Jebakan Juragan Saiful

1319 Words
“Bagus Sayang, kata-kata itu sangat merdu saat keluar dari bibirmu ini.” “Jadilah wanita simpananku!” Kedua mata Salsa melotot dan berusaha kuat dari cengkeraman Saiful tetapi tatap tidak bisa. “Cuih! Salsa meludah tepat di wajah Saiful, seketika Saiful melepaskannya. “Dasar wanita tak tahu diri!” “Plak!” sebuah tamparan berhasil mendarat di pipi Salsa sehingga begitu perih. Salsa merintih kesakitan dan memegang pipi dengan tangannya. “Kamu berani menolak aku?” baru kali ini ada wanita yang berani menolak aku, baiklah kamu tidak bisa memakai cara kelembutan berarti kamu harus di paksa. Salsa ingin melarikan diri tetapi tubuhnya kembali di peluk. Dengan beringas Saiful ingin menyentuhnya, tetapi Salsa tidak ingin tangannya Saiful bergerak lebih banyak, sehingga dia pun mengambil ancang-ancang untuk menendang bagian bawahnya. Dan benar saja, Saiful merintih kesakitan, kedua tangannya memegang dan membungkuk menahan rasa nyeri di bagian itu. “Rasakan itu, jangan pernah lagi untuk menyentuhku seperti itu, dan kamu tahu sendiri akibatnya,” ucap Salsa dengan nada emosi. Salsa pun meninggalkan Saiful yang masih merintih kesakitan luar biasa. “Awas kamu Salsa , kamu akan menyesal sudah membuatku sepeti ini dan kamu akan menanggungnya!” teriak Saiful kencang. Saiful masih menahan kesakitannya. Sambil berjalan pelan dia pergi ke ruang administrasi. “Selamat pagi, Mbak.” “Selamat pagi, ada yang perlu saya bantu, Pak?” “Begini, saya ingin membayar biaya rumah sakit atas nama Sulthan dan istrinya yang bernama Salsa Sasmitha Rahardjo, bisa nggak Mbak, tetapi saya mau kamu jangan memberitahukan istrinya kalau saya yang bayar,” jelas Saiful. “Oh begitu terserah Bapak saja, sebentar saya cetak bukti pengeluaran dan kuitansi nya.” Wanita itu mencetak laporan biaya rumah sakit Sulthan setelah itu Saiful membayarnya cash. “Akhirnya aku bisa membalas sakit hatiku dengan kamu Sulthan karena telah mengambil Salsa dari aku ,” ucapnya dalam hati. Dia lalu mengeluarkan ponselnya dan mengetik sesuatu dan mengirim pesan. [Cepat, singkirkan dia] *** Salsa keluar mencari bantuan, pikirannya sangat buntu dia tidak tahu harus pergi ke mana untuk bisa mendapat uang itu. Jumlah yang besar baginya. Tanpa sadar Salsa bukan pergi kuat rumah sakit, ternyata dia ada diatas atap gedung rumah sakit, dia pun terkejut saat udara semakin kencang menusuk tubuhnya. “Apa, di mana ini?” Salsa mengamati sekeliling, dia lalu kali menangis dan berteriak histeris. “Bapak, Salsa nggak kuat lagi Pak?” Mereka jahat sama Salsa!” “Apa salah Salsa, kenapa mereka ingin sekali mempersulit hidup Salsa dan Mas Sultan?” “Kenapa Pak, Kenapa?” teriaknya sambil menangis. Saat dia menangis histeris di atas atap, tanpa sengaja dia melihat ke bawah dan memperhatikan saksama tentang sebuah mobil yang siap membawa seseorang keluar. Salsa tidak menggubrisnya tetapi dai masih penasaran siapa orang itu. Dia tidak menyadari kalau yang dia lihat adalah suaminya yang di ambil secara paksa. Setelah tenang, Salsa turun dan kembali ke kamar Sulthan sebum berpamitan untuk luar dari rumah sakit. Dan sampai di pintu Salsa terkejut tidak ada suaminya tidak ada berbaring di tempat tidur itu. Dia mencari di sudut kamar mandi, ternyata dia juga pergi untuk urusan takut ya. “Mas Sultan? Mas kamu di kamar mandikah?” tanya sembari mencari keberadaan suaminya. “Tidak ada ?” “Salsa pun bertanya kepada suster jaga dan mengatakan kalau Pak Sulthan bisa pulang dan ada yang menjemputnya,” jawab suster itu. “Kok bisa Sus, tanpa pemberitahuan dari saya dan lagian saya belum bayar sepeserpun uang jaminannya,” ucap Salsa penasaran. “Maaf Bu, di daftar kami biaya rumah sakit sudah ter bayarkan oleh seseorang tetapi dia tidak mau menyebutkan namanya,” jelasnya lagi. “Keterlaluan sekali! “ “Saya akan menuntut rumah sakit karena keteledoran yang kalian,” ucapnya dengan emosi. Salsa lalu pergi ke bagian administrasi dan kembali bertanya siapa yang telah membayarkan semua tagihan rumah sakit suaminya. Awalnya petugas itu tidak mau memberikan keterangan tetapi setalah di paksa dia baru mengatakan kalau yang membayarkan