Curiga Lagi

1913 Words

Aku mencoba meminta tolong pada Bapak dan Ibu untuk membujuk Mas Mustafa agar tetap tinggal di sini. Namun, bukannya pertolongan yang didapat, melainkan nasihat panjang lebar yang terlontar dari keduanya. "Sudah jangan cemberut terus. Kamu sudah berkomitmen mau melanjutkan dan memperbaiki pernikahan kalian, kan? Maka tugasmu sekarang adalah patuh atas apa pun perintah suami," kata Bapak seraya mengusap kepalaku. "Kalau disuruh terjun ke jurang juga nurut aja gitu?" "Kamu ini." Ibu menjewer gemas telingaku. "Ya enggak gitu juga maksudnya, Juminten." "Jumilah, Bu," protesku dengan wajah cemberut. "Tumben mau dipanggil Jumilah. Biasanya enggak mau. Maunya sok ngota—Mila," ledek Ibu seraya tertawa kecil dan menyenggol lenganku. "Kan, nanti enggak ada yang manggil gitu lagi kalau aku udah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD