Massage Again

978 Words
"Mulai sekarang Menjauhlah dariku Zie. Aku membencimu. "Tegas Lona begitu membuat Kenzie sesak seketika. "Aku bisa jelaskan. " "AKU BILANG CUKUP! KAU MALU, AKU TAHU KAU MALU MENGAKUI DIRIKU. AKAN AKU LAKUKAN UNTUKMU KENZIE. AKAN AKU LAKUKAN, TAPI JANGAN KATAKAN KAU MENYESAL NANTINYA. " Dilain sisi, seorang gadis bersorak kemenangan memisahkan Kenzie dari Lona. "Karena Kenzie hanya milikku." Lona begitu hancur. Ax tidak bisa membiarkan sesuatu membuat adiknya begitu hancur seperti ini. Ia mengurung diri dan menangis. Ax akan membalas semua perbuatan Kenzie pada adiknya. Tidak ada yang bisa mengalahkan Ax. Dan selagi Ax masih hidup, tidak ada yang bisa melukai keluarganya. Kiriman email dimalam hari membuat Lona begitu terkejut. Ax yang tidak sengaja melintas, jadi ikut membaca. Lama tidak berjumpa Elthifar, oh atau saat ini aku sedang mengirim pesan pada pemimpin pasukan pelindung Elthifar? Lona yang membaca pesan tersebut begitu terkejut saat pengirim pesan itu tahu kalau yang memegang emailnya adalah Ax dan Lona. Aku mengirimkan hadiah yang baru untuk kalian. Sesuatu yang menambah pesta begitu meriah. Aku terpukau melihat kemampuan kalian menemukan Titanium, jadi aku tahu seberapa kemampuan kalian. Axeliano, seorang pemuda dari keluarga mafia besar. Kemarin aksimu bagaikan pahlawan super, Thor. Namun kau tidak punya senjata seperti Thor. Untuk itu, Bawalah senjata. Kau pasti akan membutuhkannya nanti. Salam, Rahwana. Saudara kembar itu saling pandang. Mereka benar-benar terkejut dengan pesan yang dikirim seseorang tersebut. Sebenarnya siapa dia? "Dia seakan memberi kita sebuah petunjuk. " "Berarti kak Ax, dia akan berbuat sesuatu lagi." "Hadiah yang akan menambah pesta meriah? Kita harus segera mengetahuinya. Ini salah satu kata kuncinya." "Dan dia juga berkata untuk membawa senjata kali ini." "Apa akan terjadi bentrok disebuah pesta?" "Aku tidak tahu pasti, tapi adakah pesta yang akan terjadi? " "Ada. Tepatnya besok malam adalah hari ulang tahun kepala sekolah. Dan besok pagi, undangan sudah siap disebar. " "Kalau begitu besok." "Lona, aku masih penasaran bagaimana bisa kau memecahkan kode T itu?" "Mudah saja, tapi membutuhkan waktu lama dan membuat kita seakan terkecoh dengan dia. 1. Seorang psikopat tidak punya rasa empati, untuk itu ia memilih warna putih sebagai wakil dirinya yang netral. 2. Seorang psikopat memilih pisau murah karena tidak terlalu tajam. Pisau yang tidak terlalu tajam akan menyiksa, dan seorang psikopat bisa terhibur melihat ekspresi mangsanya yang tersiksa. 3. Seorang psikopat memusatkan dirinya sebagai pusat dunia. Maka tidak salah kalau Erika sangat disukai banyak orang karena ramah. 4. Seorang psikopat sebenarnya tertutup. Sebagai peralihan aku bertanya tentang tetangganya, dan pemikiran serta jawabannya akan sinkron seakan dia yang berada disposisi tersebut. Bukan tetangganya yang tertutup, melainkan dia sendiri. Jawaban orang awam biasanya menjawab tetangganya mungkin sibuk diluar atau ada kepentingan. Bukan langsung menjawab orang yang tertutup. " "Cerdas. " Lona hanya tersenyum dan kembali fokus dengan pekerjaannya. Ia harus cepat-cepat memecahkan kodenya. Hari ini memang ramai, banyak yang berlalu lalang menyiapkan dekorasi gedung. Meski Lona bukan anggota Organisasi Siswa, namun ia ingin memastikan tempat insiden akan berlangsung. Kenzie berusaha mendekati Lona, namun sayangnya gadis itu benar-benar dibuat sibuk hanya dengan memperhatikan seisi ruangan. Marmer yang melingkar ditengah-tengah lantai dansa, pilar-pilar seperti adat Romawi. Dan panggung sebagai sambutan kepala sekolah. Baik dibalik layar, semua Lona perhatikan dengan seksama. "Bagaimana?" Tanya Ax menghampiri Lona yang sendirian lalu-lalang. Lona hanya menggeleng pasrah. Ax tersenyum dan mengusap puncak kepalanya dengan lembut. Tidak ada yang mencegah Lona karena Ax. Semua hanya menatapnya penuh iri. "Kenzie nanti datang bersamaku ya?" Tanya Teresa pada Kenzie yang membuat Lona baik Ax membalikkan badan mereka. "Aku tidak ingin datang." Lesu Kenzie menatap Lona dan Ax.Keputusan yang baik. Dengan begitu Kenzie tidak akan menjadi korban insiden nantinya. Lona dan Ax saling pandang dan tersenyum. "Ayolah.... Kau ketua kelas, bagaimana anak-anak mencarimu nanti? Kau bagian panitia kan?" "Baiklah. "Desah berat Kenzie membuat Lona membulatkan matanya.Lona memijit keningnya lelah. Teresa hanya menyunggingkan senyumnya menghampiri Lona. "Akan aku buktikan kalau kau tidak ada apa-apanya dibandingkan aku." "Terserah kau saja." Ax hanya menatap keduanya dengan tajam menusuk. Lihat saja nanti, ia akan membuat Lona 180 derajat. Dan ketika semua orang ternganga melihatnya. Bila tampang menjadi nomor 1, maka ia akan memperlihatkan siapa Lona. Lona pulang bersama Ax dan terkejut melihat berbagai macam perhiasan maupun gaun yang sudah dipesan ibunya. Merk Gucci, kelvin klein, dan segala jenis aksesoris lanka. Ia juga melihat ibunya bersama ahli kecantikan. Semua seakan siap. "Ada apa ini?" "Aku sudah tahu vidio itu, sudah cukup adikku terhina. Kenyataannya adikku adalah permata indah yang membuat semua orang akan tertampar dengan ucapannya sendiri. "Ucap Ax membuat Lona terkejut. "Aku tidak punya banyak hal selain memikirkan kejadian yang akan terjadi nanti." "Aku percaya sayang, kau bisa. Selagi kau bersama Ax. Kalian bisa hadapi bersama. Mama juga tidak ingin harga dirimu terus terinjak. Jadi apakah kau bersedia? "Tanya Lisa pada putrinya. "Ya. " Kali ini Lona akan di make over penuh. Perawatan untuk membersihkan kusam diwajah serta menata rambutnya yang kusut. Kini ia menjadi gadis yang sangat cantik. Bahkan Ax sempat ternganga melihat kecantikannya. Sangat putih bagai porselen, menawan dan dipastikan tidak akan ada yang bisa mengalihkan pandangannya dari Lona. "Bidadari. "Semua pujian membuat Lona tersipu dan tidak menyangka. Wajahnya begitu mirip dengan ibunya. Sangat bersih dan cantik. "Welcome Monalisa Thalia Devano 2." Ucap Lisa dan semua orang. Gaun yang terpasang begitu indah melekat. Menampilkan lengan mulusnya dan tubuh bak Barbie. Tatto ganja yang tidak pernah diperlihatkan, kini terpampang begitu jelas dan menawan. "You look so beautiful. "Celetuk Adrian melihat putrinya bagai putri seorang raja. Waktu yang dinanti sudah tiba. Ruangan indoor begitu ramai dihadiri banyak orang. Kali ini sorotan utama adalah Ax yang begitu tampan dengan Tuxedonya licin mengkilap warna biru. Seakan menunggu pasangannya turun dari mobil tersebut. Semua mata ingin mencibir penampilan upik abu seorang Lona. Namun semua harus tercengang melihat seorang gadis yang begitu cantik. Sangat cantik. Senyumnya menawan malu-malu meraih lengan kekar Ax dan berjalan beriringan. Semua masih tidak percaya gadis itu adalah Lona. Bukti nyatanya adalah plester yang masih melekat dilengan kanannya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD