Chapter 74

545 Words

Galih berdecak. “Beneran, anjir! Gue kagak bakalan ngajak lu semua diskusi di sini kalau tahu dia kenape mah. Langsung gue kasih tahu kalian berdua, nih. Terus ajak kalian cari jalan bareng-bareng.” Cowok itu memang buntu. Sama sekali tidak menemukan petunjuk tentang permasalahan yang dihadapi Ale atau Ajeng, sampai membuat sahabat mereka itu kelimpungan. Apalagi, Ajeng pun tidak bisa dihubungi sama sekali. Rita, pacarnya, bahkan beberapa kali terpancing emosi setiap kali Galih bertanya tentang Ajeng, karena cewek itu sama sekali tidak merespons pesan atau telepon baik dari Rita mau pun Naura. Aldi mengacak-acak rambut, tanda bahwa dirinya sudah mulai frustrasi dengan bahasan yang sama sekali tidak memiliki petunjuk ini. “CCTV di kampus ada berapa titik, sih?” tanya Fatir. Aldi dan Ga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD