bc

Unexpected Love

book_age18+
673
FOLLOW
4.4K
READ
possessive
friends to lovers
mate
badboy
student
drama
tragedy
sweet
campus
school
like
intro-logo
Blurb

Apa yang terjadi jika hidup yang kau jalani penuh dengan penuh kejadian buruk yang menimpamu ?

Perempuan cantik yang memiliki hidup yang sempurna, tiba – tiba mengalami hal buruk yang tidak pernah di duga Kirana, dilecehkan oleh kekasihnya Karel orang yang sangat di cintainya dan kecalakaan yang terjadi hanya karena kecemburuan buta yang mengakibatkan Kirana kehilangan penglihatannya dalam waktu yang cukup lama. Kelvin hadir di hidup Kirana menemani Kirana di masa – masa kesulitan dan akhirnya Kelvin juga meninggalkan Kirana.

Kenapa Kelvin tiba – tiba meninggalkan Kirana saat dia sudah meyakinkan Kirana bahwa dia tidak akan pernah meninggalkan Kirana? Yup, kesalahpahaman yang terjadi antara Kelvin dan Kirana membuat Kirana yang buta melakukan percobaan bunuh diri. Kirana sudah putus asa karena hal itu yang menyebabkan kehidupannya menjadi hancur.

Lalu apakah Kirana akan di takdirkan untuk bertemu dengan Kelvin kembali?

Setelah apa yang menimpa kehidupan sempurna yang ia jalani sebelumnya.

chap-preview
Free preview
Episode 1
Pagi itu, hari pertama masuk sekolah setelah libur kenaikan kelas. Aku baru saja naik kelas dua Sekolah Menengah Atas. Sekolah yang menjadi salah satu sekolah yang terbaik di kota Jakarta, Papa dan Mamaku selalu saja seperti itu, mereka selalu memilihkan yang paling bagus untuk aku. Aku ikut saja dengan keputusan mereka. Aku berangkat ke sekolah dengan mengendarai mobil yang baru saja dibelikan oleh papaku lagi.   Disekolah sudah banyak siswa – siswi yang datang, mereka semua terlihat sangat senang masuk sekolah lagi. Aku memarkir mobilku.   “Pagi Kirana.” Dinda menyapaku “ Wah, kamu mobil baru lagi Kirana? ” Tanya Dinda.   “Yes, You Know my Dad kan ” jawabku dengan santai sembari mengunci mobilku. Praaaaakkkkk, tiba-tiba suara itu muncul disela - sela obrolanku dengan Dinda. Aku melihat kebelakang mobilku, sudah tidak berbentuk lagi. Seseorang menabraknya dan dia masih diam didalam mobilnya yang entah aku tidak tahu dia siapa.   “Hei, turun!!!  apa yang kau lakukan dengan mobilku?“ tanyaku yang berusaha membuka pintu mobilnya. Dinda berusaha menenangkanku.   “Maaf, aku benar – benar tidak sengaja, maafkan aku “ Kelvin turun dari mobilnya. “Ya Ampun Kelvin, aku nggak mau tau yah, kamu urus semua perbaikan mobilku. Masih Pagi kamu sudah membuatku kesal. “ Dinda masih memegangku.   “Tunggu – tunggu, kamu anak baru di yang di kelas 1 A kemarin kan? Kenapa kau sudah tahu Namanya Kelvin Kirana? ” Tanya Dinda menyela pembicaraan kami.   “Dia kan sepupunya Sherill, pas libur kemarin dia selalu nganterin Sherill ke rumah, tapi dia hanya sesekali masuk ke rumahku “ kataku   “Pantas saja kalian udah terlihat akrab “ kata Dinda   “Ah, aku nggak mau tau, kamu urus mobilku dengan baik. “ aku mengeluarkan handphoneku.  “ tulis nomor hpmu disini “   Dia mengambil hpku dan menulis nomornya. Tiba – tiba Sherill datang. “Wah, ada apa ini ? “ Tanya Sherill   “Ini nih, sepupu kamu masih pagi udah nabrak mobilku. “ Jawabku. *****   Setelah semua pembicaraan selesai diparkiran, kami semua berjalan menuju kelas. Dan ternyata  Kelvin satu kelas dengan kami karena sudah di Rolling. Kelvin mulai memperkenalkan dirinya ke teman kelasku yang lain. Setelah itu Kelvin duduk dibangku yang sudah disediakan, Kelvin duduk bersama Rafael tepat disamping bangkuku bersama Sherill. Semua siswi yang ada dikelas terus saja memandangi Kelvin. Memang sih wajahnya cukup tampan, ku akui itu. Kami pun belajar seperti biasanya.   TRRRIIIIIINNGGGGG Bel pun berbunyi menandakan waktu istirahat.   “Kirana, maaf tapi tadi aku belum mengambil nomormu. “ kata Kelvin yang berjalan menuju mejaku.   “Yahh, Kirana lagi Kirana lagi “ kata Carol. Carol memang salah satu siswi yang tidak menyukaiku, ntah salah aku apa sama dia.   “Makanya cantik kayak Kirana dong “ kata Gadis dan Gina bersamaan. Kami yang masih ada dikelas hanya bisa tertawa.   Aku memang tidak pernah menanggapi omongan orang yang tidak menyukaiku, selama itu masih dalam batas wajar, aku tidak apa – apa.   “Tunggu – tunggu, kami tidak tau apa yang terjadi tadi, kenapa Kelvin meminta nomormu Kirana? “ Tanya Gina, Gadis hanya menyahut “ he’eh ” mereka berdua memandangiku dan Kelvin dengan wajah penasaran.   “Jadi, tadi pagi tuh Kelvin tidak sengaja menabrak mobil barunya Kirana, kalian sih datangnya pagi banget. “Kata Sherill yang menjelaskan ke Gina dan Gadis.   “Hah, mobil baru lagi ??? “ Gadis teriak kaget.   “Duh, Gadis berisik banget sih kamu. Nggak usah lebay gitu yah. Kamu kan tahu Papaku suka gitu kalau aku mendapat peringkat yang bagus di sekolah. ” Kataku dengan halus.   Kelvin tersenyum melihat tingkah kami.   “Sini Hp mu.“ aku menulis nomor ku di hp Kelvin dan kuberikan kembali hpnya.   “Oke, terima ka…… belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Karel datang.   “Wah, siapa anak tampan ini, berani sekali meminta nomor telepon pacarku, Oh, kamu anak baru yang di kelas 1 A kan? “ katanya sambil merangkulku.   “Hei, Rel. iya akibat rolling dia satu kelas dengan kami dan dia menabrak mobilku tadi pagi.“ ku jelaskan padanya agar tak salah paham.   “Tenang saja, dia saudara sepupuku kok.“ kata Sherill   “ Apa??? Kamu nggak papakan, nggak ada yang luka kan? “ Tanya Karel melihatku dari ujung kaki.   “Aku nggak papa Rel, Kelvin menabrak mobilku dalam posisi sudah terparkir kok. “   “Terus sekarang Mobilnya gimana? “ Tanya Karel.   “Pulang sekolah sebentar aku berniat untuk membawanya ke bengkel. “ jawab Kelvin.   “ Oh, okeyy kalau gitu. Namaku Karel pacar Kirana. “ Karel memperkenalkan dirinya dan menekankan bahwa dia adalah pacarku.   “Kelvin. “ Kelvin hanya menatap kami berdua dengan sedikit senyuman.   “Senang bertemu denganmu Kelvin. Sudah selesaikan? ke kantin yukk guys hari ini aku yang traktir “ kata Karel menarikku berdiri dari bangku.   “Yeeeaaayyyy“ kata Dinda, Sherill, Gadis dan Gina bersamaan.   “Hei, tampan sini ikut kami ke kantin. “ kata Karel mengajak Kelvin.   “Baiklah.“ Kelvin melangkah mengikuti kami.   Karel memang  anak yang baik, tapi tentu saja kalau ada yang berani mendekatiku dia nggak akan tinggal diam. Dan fikirnya Kelvin bisa jadi ancaman buat dia, hanya dengan melihat tatapan Kelvin saat melihatku. Aku juga sangat ramah ke semua orang. Karel takut kalau Kelvin bisa menyalah artikan sifatku nantinya. Dikantin Kelvin sesekali menatapku, aku sadar dan melihat itu. Ternyata Karel juga menyadari hal itu.   Sepulang sekolah aku janjian dengan Kelvin untuk membawa mobilku ke bengkel, Karel ikut menemaniku karena dia tidak mau aku pergi berduaan dengan Kelvin.  Kuberikan kunci mobilku pada Kelvin. Dan Aku berangkat dengan Karel dengan mengikuti Kelvin dari belakang.   “Kirana bagaimana Kelvin di kelas hari ini? “ Tanya Karel.   “Bagaimana apanya Rel? “ Tanyaku Bingung.   “Nggak, apa dia baik?“ Tanyanya lagi.   “Dia baik kok, dia juga udah sempat beberapa kali ke rumah sih waktu ngantar Sherill ke rumah pas liburan kemarin. “ Jawabku.   “Kok kamu nggak pernah kasih tau aku sih kalau dia sudah datang ke rumahmu? Kirana, aku sangat mencintaimu, aku mau kita terus bahagia seperti ini.“ kata Kelvin dengan memegang tanganku.   “Iya Rel, kita pasti akan tetap seperti ini. Dan aku juga mencintaimu.“ Aku menatap Karel dengan senyuman dan aku tidak menjawab pertanyaannya.   Kami bertiga sudah sampai dibengkel, Kelvin memarkir mobilku dan Karel membuka kaca mobilnya.   “Hei, Kelvin urus mobilnya dengan baik yah, itu mobil baru.“ Kata Karel.   “Iya tenang saja.“ Kata Kelvin.   “Aku turun sebentar dulu deh, aku ingin melihat mobilku, seberapa parah yang harus diperbaiki.“ pintaku ke Karel.   “Baiklah, aku tunggu saja kamu disini.”   Kelvin melihatku turun, dia langsung menghampiriku dan lagi – lagi dia memperlihatkan senyumannya. “Semuanya sudah beres Kirana, cuma mungkin butuh waktu sampai sore untuk bisa bagus lagi. Itu juga sudah waktu yang paling cepat yang aku minta sama Masnya.“ Kata Kelvin menoleh ke arah Mas – mas yang lagi memperbaiki mobilku.   “Kalau begitu kamu tidak usah menunggunya sampai selesai, kamu pulang saja.“   “Iya nggak papa Kirana, aku menunggu saja dulu disini. Aku sudah menyuruh supirku mengambil mobilku disekolah, katanya dia agak lama bisa sampai kesini.“ Kata Kelvin.   “Ya sudah, aku sama Karel tunggu sampai pas supir kamu datang. Kalau mau balik, kasih tau yah. Aku ada dimobil Karel.“ Kataku jalan menuju mobilnya Karel.   “Iya Kirana.“ Kelvin tersenyum lagi.   “Kelihatannya kamu sudah akrab banget yah sama Kelvin.“ Kata Karel ketus.   Karel ternyata memperhatikanku yang dari tadi yang sedang ngobrol dengan Kelvin, sepertinya dia cemburu. Wajahnya seperti ingin menerkam Kelvin. Tapi aku tidak menggubris perkataannya, aku tidak ingin memperpanjang masalah.   “Aku sepertinya agak ngantuk Rel.“ Aku membuka sweeter yang sedang aku pakai untuk ku buat jadi bantal tidurku dan menurunkan kursi mobil Karel. Aku memegang tangannya agar bisa membuatnya lebih tenang.   “Iyaa.“ Dia masih marah, benar -benar cemburu buta, padahal aku baru berbicara banyak sama Kelvin pas hari ini.   Aku ngantuk dan akhirnya ketiduran dimobilnya Karel dengan posisi aku masih memegang tangan Karel. Karel mencium pipiku. Sontak saja aku terbangun, melihat Karel yang tepat didepan wajahku.   “Apa yang kamu lakukan Karel?“ tanyaku dengan nada yang lumayan besar karena kaget.   “Aku hanya memberimu ciuman Kirana, diam lah.“ Jawab Karel yang menatapku tajam. Aku takut.   Belum sempat aku membalas perkataan Karel, dia memakaikanku Seat Belt. Kami pun pergi dari bengkel itu, aku belum sempat berpamitan dengan Kelvin. Sepanjang jalan Karel hanya diam, aku mencoba membuka percakapan, tapi tidak digubris sama sekali sampai aku tiba dirumah.   “Hati – hati Rel.“ Karel tidak membalas ucapanku dan pergi begitu saja.   Aku baru ingat kalau harus memberitahu Kelvin kalau aku sudah pulang. Aku naik ke kamarku, mengeluarkan ponselku dan mengirim pesan kepadanya. Aku memberi tahu kalau aku sudah pulang dan biarkan mobilku disitu saja, nanti aku yang akan mengambilnya. Setelah pesanku terkirim, Kelvin menelfonku.   “Halo, aku sudah membaca pesanmu Kirana. Kalau gitu aku tinggal mobilmu disini yah. Semua biayanya sudah aku lunasi. Kamu bisa datang sebentar sore untuk mengambilnya.“ Kata Kelvin.   “Oh, Oke kalau gitu. Maaf yah, aku pulang duluan dan nggak sempat pamit tadi sama kamu.“   “Iya nggak papa kok, bye Kirana.“   “Bye Kelvin.“ Aku menutup telvon Kelvin.   Esoknya, dikelas sudah jadi rutinitas kalau jam pelajaran belum dimulai kami semua pasti ngobrol – ngobrol dulu, dan Kelvin juga ikut bercerita dengan kami. Pagi itu Karel datang ke kelasku, kulihat wajahnya masih sama seperti kemarin. Dia menatap aku dan Kelvin yang saat itu sedang tertawa dengan yang lainnya. Karel memanggilku, dia ingin berbicara berdua denganku.   “Coba kulihat hpmu.“ Kata Karel.   “Nih.“   Aku memberikan Hpku, dia memeriksa semua yang ada didalam hpku. Dia melihat aku mengirim pesan ke Kelvin kemarin, dia juga melihat log panggilanku dengan Kelvin. Wajahnya semakin marah.   “Apa yang kalian perbincangkan? “   “Soal mobilku kan kemarin, kamu ini kenapasih? kamu nggak biasanya seperti ini.“   “Kamu nggak boleh dekat – dekat dengan Kelvin Kirana, Cuma aku yang boleh dekat denganmu.“   “Iya, sini hpku. Sudah mau bel tuh, kembali saja kamu ke kelasmu.“ Kataku kesal. Aku merebut hpku berjalan masuk ke kelas.   Hari itu kita pulang cepat karena ada rapat guru, lagi – lagi Karel datang ke kelasku. Kali ini dia menarikku, dan memaksaku ikut dengannya. Aku tidak menolaknya, karena saat itu aku yakin masih yakin kalau dia tidak akan berbuat buruk denganku. Dia membawaku ke sebuah ruangan kecil yang berada di belakang sekolah, ruangan itu sangat gelap dipenuhi dengan debu kecil yang beterbangan, dia menyeretku masuk dan mendorongku hingga aku terjatuh dilantai.   “KAREEELLLLLL !!! “ aku berteriak dan menamparnya. Tapi dia mengabaikanku, dia mulai mencengkramku, dia mencium bibirku, aku berusaha mendorongnya,  tenaganya sangat kuat hingga aku tidak bisa bergerak sama sekali.   “Lepaskan aku Karel, tolong berhenti.“ Aku mulai menangis dan terus saja memberontak.   “Diam Kirana, aku pacarmu dan aku berhak melakukan apapun denganmu.“  Kata Karel memegang wajahku dengan halus.   “Tolooooonnngggg!!!! “ Aku berteriak sekencang – kencangnya.   “Percuma saja kau minta tolong Kirana, disini tidak ada orang selain kita, tidak akan ada yang mendengarmu. Lagian kenapa sih kamu minta tolong? kamu cukup menikmatinya saja sayang.“  dia mulai mencium bibirku lagi dan mulai turun ke leherku.   Aku hanya bisa menangis, memberontak, berusaha lari dari cengkramannya, memukul Karel dan terus berteriak. Tenaganya sangat kuat menahan perlawananku. Dia seperti bukan Karel yang aku kenal.   “AKU BILANG DIAM KIRANAAAAA.“ Dia meneriakiku dan menarik rambutku.   “KAU SUDAH GILA KAREL.“ suaraku sudah hampir habis berteriak.   “Iya aku memang sudah gila, aku gila karena kamu sayangku, rasa bibirmu sangat lembut, aku sangat menyukainya.“ dia tertawa sangat puas.   Karel terus menciumku, dan membuka paksa bajuku, hingga semua kancing bajuku terlepas.    “TOLONGGG, TOLONGGG, SIAPAPUN TOLONG AKU!!! Karel aku mohon jangan berbuat seperti ini.“ aku terus berteriak dan memukul Karel sekuat tenaga.   “HEI, APA YANG KAU LAKUKAN? BUKA PINTUNYA b******k!!! “ Kelvin menggedor – gedor pintu ruangan itu.   “Kelvin?“ kataku yang berurai air mata.   Tiba - tiba kudengar suara Kelvin. Akhirnya ada yang datang, Kelvin mencoba membuka paksa pintu ruangan itu. Karel kaget, aku bergegas berdiri menutupi bajuku yang sudah robek memakai tanganku. Kulihat Kelvin dan Karel saling memukul, hingga wajah mereka sudah keluar darah.    "Kau tidak berhak ikut campur b******k, Kirana pacarku dan kau bukan siapa – siapa.“ Teriak Karel membalas pukulan Kelvin.   Kelvin memukuli Karel lagi.   “Pacarmu minta tolong, bisa - bisanya kau melakukan hal buruk dengan pacarmu. Dasar bajingan.” “Ini semua karena kesalahanmu yang terus saja mendekati Kirana, aku melakukan ini agar Kirana tidak bisa pergi dariku. Lalu Kenapa kau tiba - tiba ada disini? Kau mengikuti kami yah b******k? Benar kan kau menyukai Kirana?“ Kata Karel mengayunkan tangannya lagi memukul Kelvin.   “Vin, udah vin. Lebih baik kita pergi dari sini.“ Kataku menyuruh Kelvin untuk berhenti memukul Karel. Aku terus menangis. “Kirana apa kamu tidak apa – apa?“ Kelvin melepaskan tubuh Karel, berjalan ke arahku. “Ayo Kirana, aku mengantarmu pulang.” Kata Kelvin sambil membalut jaket jeansnya dibahuku. "DASAR KALIAN BRENGSEK." Teriak Karel.     Aku tidak bisa berbicara, fikiranku kosong dan aku mulai pusing. Aku tidak tahu bagaimana keadaan Karel saat itu, ku dengar Karel memanggilku, tapi aku mengabaikannya. Aku ikut saja dengan Kelvin. Diperjalanan, Kelvin terus menenangkanku, dia memberiku air putih.   ===  

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

LAUT DALAM 21+

read
299.8K
bc

MANTAN TERINDAH

read
10.1K
bc

Suamiku Bocah SMA

read
2.6M
bc

Super Psycho Love (Bahasa Indonesia)

read
88.6K
bc

Long Road

read
148.4K
bc

UN Perfect Wedding [Indonesia]

read
80.2K
bc

Sweetest Pain || Indonesia

read
77.7K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook