bc

Mr. Midnight Agen Rahasia GodHand

book_age18+
19
FOLLOW
1K
READ
BE
time-travel
system
mafia
drama
bxg
serious
mystery
brilliant
detective
campus
city
war
like
intro-logo
Blurb

“Cinta bisa jadi misi paling berbahaya.”

Arma Dwijaya, agen rahasia elit dari Godhand, diberi misi yang tak biasa, menyusup sebagai mahasiswa hukum demi membongkar sisi gelap organisasi medis paling berkuasa di negeri ini: KDI.

Target pendekatannya adalah Devi, seorang dokter gigi yang ternyata putri dari dua tokoh penting ibunya pemilik rumah sakit ternama, dan ayahnya seorang advokat berpengaruh. Tanpa Devi sadari, ia sedang ditarik perlahan ke dalam permainan rahasia yang bisa menghancurkan keluarganya… dan hatinya.

Tapi Arma tak pernah menyangka bahwa di balik penyamaran dan strategi, perasaannya akan ikut terlibat.

Bersama tim lamanya Mr. Midnight, yang terdiri dari lima agen spesialis dengan masa lalu misterius, Arma harus melawan konspirasi, pengkhianatan, dan pilihan yang mengoyak hati.

Dan ketika misi berakhir, apa yang tersisa hanyalah perpisahan… dan kenangan yang terlalu dalam untuk dilupakan.

chap-preview
Free preview
Bab 1. Dikejar Polisi
Arma, seorang pria berusia 25 tahun, berlari secepat mungkin melalui jalan-jalan sempit kota. Ia telah menjadi buronan polisi selama beberapa minggu terakhir, tetapi apa yang tidak diketahui oleh polisi adalah bahwa Arma sebenarnya diburu oleh organisasi pembunuh bayaran yang kuat. "Kita harus menangkapnya!" seru Polisi Brian kepada rekannya, Polisi Brandon. "Ya, tapi kita harus berhati-hati," jawab Brandon. "Arma bukanlah orang biasa. Ia memiliki kemampuan yang sangat tinggi." Mereka berdua berlari mengejar Arma, yang semakin jauh dari mereka. Arma tahu bahwa ia harus berlari secepat mungkin jika ingin tetap hidup. Tapi sialnya dia berlari ke arah gang buntu yang menyebabkan tertangkap oleh polisi. Setelah tertangkap, Arma, Brian, dan Brandon masuk ke dalam mobil Brandon. Brandon menyetir, sementara Brian dan Arma duduk di belakang. Brandon sempat melihat ke cermin belakang dan berkata kepada Brian, "Hei Brian, kalo dilihat-lihat, mata kalian berdua hampir sama ya. Mungkin dia saudaramu, ha... ha..." Brandon sambil tertawa. Brian menatap Arma dengan ekspresi yang serius, lalu menjawab, "Lelucon yang bagus, Don, tapi saudaraku sudah meninggal 25 tahun yang lalu." Arma merasa terkejut dengan jawaban Brian. Ia tidak mengerti apa yang sedang terjadi, tapi ia merasa ada sesuatu yang aneh. Dalam hati Arma memikirkan, “brian? Aku kaya pernah denger nama itu, apa mungkin dia mantannya gesi.” Lalu arma berkata ke brian, “apa kau kenal dengan gesi?” Brian langsung kaget mendengar nama itu, tetapi dia diam dan tidak berkata apapun. Ia hanya menatap ke depan, seperti tidak ingin menghadapi Arma. Arma merasa heran dengan reaksi Brian. Ia tidak mengerti apa yang sedang terjadi, tapi ia merasa ada sesuatu yang aneh. Brandon, yang tidak menyadari apa yang sedang terjadi, bertanya, "Apa yang terjadi?" Tapi sebelum Arma atau Brian bisa menjawab, mobil mereka berhenti di depan kantor polisi. Arma ditahan sementara dikantor polisi lalu ditanya oleh brian dan berkata, “dari mana kamu tau tentang gesi? Apa kau mengenalnya.” Arma menjawab dengan bohong, “iya aku dulu teman sekolahnya, kenapa kamu tidak datang waktu pernikahannya?” ”buat apa, yang ada hanya menambah luka lebih dalam.” Kata Brian sambil menghela napas. ”meskipun dia sudah menikah tapi dia tetap memikirkanmu lo.” Sahut Arma dengan nada rendah. Brian terkejut dengan jawaban Arma. Ia tidak mengerti bagaimana Arma bisa tahu tentang hubungannya dengan Gesi. “Bagaimana kau bisa tau sejauh itu.” Tanya Brian. "Kadang secara tidak sengaja aku bertemu dengannya saat keliling berjualan, dan menghampiriku," kata Arma dengan santai. Brian merasa tidak nyaman dengan jawaban Arma. Ia merasa seperti Arma sedang mencoba menggali informasi tentang dirinya. "Apa yang kamu inginkan dari aku?" tanya Brian dengan nada yang sedikit keras. Arma tersenyum dan berkata, "Aku hanya ingin tahu apa yang terjadi antara kamu dan Gesi." Brian merasa tidak yakin apakah harus mempercayai Arma atau tidak. Tapi ia merasa seperti Arma sedang mencoba membantu dirinya. Arma mengatakan, “dia bercerita kalo melihat mataku dia selalu teringat dengan mantannya yang polisi itu, padahal dia sudah punya suami.” “apa dia bahagia dengan pernikahannya?” Tanya Brian penasaran. “aku gatau, tapi kelihatannya suaminya terlalu cuek dan sering menelantarkannya.”jawab Arma dengan nada rendah. Brian yang sedikit terbawa emosi sambil mengepalkan tangannya bicara dalam hati, “kurang ajar berani beraninya dia melakukan hal seperti itu.” Brian berkata kepada arma, “yaudah stop jangan bahas dia lagi.” Brian pergi meninggalkan Arma. Ia merasa sedih dan kecewa karena Brian tidak mau mendengarkan lagi tentang Gesi. Didalam hati Arma berkata, "Asal kau tahu ya, gara-gara dia, aku jadi hancur seperti ini. Kehilangan masa depan dan kebahagiaanku." Arma merasa seperti ia telah kehilangan segalanya karena Gesi. Ia merasa sedih dan marah karena Gesi telah menghancurkan hidupnya. Tiba-tiba, Arma mendengar suara langkah kaki Brian yang kembali ke ruangan. Ia menatap Brian dengan rasa penasaran. Brian berkata, "Aku minta maaf atas perilakuku tadi. Aku tidak bisa mengontrol emosiku." Arma tersenyum dan berkata, "Tidak apa-apa, aku mengerti." Tapi didalam hati Arma, ia masih merasa sedih dan kecewa. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Arma duduk termenung di ruang tahanan, menunggu kedatangan pengacaranya. Ia tidak bisa tidak mengingat masa lalunya, saat-saat yang indah dan menyakitkan. Ia mengingat saat-saatnya dengan Gesi, mantan pacarnya yang sekarang sudah menikah. Ia mengingat bagaimana Gesi pernah mencintainya dengan sepenuh hati, tapi kemudian meninggalkannya. Arma merasa sedih dan kecewa saat mengingat masa lalunya. Ia tidak mengerti mengapa Gesi bisa meninggalkannya begitu saja, tanpa mempertimbangkan perasaannya. Tapi kemudian, Arma mengingat Brian, polisi yang menangkapnya. Ia mengingat bagaimana Brian bereaksi saat mendengar nama Gesi, bagaimana ia terlihat sedih dan marah. Arma merasa penasaran tentang hubungan Brian dan Gesi. Ia tidak mengerti apa yang terjadi antara mereka, tapi ia merasa seperti ada sesuatu yang lebih dalam dari yang terlihat.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

(Bukan) Istri Simpanan

read
51.2K
bc

Jodohku Dosen Galak

read
31.0K
bc

Troublemaker Secret Agent

read
59.1K
bc

Takdir Tak Bisa Dipilih

read
10.2K
bc

Kusangka Sopir, Rupanya CEO

read
35.7K
bc

Pacar Pura-pura Bu Dokter

read
3.1K
bc

Desahan Sang Biduan

read
54.0K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook