bab 9

1058 Words

"Huust. Cup, cup, cup. Jangan keras-keras nangisnya, Ellen. Ini masih di kantor. "Nangisnya di pending dulu aja, ya? Nanti kalau breefingnya selesai, baru nagis lagi." Ejek Destri. "Mana bisa di pending oneng." Teriak Ellen, sambil menepuk tangannya Destri. "Kamu itu ya, bener-bener teman laknat." Lanjut Ellen. "Mau gimana lagi, ini masih pagi, dan masih kantor juga." "Hmmm.. Ya sudah, aku mau ke toilet dulu." Ellen bergegas kekamar mandi untuk mencuci muka, agar terlihat lebih fresh. setengah jam berlalu. Destri yang merasa terlalu lama menunggu, membuatnya merasa sedikit gelisah. Karna takut kalau-kalau telat masuk keruang breefing. Tak lama menunggu, Ellen keluar dari kamar mandi. "Kamu ngapain aja sih, di dalam kamar mandi! Lama banget." Rajuk Destri, dengan bersandar didindin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD