Ardana sebenarnya dapat melihat jelas binar luka di mata Kirana. Namun, ingatan masa lalu saat perempuan mungil ini tiba-tiba meminta hubungan mereka disudahi, membuat hatinya mengeras. “Permisi ….” Ardana menggamit tangan Friska dan menariknya meninggalkan Kirana. Ia menggiring calon istrinya itu ke ruang lain. “Sebentar, ya!” Friska menoleh pada Kirana yang segera membalikkan badannya. “Ada apa sih, Sayang?” tanya Friska begitu Ardana berhenti di ruang tengah. “Kangen, ya?” “WO-nya kok ganti?” tanya Ardana. “Nggak, kok … masih organizer yang sama,” jawab Friska. “Tapi, kemarin bukan Kirana itu yang datang,” sangkal Ardana. “Memang bukan. Kemarin itu, yang namanya Desta yang yang jadi project manager. Tapi aku nggak suka sama dia. Karena semua ide awalnya dari Kirana dan aku lebi

