Pertemuan pertama
Bismillahirrohmanirrohim.
"Arhk!"
"Tolong, tolong, tolong."
Seorang gadis berpakian syar'i terus berlari sambil berteriak meminta tolong, suasana langit di malam hari begitu tamaram, membuta semua orang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.
Tentu saja teriakan gadis itu tak didengar oleh orang lain, karena jalan yang saat ini dia lalui sepi sekali, seperti tak berpenghuni.
Gadis itu terus berlari, dari kejaran beberapa preman yang berusaha ingin mencelakai dirinya, dia berlari menjauh sebisa mungkin agar tidak ditangkap oleh ketiga preman itu.
"Ya Allah, tolong selamatkan Farida." doanya.
Gadis yang bernama lengkap Ayana Farida Queena itu terus saja berlari.
Entah sudah sejauh mana dia berlari, gadis yang kerap disapa Farida itu baru saja pulang kerja.
Tapi malam ini tidak seperti malam biasanya dia pulang kerja, jika biasanya pulang malam pun dia akan baik-baik saja, malam ini tidak, tak tau kenapa tiba-tiba saja dia dikejar-kejar oleh 3 preman.
Padahal Farida sudah biasa melewati jalan itu setiap pulang kerja, semua baik-baik saja. Mungkin malam ini Farida kurang beruntung.
Farida menoleh kebelakang, dia melihat ketiga preman itu sudah menyusul dirinya. Secepat kilat Farida mencari tempat persembunyiaan, agar dia tidak ketahuan oleh para preman itu.
"Bismillah, Ya Allah semoga disini aman." ucap Farida.
Dia bersembunyi di dekat tembok yang sangat sempit, untuk menghindari para preman-preman itu.
"Disini saja Insya Allah aman."
Bertepatan saat Farida berhasil sembunyi ketiga preman itu, sampai di dekat Farida.
"Sial!" kesal para preman itu.
"Cepat sekali gadis itu larinya, cari dia! Gue yakin gadis itu masih di sekitar sini."
"Baik bos." jawab kedua preman lainnya.
Deg!
Tubuh Farida bergetar hebat kala para preman itu masih mencari di sekitar tempat persembunyian Farida. Sekuat tenaga Farida menahan tubuhnya sendiri agar tidak tumbang, rasa takut dan was-was campur jadi satu dalam diri Farida.
"Ya Rabb, Farida mohon keajaiban dari Engkau." doa Farida dalam benaknya.
Ketiga preman itu masih terus mencari keberadaan Farida, perlahan tapi pasti orang yang dipanggil bos dari kedua preman tadi mendekati arah persembunyian Farida.
Deg!
Farida memejamkan matanya dia begitu takut sekali tempat persembunyiannya ketahuan.
"Ya Allah, Farida pasrahkan semuanya pada Engkau."
Sudah hampir 20 menit Farida berada di gang sempit itu, para preman itu belum juga pergi.
Gadis itu sudah sangat lelah, dia sudah tak kuat lagi, ketahuan atau tidak dia sudah pasrah, biar Allah lah yang menolong dirinya nanti.
"Bos." panggil satu preman lainnya.
Tinggal beberapa langkah lagi preman itu mendekati tempat persembunyian Farida, tapi dia urungkan karena mendapat panggilan dari anak buahnya.
Segera preman yang dipanggil bos itu menghampiri kedua anak buahnya untuk menanyakan hasil pencarian mereka.
"Bagaimana apa gadis itu sudah ditemukan?"
"Belum bos." jawab keduanya takut.
"Arkh! Mengejar satu gadis saja kalian tidak becus! Cari dia di tempat lain, sampai ketemu!" marah si bos.
"Baik bos!" jawab keduanya kompak.
Akhirnya ketiga orang itu meninggalkan tempat dimana mereka mencari Farida tadi. Farida menghela nafas lega, kala ketiga preman itu sudah pergi.
"Alhamdulillah." ucapnya.
Farida segera keluar dari tempat persembunyian dirinya, dia sudah merasa sangat pengap, ditambah lagi Farida begitu lelah sepulang kerja, langsung berlarian tidak jelas, padahal biasanya dia jam segini sudah istirahat di apartemen miliknya.
"Huh! Aku lelah sekali." ucap Farida.
Farida segera meninggalkan tempat itu, tanpa Farida sadari seorang preman melihat keberadaan dirinya, karena preman itu tak sengaja menoleh ke belakang.
"Bos itu orang yang kita cari." ucap preman yang melihat keberadaan Farida.
Deg!
Farida menoleh ke belakang, dia melihat ketiga preman itu sudah kembali melangkah mendekat ke arah dirinya.
Deg!
"Astagfirullah, inalilahi wainalilahi rojiun." ucap Farida.
Dia segera berlari untuk kembali menghadiri para preman itu, aksi kejar-kejaran kembali terjadi antara ketiga preman itu dan Farida.
"Ya Allah, padahal Farida sudah sangat lelah." ucapnya lirih.
Menggunakan sisa tenaganya yang masih ada Farida berusaha mencari tempat yang terang siapa tahu ada orang yang bisa menolongnya.
Farida yakin sekali jika Allah akan memberikan keajaiban pada dirinya, melalui siapa saja yang Allah kirim untuk menolongnya.
Farida terus menoleh ke belakang untuk memastikan jika para preman itu masih jauh, dari arah yang berlawanan tempat Farida lewati, seorang laki-laki tengah fokus pada layar hpnya.
Duk!
Keduanya tidak sadar, jadi saling menabrak satu sama lain, "Astaghfirullah hal-adzim." ucap keduanya bersama.
"Maaf." lagi-lagi kedua orang itu kembali bersuara bersama.
"Akhirnya kamu ketemu juga gadis kecil." ucap ketiga preman itu sambil menyeringai menatap Farida.
Deg!
Farida menoleh ke belakang, benar saja ketiga preman itu sudah berada di hadapan dirinya dan seorang laki-laki yang tak sengaja Farida tabrak.
"Mau lari kemana kamu gadis kecil."
Farida diam tak bergeming, kepalanya sudah terasa sedikit pusing, tapi dia masih bisa menahan sakit kepala itu sekuat yang dia bisa.
"Mas, tolong saya, saya mohon." ucap Farida pada laki-laki yang berada di sebelahnya.
Ya orang yang tak sengaja Farida tabrak tadi merupakan seorang laki-laki, laki-laki itu menaikan sebelah alisnya.
"Mas tolong saya, saya tidak tau siapa mereka, dan apa sebabnya mereka mengejar saya juga, saya tidak tau, saya sudah tidak kuat lagi, kepala saya sakit sekali, mas tolong selamatkan saya." ucap Farida penuh permohonan.
"Kamu serahkan perempuan itu pada kami!" ucap bos dari preman itu.
Bruk!
Farida ambruk, karena dia sudah tak kuat lagi, beruntung laki-laki yang berada di sebelah Farida cepat melongong dirinya.
"Kalian siapa? Berani mengganggu dia?" tanya orang itu.
'Astagfirullah, Ya Allah maafkan Fatih sudah bersentuh dengan yang bukan mahram Fatih, umi abi maaf, tapi kasih perempuan ini.' batin laki-laki yang bernama Fatih.
"Banyak bacot, serang!" suruh bos preman itu.
Mereka menyerang Fatih secara bersama, sementara itu Farida masih berada disisi Fatih dengan keadaan pingsan. Hebatnya Fatih dapat menghadiri semua serangan dari ketiga preman itu.
Duk!
Duk!
Duk!
Fatih menendang kuat perut ketiganya secara bergantian, sampai ketiga preman itu terkapar tak berdaya.
"Huh, syukurlah, Alhamdulilah." ucap Fatih, setelah dia berhasil mengalahkan ketiga preman tadi.
Lalu Fatih menatap ke arah Farida yang masih pingsan, "Umi, abi maafkan Fatih, Fatih hanya mau menolong gadis itu, bismillah." ucapnya sambil menggendong Farida ke mobilnya.
Setelah berhasil meletakkan Farida di dalam mobilnya, Fatih kembali keluar menunggu Farida bangun, sedari tadi laki-laki itu tak hentinya mengucapkan istighfar, dia tau dia sudah bersalah.
Tes!
Tak terasa cairan bening menetes begitu saja dari pelupuk mata Fatih, "Astagfirullah," ucapnya.
Dia bukan menangisi Farida, tapi menangisi dirinya sendiri yang sudah menyentuh perempuan lain yang bukan maharamnya.