semua tagihan itu adalah Saiful yang mengatakan kalau dia adalah keluarga Salsa. “Dasar Saiful, apalagi maunya!” “Aku harus cepat mencari tahu keberadaan Mas Sulthan, dua masih lemah, apa saja bisa terjadi dengannya,” ucapnya dalam hati. “Pasti yang aku lihat di atas adalah orang itu yang membawa Mas Sulthan,” pikirnya. Salsa mencarinya walau hanya berjalan kaki. Derasnya keringat bercucuran, walau kaki ini terasa pegal dan sakit karena entah berapa jarak kilo meter sudah Salsa tempuh, tetapi keberadaan Sulthan tidak di ketahui. “Ya Allah di mana kamu Mas?” tanya dengan histeris. “Salsa!” teriak seseorang dari belakang. Salsa menoleh mencari sumber suara itu yang terdengar memanggil nama Salsa. “Linda ?” “Akhirnya kamu ketemu, cepat kita pergi ke pinggir sungai, Ayuk naik tunggu apa lagi,” ajaknya sejenak. “Ke mana, aku mencari Mas Sulthan, dia hilang dari ruang sakit ,” gerunya kesal “Justru itu aku mau kasih tahu kamu, Sultan di bawa oleh anak buahnya Doni dan yang aku dengar kalau mereka membawanya ke tepi sungai, dia dituduh mencuri, dan para warga sepertinya termakan hasutan orang,” jelasnya. Salsa panik dan segera menaiki motor matic milik Linda, rasa bercampur aduk di pikiran Salsa. “Kenapa kamu menjadi seperti ini, kenapa nggak ke rumah aku saja?” tanya Linda berteriak di atas motor. “Aku bingung dan kamu tahu sendiri anak buah Mas Doni ada di mana-mana, aku takut kamu kena masalah karena akan membantuku,” sanggah Salsa ikut berteriak. “Kamu itu aneh, Sa, aku ini temanmu dan kamu juga sering bantu aku, kalau bukan karena bapak kamu yang memberikan pekerjaan untuk bapak aku, mana. Mungkin aku bisa kuliah seperti kamu, kamu harus tahu kami sekeluarga pasti bisa membantu kamu.” “Nggak usah Lin, aku tahu itu tetapi aku hanya tidak mau ada masalah lagi, aku tidak mau cari ribut dengan Pakdhe Tejo, aku ingin membuktikan kalau tanpa bantuan orang itu kami bisa bertahan, tetapi saat aku mau mencari uang untuk tagihan rumah sakit petugas itu bilang kalau Juragan Saiful sudah membayarnya dan mereka membawa Mas Sulthan,” jelasnya. Sampai di sebuah lapangan terlihat Sulthan sudah babak belur di hakimi masa. Salsa berteriak kencang dengan perbuatan yang mereka lakukan. “Kenapa kalian ingin menyakiti Mas Sultan, siapa kalian yang berhak memberikan hukuman, apakah kalian tahu dari mana?” teriak Salsa dan menghampiri suaminya yang sudah tidak bertenaga lagi. “Kami tidak peduli, dia telah mencuri kalung milik Juragan Saiful,” teriak salah satu warga. “Tidak Mas tidak mencuri,” ucap Sulthan pelan. “Dasar keterlaluan, saya bisa menyeret kalian ke kantor polisi untuk kasus penganiayaan, dia di bawa paksa oleh anak buah Mas Doni dari rumah sakit , apa saya perlu membuktikannya?” teriak Salsa. Semua tampak diam. Mereka pun satu persatu meninggalkan lapangan, hanya dengan kode para warga pergi menyisakan Juragan Saiful, Doni, Pakde Tejo dan beberapa anak buahnya. Setelah di rasa cukup aman, anak buah Doni memisahkan mereka berdua setelah itu Doni dan Saiful menyiramkan bensin ke seluruh tubuh. Salsa terkejut dan kembali berteriak histeris tetapi dia tidak bisa membantunya. “Lebih baik kamu mati, Sulthan mungkin cara ini kamu bisa pergi selama-lamanya,” ucap Doni dengan semangat menyiramkan bensin itu. Saat ingin api itu menyambar Salsa dengan sekuat tenaga menendang dua orang yang memegangnya lalu terjun ke sungai bersama Sulthan dengan memeluknya. “Aku akan selalu bersamamu, Mas, aku tidak akan meninggalkan kamu, ke mana pun kamu pergi aku akan selalu ada untukmu.” Sulthan tersenyum dan masuk ke dalam sungai yang dalam, mereka pasrah jika harus merenggang nyawa bersama-sama. *** Sulthan terbangun dalam keadaan banyak luka. Pandangannya samar-samar melihat sekeliling yang berwarna putih. Semua tubuhnya terbalut perban. “Aku di mana? Augh sakit!” rintih Sulthan pelan. “Akhirnya kamu sadar Sulthan, terima kasih Tuhan, kamu sudah kembali.” “Aku tidak percaya bisa bertemu kamu lagi, aku harus segera memberitahukan Kakek Baskoro kalau cucunya yang hilang sudah ada bersama kita,” ucap orang itu dengan bersemangat.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD