Setelah berhasil mendapatkan petunjuk pertama di depan apartemen baru itu, Rizal dan Anton kembali fokus mengikuti sedan mewah di depannya. Anton berusaha menjaga jarak aman, sesekali menyalip mobil lain agar tidak kehilangan jejak di jalan raya yang mulai lengang menuju pusat kota. Namun, pandangan Anton terhenti pada sebuah SUV berwarna gelap, yang terasa terlalu dekat. Dan bukan hanya dekat, tapi seolah-olah menjaga ritme yang sama persis dengan mereka, mengikuti setiap perubahan kecepatan dan lajur mobilnya. Dengan kewaspadaan yang tinggi Anton mencoba memancing dengan mengurangi kecepatan sedikit, berharap SUV itu akan mendahului. Tapi mobil itu malah ikut mengurangi kecepatan, lalu kembali menjaga jarak. "Ada yang enggak beres," bisik Anton, suaranya penuh kecurigaan. Rizal, ya

