, alhmdulillah saya akhirnya bisa bayar kuliah anak saya" "Jangan panggil saya tuan, panggil saya bayu saja pak" "Oh iya nak Bayu, ini nak Bayu mau kemana? Saya antar" "Kita cari toko yang jual kendaraan pak" Rencana Bayu hari ini yaitu mencari baju dan mobil. "Pak, Harga mobil itu kisaran berapa?" Tanya Bayu ke pak sopir. "Tergantung, ada yang seratus juta tapi yang milyaran juga ada. Nak Bayu mau membeli mobil?" "Rencananya pak, tapi saya adanya emas ga ada uang tunai" "Tinggal merubah daun menjadi berlembar lembar uang mudah atau merubah kereta kencana menjadi mobil juga gampang, tinggal mengelabui penglihatan mereka , pangeran suka merepotkan diri" sela Kinar Bayu menatap Kinar tajam. Pak supir yang tak mengerti hanya mengernyitkan alisnya. "Nak Bayu ini dari mana toh? Kaya orang baru turun gunung" Bayu tersenyum "Saya bekerja pak dari jauh dan bayarannya saya tabung dalam bentuk emas" Siapa yang bakal percaya, ga bakal ada tapi Bayu ga tau gimana mau memgarang cerita. Kalau mau jujurpun pasti ga bakal ada yang percaya. Pak supir walaupun tak percaya juga cuma manggut manggut aja sambil kensentrasi menyupir. Dalam hati yang penting dia sudah dapat uang yang banyak dan cukup buat bayar tunggakan kuliah anaknya. Taxi berhenti didepan toko emas yang sangat besar. "Jual dulu aja emas emas nak bayu buat beli mobil karena kalau bayar pakai emas malah ribet nanti" Bayu setuju dengan usul pak supir taxi. Bayu dan Kinar turun dan masuk kedalam toko emas. Didalam dia dia sambut pelayan. Setelah menanyakan keperluannya pelayan itu menyambut Bayu dengan baik dan memanggil pemilik toko. Bayu mengeluarkan semua koin emas yang dia bawa dan menyerahkan pada pemilik toko. Setelah ditimbang berapa berat emasnya transaksipun berjalan lancar. Bayu keluar dengan satu tas uang tunai. Setelahnya mereka menuju sorum mobil. Belum sampai mereka disorum, taxi yang ditumpangi dihadang sebuah mobil hitam. Dua orang laki laki berbadan kekar keluar dan memggedor kaca taxi.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD