Syarat

1286 Words

Kirana berusaha keras mempertahankan ketenangannya, kala Friska menatap bergantian dirinya dan Ardana. Sejujurnya, sejak awal ia sudah jengah berada begitu dekat dengan lelaki itu. Ditambah dengan kekerasan hati Friska yang membuat dirinya merasa terintimidasi dan bingung mencari jalan keluar. “Aku nggak membela siapapun! Aku cuma realistis aja. Yang penting itu, acara atau tempatnya?” Ardana balik bertanya pada calon istrinya. “Bagi aku, penting dua-duanya!” jawab Friska ketus. Ia langsung berdiri dan tergesa berjalan masuk ke dalam rumah. Semua orang yang ditinggalkan, menarik napas. Ardana menggelengkan kepala menahan kesal. Kirana akhirnya cuma bisa terdiam. “Permisi … aku harus jawab telpon ini dulu.” Desta menunjukkan ponselnya, sebelum bangkit dan pergi menjauh. Tinggallah Ard

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD