Happy reading.
Adelia keluar dari rumah besar milik Dewantara, ia ingin membeli sesuatu yang akan dipakainya nanti malam. Yap, Adelia sudah sangat yakin untuk memberikan seluruh tubuhnya kepada Dewantara malam nanti. Adelia tidak peduli setelah itu apakah statusnya kekasih lelaki dewasa itu atau hanya sebagai teman tidur saja, yang terpenting Adelia menikmati semuanya dengan nyaman.
"Aku mau beli sesuatu yang membuat o*******g, sepertinya ada di toko itu." tunjuk Adelia. Sebuah toko khusus perlengkapan untuk wanita, ia masuk dengan cepat karena setelah itu ia akan pulang untuk menunggu Dewantara.
Adelia melihat lingerie berbagai warna, bentuk dan ukuran. Ia begitu takjub dengan semuanya, lingerie yang dipajang siang ini begitu memanjakan mata yang memandang. Dan sejujurnya ini adalah pengalaman kedua Adelia untuk memakai lingerie, sebelumnya ia hanya memakai piyama pendek ketika bersama dengan mantan atasannya.
"Adelia, apa kabar?"
Degh.
Adelia menoleh kearah samping, dimana ada lelaki yang baru saja memanggil namanya. Ia tidak yakin bahwa sosok lelaki itu yang beberapa menit lalu ada dipikirannya, namun ternyata Adelia salah besar.
"Om Reza, kenapa ada di sini?"
"Saya kangen sama kamu, jadi saya ikutin kamu sampai di sini."
Adelia menatap wajah lelaki yang selama ini menjadi teman tidurnya, hanya sekedar teman tidur saja tidak lebih dari itu. Karena memang Om Reza sangat susah untuk tidur cepat atau bahasa lainnya insomnia.
"Om Reza ngikutin aku, kenapa?" tanya Adelia heran
"Saya kangen sama kamu, sudah dua malam ini saya nggak bisa tidur nyenyak. Bantuan obat tidur tidak berpengaruh sama sekali, aku butuh sentuhan kamu yang membuatku tidur nyenyak."
Adelia menghela nafas panjang, ia sudah tidak ingin berurusan dengan Reza mantan atasannya itu. "Om sudah ya aku mau pergi dulu, sepertinya pekerjaanku masih belum selesai."
Lengan Adelia dicekal, Reza tidak akan membuat Adelia pergi menjauh. Malam ini ia ingin tidur nyenyak ditemani oleh wanita yang selama ini menjadi teman tidurnya.
"Adel, temani saya sebentar saja sampai sore. Saya benar-benar kangen tidur ditemani sama kamu."
Adelia diam, ia pun tidak bisa begitu saja menjauh dari Reza. Selama ini lelaki dewasa itu sudah membantu Adelia hingga lulus kuliah, dan Adelia harus balas budi dengan Reza. Maka dari itu ia menyetujui permintaan Reza apapun itu.
"Baiklah, aku akan menemani Om Reza siang ini. Tapi setelah jam 7.00 malam, aku harus pergi untuk pulang. Om tahu jika aku pulang terlambat pintu gerbang akan ditutup, dan aku nggak bisa masuk." bohong Adelia. Ia harus mengatakan kebohongan demi menutupi hubungannya dengan Dewantara untuk sementara ini.
"Siap Adel sayang, Om pasti akan mengizinkan kamu pulang setelah saya tidur ditemani kamu."
Satu jam berlalu.
Adelia akhirnya ikut ke apartemen Reza kembali, ia tidak lupa untuk membayar lingerie yang hendak dipakai malam nanti. Tanpa sepengetahuan Reza tentunya, namun ternyata lelaki itu membeli lingerie dengan bentuk yang sama untuk dipakai Adelia siang ini.
"Matilah kau Adelia, mudah-mudahan Om Dewantara tidak menemukanmu."
Sesampainya Adelia di apartemen Reza, ia lalu masuk ke dalam unit mewah milik lelaki itu. Sudah tidak asing baginya karena hampir setiap sabtu dan Minggu Adelia selalu menginap di apartemen ini, hanya untuk menemani Reza tidur saja tidak lebih dari itu.
"Kamu mandi saja lebih dulu, Om akan mandi juga di kamar. Setelah itu, seperti biasa Om akan tunggu kedatangan kamu Adel sayang." bisik Reza.
Adelia mengikuti apa yang dikatakan Reza, namun ia ingin mengabari Dewantara terlebih dahulu. Agar tidak mencarinya nanti jika pulang terlambat.
"Om, aku pergi sampai malam. Nanti akan pulang dengan menggunakan taksi."
Setelah mengirimkan pesan, ponsel Adelia sengaja dimatikan agar tidak ada yang menelepon ketika bersama Reza. Sejujurnya ia sudah berjanji tidak akan melakukan hal ini, namun apa daya Adelia tidak bisa menolak permintaan Reza kali ini.
Setelah mandi dan memakai lingerie yang dibelikan oleh Reza, Adelia lalu berjalan menuju kamar lelaki itu yang tepat di sampingnya. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Adelia pun tahu bahwa Reza sudah menunggunya sejak tadi.
"Adel sayang, sini! Saya sudah tidak bisa menunggu lama lagi, rasa rinduku kepadamu begitu besar dan tidak bisa menunggu lama." ajak Om Reza.
Adelia lalu berjalan menuju ranjang seperti biasanya, ia tidak lupa untuk masuk ke dalam selimut yang telah disediakan oleh lelaki itu.
"Adel sayang, lingerie ini sangat cocok untuk kamu. Saya akan berikan yang banyak buat kamu pakai ketika kamu bersama saya."
Degh.
Adelia terdiam, ia tidak percaya bahwa Reza akan membelinya kembali. Jika itu benar terjadi, sudah dipastikan bahwa Adelia akan bertemu dengan Reza kembali.
"Om, tapi-"
"Saya mengantuk Adel, coba kamu mendekat ke sini."
Adelia berjalan lebih dekat lagi, ia memposisikan tubuhnya seperti hendak memeluk Reza. Sama seperti kemarin-kemarin ketika menemani pria itu, namun kali ini menurutnya sangat aneh. Ada perasaan yang tidak bisa berbohong jika Adelia hanya ingat dengan Dewantara saja.
"Peluk saya Adel, jangan lepas sampai saya tertidur." pinta Reza.
Adeli mengangguk pasrah, ia lalu memeluk Reza dengan erat. Jika seperti biasa Reza akan tidur dengan cepat, namun kali ini kedua matanya kembali terlihat segar. Entah rasa kantuknya menguar kemana, yang jelas Reza ingin menikmati sebentar moment bersama dengan Adelia.
"Adel sayang, boleh saya minta sesuatu."
"Ya, silakan Om. Tapi jangan lebih dari pelukan."
Reza menghela nafas panjang, padahal hari ini ia ingin lebih dari itu. Namun sepertinya ia tidak bisa mewujudkannya.
"Ya, sudah. Saya mengurungkan niat untuk meminta sesuatu kepadamu."
Adelia menatap wajah Reza sedih, ia baru kali ini melihat mantan atasannya sedih. Dan berakhir Adelia yang tidak bisa menolak permintaan Reza.
"Om, kenapa sedih? Memang apa yang ingin Om pinta dari aku?"
"Saya mau ini, mau yang ada di depan mata saya."
Degh.
Adelia menelan salivanya, Reza menginginkan sesuatu dari tubuh Adelia. Ia ingin menyentuh apa yang ada di depan mata lelaki itu, cukup lama Adelia memikirkannya dan akhirnya ia menyetujuinya.
"Baiklah, untuk sore ini. Aku akan berikan untuk Om Reza, tapi hanya kali ini saja. Dan ingat Om harus tidur setelah itu." pinta Adelia.
Om Reza tersenyum senang, ia seperti mendapatkan durian runtuh. Dan ia tidak akan meninggalkan sedetik pun hadiah yang Adelia berikan.
Jari telunjuk Om Reza perlahan membuka resleting yang ada di lingerie Adelia, ia lalu membuka pengait bra yang dipakai Adelia secara perlahan. Dan pada akhirnya ia bisa melihat dua benda kenyal bagian sensitif yang Adelia punya.
"Cantik sekali, saya ingin mencoba menghisapnya."
"Eh, kenapa harus diisap? Bukankah-"
"Hanya sebentar Adel sayang, jangan menolak ya." pinta Reza kembali.
Reza pun membuka kembali kancing lingerie milik Adelia, kini terpampang lebih besar dan membuat Reza semakin ingin merasakan sensasi mengisap yang pernah ia lihat di video.
Mulut Reza telah masuk, perlahan ia mengisap milik Adelia dengan pelan. Namun sepertinya bukan hanya Reza saja yang menikmatinya, Adelia pun sama menikmati hisapan Reza.
Masih mengisap di bagian kanan, sedangkan yang kiri ia sengaja mainkan. Cukup lama Reza lakukan dan menikmatinya, dan pada akhirnya Reza tertidur nyenyak seperti layaknya bayi yang telah kenyang.
"Beruntung sudah tidur, hisapannya begitu kuat. Tapi kenapa aku tidak merasakan sensasi enak seperti dengan Om Dewantara."
Adelia lalu buru-buru untuk merapikan lingerie, tanpa membuka kembali. Ia hanya memakai baju yang tadi ia pakai, lalu pergi meninggalkan apartemen milik Reza. Sudah cukup ia melakukan hal konyol dengan lelaki itu, dan ini adalah terakhir kalinya ia lakukan. Adelia ingin hidup normal dengan lelaki yang ia cintai seperti Om Dewantara.
Setelah sampai di rumah Dewantara, Adelia lalu masuk ke dalam kamarnya. Ia akan mandi terlebih dahulu, dan akan menunggu Dewantara pulang dari luar.
"Adelia, kamu dari mana saja. Saya sejak tadi menunggu mu."
Degh.