Lost Him

585 Words
Kau akan menyesal Kenzie Elthifar." Kesal Lona hanya disunggingi senyum oleh Kenzie. Keputusan rapat adalah adanya piknik yang diadakan. Jelajah hutan pinus untuk memberi refreshing sebelum ujian membuat semua siswa tertarik untuk mengikutinya. Lona yang terus diomeli Ax sebelum berangkat. Ia tidak boleh jauh-jauh dari Ax dan harus menurut padanya. Ax begitu overprotective padanya. Kenzie selalu mengawasi pergerakan Lona hingga mereka sampai tujuan. Pria itu selalu tampil keren dengan perlengkapan siap mendakinya. "Bawakan."Ucap Kenzie pada Lona yang ternganga. "Apa-apaan ini?" Marahnya membawa tas berat Kenzie. "Kau mau apa? Aku cuma mau ngetes, kak Ax benar peduli tidak padamu." Ucap Kenzie membuat Lona diam. Ax yang memiliki ketajaman indera mengetahui niat Kenzie. Ax dan Lona sama-sama memiliki cacat lahir membuat kekurangan mereka menjadi kelebihan. Ax yang mengalami kelainan pada matanya, malah membuat matanya lebih tajam dibandingkan orang lainnya. Ax nampak cuek saja dan melewati Kenzie dan Lona. Hal ini membuat Kenzie semakin geram karena tidak bisa membaca pikiran Ax. Sedangkan gadis disebelah hanya mampu menahan tawa. Tidak ada yang menandingi kemampuan kakaknya, kakaknya jauh lebih hebat dibandingkan manusia lain. Diusia 5 tahun kakaknya sudah diberikan izin kepemilikan senjata, lulus kemiliteran. Ax terkenal kuat dan tangkas. Kecepatan dan ketangkasan menguasai berbagai senjata tajam tanpa diketahui banyak orang. "Jangan puas dengan segala pencapaianmu. Banyak orang yang lebih darimu." Ucap Lona meninggalkan Kenzie yang menyerngitkan keningnya bingung. Gadis itu nampak kesulitan membawa tas Kenzie cukup membuat Kenzie puas. Melihat kesusahan diwajah kusam Lona adalah salah satu kebahagiaan Kenzie. Semua yang sibuk membangun tenda tanpa terkecuali Lona. Gadis itu melihat tas Kenzie yang ada dibawahnya, membuat Lona mencari pemiliknya. Ia cukup heran karena tidak menemukan Kenzie dimanapun. Ax sendiri yang memperhatikan Lona membuatnya bertanya padanya dihadapan teman-temannya. "Ada apa? Kau butuh sesuatu? " "Apa kakak bersama Kenzie? Tasnya masih ada padaku."Ax dan teman-temannya jadi terdiam dan mulai mencari Kenzie. Sedangkan pria yang dicari - cari tengah tersesat setelah dirinya memutuskan untuk mencari objek foto. Hari yang semakin petang membuatnya kalut dan frustasi. Tidak ada yang mendengarnya dan semua orang sedang cemas mencarinya. Lona yang menatap matahari yang semakin condong terbenam. Gadis itu mulai menenangkan fikirannya dan mencoba memecah dari kerumunan. Lona memperhatikan bekas pijakan dan sayatan didahan ataupun tanaman. Yang jelas naluri manusia adalah merusak terutama manusia seperti Kenzie. Dan yang pasti bekas tersebut sedikit karena Kenzie pergi sendiri. Lain dengan Kenzie yang sudah duduk pasrah direrumputan karena kakinya yang mulai memar. Lona semakin jauh mencari. Naluri seseorang bertahan hidup adalah mencari sumber kehidupan, sumber kehidupan adalah air. Ia harus menyusuri sungai. Dan bila manusia juga merasa waspada, maka ia akan mencari tempat yang padang dan luas.Lona berteriak hingga terdengar ditelinga Kenzie. Pria itu menyahut dan membuat Lona semakin mendekati sumber suara. "Zie." Ujarnya terengah-engah dan tersenyum puas menemukan pria tersebut. Kenzie hanya mampu diam menatapnya. Gadis yang selama ini ia buat sengsara malah menolongnya dari kesengsaraan. "Kau? Cepat cari bantuan pada yang lain!" Titahnya membuat Lona menyesal mencarinya. "Setidaknya ucapkan terima kasih. Kalau tidak aku menemukanmu, kau bisa mati disini. Semua orang kearah Timur mencarimu." Ucap Lona bersungut dan membuat Kenzie sedikit bersalah. "Terimakasih. " Datarnya membuat Lona berdecak. "Kau akan binasa dengan ucapanmu sendiri." "Kalau tidak ikhlas mencariku, yasudah. Buat moodku semakin buruk. Kau tahu, hanya kau yang aku ucapkan terimakasih. " Terang Kenzie membuat Lona merasa tercubit.Lona merekahkan senyumnya dan mulai berjongkok siap membantu Kenzie. Namun ia kembali diam dan membuat Kenzie kesal. "APA-APAAN KAU INI! KAU INGIN BALAS DENDAM PADAKU?! KAU PUNYA HATI ATAU TIDAK, AKU SEDANG KESAKITAN."Teriak Kenzie langsung dibungkam Lona dan membuatnya membulatkan matanya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD