Episode 9

2067 Words
Perkelahian antara teman - teman Kirana dan Carol membuat seisi kelas menjadi sangat heboh. Kelvin yang melihat hal itu tentu saja tidak tinggal diam, dia mencoba memisahkan mereka dibantu oleh ketua kelas mereka. Tapi apa daya, kekuatan para perempuan yang sedang emosi sangatlah kuat. Mereka terus bertengkar, Sherill, Gadis, Gina dan Dinda bergantian untuk menjabak Carol. Benar - benar perkelahian yang tidak seimbang. "Heii, sudah dong nanti guru datang gimana? Kalian bisa dihukum." Teriak Kelvin memperingatkan mereka. Tapi tidak ada yang mendengar ucapan Kelvin, satu kelas juga sangat senang melihat perkelahian mereka, sampai ada yang membuat taruhan atas siapa pemenang perkelahian tersebut. "Rasakan ini cewek bar bar..." Teriak Gadis sambil menjambak rambut Carol dengan sangat Keras. "Kalian yang bar bar, kalian bertiga melawanku.. dasar pengecutttt!!!" Carol membalas dengan menjambak rambut Gadis dan Dinda. Tentu saja Sherill dan Gina menarik tangan Carol agar melepaskan genggamannya dirambut teman - temannya itu. Anak murid yang lain juga sangat berusaha mengadu domba mereka. "Ayo ayo Caroll, lawan mereka jangan mau kalah karena kamu cuma sendiri... hahahaha" "Tarik rambutnya lebih keras lagi Dinda, gue tau kalau Lo sangat nggak suka Carol.." "Ayo cakar wajahnya sajaaa" "Uuuhhh gemes banget gue liat kalian, pengen ikutan pengen cakar muka Carol cewek t***l itu... uhhhhh ayo Diinnn cakar tangannya, cakar wajahnya!!!!! Teriak anak - anak yang ada dikelas tersebut, yahh memang ada juga yang sangat tidak menyukai Carol. "Sherill PLEASEEE, STOOPPPP !!! Kalau Kirana tau kalian ngelakuin ini, pasti dia bakalan sedih karena kalian berkelahi untuk membelanya." Teriak Kelvin lagi. Sherill yang mendengar hal itu tiba - tiba melepaskan genggamannya dari tangan Carol. Dia sejanak tersadar dan mencoba melerai teman - temannya. "Guys guyss bener apa kata Kelvin, hentikan guys lepaskan cewek sinting ini. Nggak ada gunanya kita berkelahi dengan dia, kita bakalan sama saja dengan cewek ini kalau kita meladeninya." Kata Sherill yang berusaha aga perkataannya didengar oleh teman - temannya. Akhirnya mereka semua melepaskan genggamannya dari rambut Carol, tentu saja Carol tidak terima. Carol mendorong Dinda dan Gadis yang berada di depannya. "BRENGSEKKKK KALIAN SEMUA !!!!! DASAR PENGECUTTTT !!!!" Teriak Carol sambil mendorong Dinda dan Gadis. Carol berjalan menuju bangkunya dan merapikan pakainnya yang berantakan akibat perkelahian itu. "Ah, nggak seru nihhh. Lo sih Vin, ngapain sihh..." teriak salah satu anak yang ada dikelas. Kelvin hanya melihat kearah anak itu, dia mencoba menahan amarahnya, dan menenangkan teman - temannya. "Eewwwww, rambutnya banyak banget di tangan gue. Ihhh jijik banget rambutnya rontok - rontok." Seru Dinda. "Dinda, udah dong. Yuk ke toilet aja guyss, bersihin semuanya." Kata Gina mengajak sahabat - sahabatnya itu. "Makasih yahh guys kalian udah mau dengerin gue." Kata Kelvin. "Iya Vin, kita juga makasih sudah di ingatkan. Kalau mungkin nggak ada Lo, perkelahian kita belum selesai sampai guru datang." Balas Sherill. "Yaudah cepetan deh kalian ke toilet, keburu ibu datang." Kata Kelvin menyuruh mereka semua ke toilet." Untung saja hari itu, guru yang mengajar dikelas mereka datangnya lama. Dan tidak ada guru kelas lain yang sadar kalau mereka sedang berkelahi. Hari itu pelajaran berjalan seperti biasanya, dan jam pulang pun tiba. "Eh, guyss kalian mau ke rumah Kirana yah?" Tanya Kelvin. "Hmm, kayaknya nggak deh Vin. Kita semua mau langsung pulang saja, takut Kirana curiga kalau lihat tampilan kita seperti ini." Kata Sherill.  "Eh, iya juga yahh. Mana tangan gue berbekas lagi, masih merah - merah nih hikss." Kata Dinda. "Oh iya deh, kalian langsung pulang saja, istirahat, dan obatin tuh luka - luka kalian. Ckckcck kalian sudah seperti preman tau nggak." Kata Kelvin tertawa.  "Enak aja Lo." Balas Gina sambil sedikit tertawa. "Gue pulang juga aja deh, padahal pengen kesana kalau kalian kesana." Kata Kelvin. "Lah, Lo aja yang kesana Vin. Kasian kan Kirana, temenin dia dulu hari ini biar nggak kesepian." Kata Gadis. "Bener tuh Vin, sekalian Lo singgah beliin dia Ice Cream, dia suka banget tuh makan Ice cream kalau siang - siang gini." Kata Sherill.  "Ya udah deh, gue kesana aja. Kalian semua hati - hati yahh byeee." Kata Kelvin masuk ke dalam mobilnya. Kelvin pun menuju rumah Kirana. Di tengah perjalanan dia teringat kalau harus membeli Ice Cream. Kelvin pun singgah di salah satu mini market yang letaknya tidak jauh dari rumah Kirana. Di Mini market tersebut dia bertemu Carol. "Ngapain Lo disini?" Tanya Kelvin. "Lo nggak liat gue lagi belanja? Bego banget sih nggak punya mata yah?" Balas Carol. "Ckckckckk cewek ini bener - bener kasar yahh. Ampun deh." Kata Kelvin yang tidak melihat ke arah Carol. "Apa Lo bilang? Lo jangan sok kenal dengan gue yah, dan Lo jangan langsung ngejudge gue seperti itu." Kata Carol melirik tajam. "Lah, Lo sendiri kan yang kayak gitu. Orang gue nanya baik - baik juga." Kata Kelvin. "Iyaaa. Gue di sini yah karena daerah rumah gue juga arahnya kesini, dan gue singgah disini mau beli obat merah tau, mau gue obatin nih luka gue yang tadi." "Nahh, gitu dong. Jangan langsung nge gas gitu, lebih kalem kan lebih cantik. Hahaha.." Kata Kelvin sedikit senyum. "Apaan sih." Kata Carol tertunduk senyum. Setelah Carol menyelesaikan pembayarannya, dia pun keluar dari mini market tersebut dan duduk di tempat duduk yang sudah di sediakan di depan mini market tersebut. Carol bermaksud ingin membersihkan dan mengobati lukanya saat itu juga. "Nggak gitu caranyaaa." Kata Kelvin mengambil kapas yang ada ditangan Carol. "Sini biar gue bantuin. Tahan yah, ini sedikit perih." kata Kelvin lagi. Kelvin membantu membersihkan luka - luka yang ada ditangan dan di wajah Carol. Carol yang melihat tingkah Kelvin tersebut hanya bisa tercengang heran dan memperhatikan wajah Kelvin. Dan di dalam hati Carol mengucapkan "ya ampun kok orang ini ganteng banget sih." "Hoii, ngeliatin apaan sih? Ada kotoran yah dimuka gue?" Tanya Kelvin yang melihat Carol hanya terdiam memandangi wajahnya. "Ah, nggak. Duhh sakit banget tauu, btw makasih yah Vin udah mau bantuin gue." Kata Carol mengalihkan pembicaraan Kelvin. "Iya sama - sama. Lain kali jangan seperti ini lagi, kasian wajah dan tangan yang udah mulus gini di kasih luka - luka goresan. Udah kayak preman pasar tau." Kata Kelvin membereskan perlengkapan yang dipakai mengobati tadi. "Temen - temen lo tuh yang kayak preman pasar." Kata Carol. "Kalau lo nggak mancing mereka, mereka nggak bakal seperti itu kok. Lagian kenapa sih "Lo kayaknya benci banget sama Kirana? Emangnya Kirana salah apa sama Lo? Yahh, kalau Lo nggak mau cerita juga nggak papa kok." Tanya Kelvin. "Gue nggak tau kenapa gue kayak gini Vin. Mungkin gue iri aja sih sama Kirana, dia bisa punya orang - orang yang sangat sayang sama dia, dia punya Karel, dia cantik, baik, kaya, pintar, dan sangat disukai semua orang. Dia bagaikan putri di negeri dongeng tau nggak sih. Sepertinya dia tidak mempunyai kekurangan sedikit pun, tidak ada masalah dihidupnya. Makanya pas sekarang dia buta kayak gitu, gue seneng banget. Akhirnya dia menderita juga, dan penderitaannya tuh sangat parah, sampai buta seperti itu. Belum lagi yang menyebabkan matanya buta, yahh pacarnya sendiri." Kata Carol menjelaskan semuanya. "Tunggu - tunggu deh, lo tunggu disini sebentar yah. Gue masuk ke dalam, sebentar saja." Kata Kelvin berlari masuk ke Mini market. Kelvin masuk untuk membeli, beberapa cemilan untuk mendengarkan cerita dari Carol. "Nih Lo minum dulu, dan makan cemilannya. Lo pasti laperkan?" Kata Kelvin menyodorkan minuman dingin ke Pipi Carol.  "Dingin tau Viinn issshh." Teriak Carol memegangi pipinya. "Terus gimana - gimana?" Tanya Kelvin duduk kembali ke kursinya. "Apanya yang gimana sih? Kan gue udah ceritain semuanya ke Elo, kenapa gue nggak suka sama Kirana." Kata Carol. "Carol maaf yah, kalau gue lancang. Gini... semua orang pasti punya pesonanya sendiri, lo jangan hanya melihat Kirana sesempurna itu. Di dunia ini nggak ada orang yang sempurna, dan gue yakin Lo juga pasti punya pesona lo sendiri. Coba deh Lo nggak usah sirik sama Kirana, dan Lo fokus untuk diri kamu sendiri, berusaha jadi orang yang lebih baik. Bukan untuk disukai sama semua orang, tapi untuk kamu bisa menyukai diri kamu sendiri, Lo pasti bakalan bahagia tanpa harus memikirkan hal yang nggak penting. Pasti banyak kok orang yang lebih memperhatikan dan mau berteman denganmu kalau kamu jauh lebih baik." Kata Kelvin dengan wajah yang sangat serius. "Hmm iya Vin.. nanti gue coba fikirin apa yang barusan Lo sampaikan ke gue." Kata Carol lalu meminum minumannya. "Pokoknya lo jangan berfokus untuk di sukai semua orang, lo harus jadi diri lo sendiri, kan lo juga cantik. Okeeyyy??" Kata Kelvin sambil memakan snack yang tadi dia beli. "Makasih banyak yah Kelvin. Oh, iya lo sendiri ngapain di mini market sini? Emang daerah rumah lo disini?" Tanya Carol. "Oh nggak, gue mau mampir di rumahnya Kirana. Karena hari ini sahabat - sahabatnya nggak bisa ke rumahnya, kasian nanti dia kesepian." Jawab Kelvin. "Oh gitu, gue boleh ikut nggak?" Tanya Carol lagi. "Hah? Lo mau ikut? Tapi Lo nggak bakal ngerendahin Kirana kalau sampai sana kan?" Tanya Kelvin dengan wajah curiga. "Nggak, gue janji gue nggak bakalan ngomong jelek ke Kirana." Jawab Carol. "Janji yah? Awas aja kalau lo ingkar janji." Kata Kelvin dengan tegas. "Iya gue janji Viinnn. Yukss deh keburu sore." Kata Carol berdiri dari kursinya. "Okeyy." Kata Kelvin. Kelvin dan Carol bergegas menuju mobil mereka, dan menuju ke rumah Kirana. - Rumah Kirana - Sesampainya dirumah Kirana, Mama Kirana lah yang membukakan pintu. "Loh Kelvin, masuk nak." Kata Mama Kirana. "Tunggu tante, Aku kesini sama Carol." Kata Kelvin dengan ragu. "Hah, kok sama Carol??? Kamu kan tau kalau Car..... "Nggak kok tante, Carol nggak bakal ngomong jahat sama Kirana. Carol janji." Kata Carol yang muncul dari balik pintu. Mama Kirana masih bertanya - tanya dan masih ragu. Tapi akhirnya dia juga mengizinkan Carol masuk. "Tunggu sebentar yah, Tante panggilkan Kirana dulu." Kata Mama Kirana. "Iya tantee." Kata Kelvin dan Carol bersamaan. Kirana pun turun, dia sudah diberitahu sama Mamanya siapa yang datang. Kirana sih biasa - biasa saja, karena sudah sering mendengarkan cemoohan dari Carol. - Kirana Pov - "Ya Ampun Kiranaaaa. Kok bisa gini sih? Kamu nggak papakan?" Teriak Carol. "Hei hei, pelan - pelan nanyanya itu Kirana kaget gilee." Seru Kelvin. "Eh iya iya maaf. Maaf yah Kirana, gue shock aja ngeliat Lo langsung. Selama ini kan gue cuma denger cerita dari orang - orang." Kata Carol. "Iya nggak papa kok Carol. Tapi aku kaget deh Lo tiba - tiba datang ke rumah aku, dan bareng Kelvin lagi." Kataku sangat heran. "Tadi kita tuh nggak sengaja ketemu di mini market yang nggak jauh dari sini. Terus kita cerita - cerita, aku ngasih tau Carol kalau aku mau ke rumah kamu. Terus dia pengen ikut." Kata Kelvin menjelaskan. "Iya Kirana, aku kesini pengen minta maaf sama Lo. Maafin gue yah selama ini suka berkata jahat sama Lo.  Terus tadi gue juga sempat berkelahi dengan sahabat - sahabat kamu. Maaf yah. Duhh tanganku sampai merah - merah, pegang deh Kirana. Lo ngerasain kan?" Kata Carol mengambil tangan Kirana untuk meraba tangannya. "Ya Ampun kok sampai gini amat sih. Ckckckk" Kata Kirana. "Iya nih, tadi aku melawan 4 orang. 4 vs 1, bayangin nggak? Gimana aku nggak seperti ini. Hhuhuhuu." Kata Carol. "Kan Lo juga yang mulai, mereka tuh udah nahan emosinya dari lama sama Lo, makanya tadi udah meledak aja." Kata Kelvin.  "Yaaa... hmm iya sih." Kata Carol menghela nafasnya. "Duh, maafin teman - teman aku juga yah Carol. Nanti aku marahin mereka juga." Kataku memegang tangan Carol. "Hahahah, nggak usah dimarahin. Nanti gue yang kena lagi disekolah. Sekarang lukanya udah lumayan nggak sakit kok, tadi udah di obatin sama Kelvin." Kata Carol tersenyum manis melihat Kelvin. "Hahaha lebay deh Lo Carol." Kata Kelvin tertawa. Raut wajahku berubah saat mendengar hal itu, seolah aku sangat tidak menyukai apa yang barusan ku dengar. "Eh, tunggu bentar yah. Aku panggilin bibi buat ambilin kalian minum." Kataku berdiri dengan wajahnya yang datar. Aku berjalan pelan menuju dapur, memanggil bibi. Sejenak aku tersadar, kenapa aku bisa sampai tidak suka apa yang dilakukan Kelvin ke Carol. Kelvin kan membantu Carol, duhh perasaan apa sih ini. Kok aku kesel sendiri. "Vin, minta no handphone kamu dong. Kita kan sekelas, tapi nggak punya nomor masing - masing." Kata Carol. "Oh iya nih, catet sendiri." Kata Kelvin. Aku bisa mendengar pembicaraan mereka dari dapur, dan lagi - lagi perasaan aneh yang tadi muncul. Aku kembali ke ruang tamu, ditemani Bi Sri. "Ini Mas.. Mba.. silahkan diminum dan dimakan yah apa yang sudah bibi siapkan." Kata Bi Sri. "Iya biiii... Bi Sri makin cantik aja deh." Kata Kelvin menggoda Bi Sri. "Beneran Mass? Duh bibi jadi malu." Kata Bi Sri tersenyum genit. Carol yang duduk disamping Kelvin terus saja memperhatikan Kirana, duh kasian banget sih cewek ini,  Carol bergumam didalam hatinya.  ———
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD