Aku menggeliat pelan, lalu mengucek mata. Sempat tertegun sejenak, lalu membulatkan mata saat menyadari wajah dia cukup dekat. Kuedarkan pandangan ke sekeliling. Merasa heran karena saat ini aku tengah berada di ranjang bersamanya. Tidur dalam satu selimut dengan posisi miring saling berhadapan. Apa aku ngigau terus naik ke sini, ya? Ah, gawat! Bisa-bisa dia ngomel lagi kalau tau. Kusibak selimut perlahan, lalu bergeser ke tepian dan turun dari ranjang dengan sangat hati-hati. Kuusap d**a seraya menghela napas lega setelah berhasil turun dari ranjang besar itu. "Bisa debat panjang lagi kalau dia tau aku ikut naik ke ranjang. Malesin banget," gumamku seraya berjalan mengitari ranjang. Kubawa baskom dan saputangan ke dapur, lalu bergegas mandi sebelum azan berkumandang. Setelah itu, aku

