Pagi-pagi sekali Rayna berlari ke musala rumahnya. Nampak Surya sedang mengimami Sonia dan dua pembantu di rumahnya. Rayna mundur kembali, dia memang sedang halangan, sehingga tidak bisa mengikuti salat berjamaah. Rayna harus menunggu mereka menyelesaikan kewajiban kepada Sang Pencipta terlebih dahulu. Lima belas menit menunggu, hingga benar-benar selesai dari salat dan bermunajat, Rayna yang melenggut tersadar saat Sonia memanggilnya dan ikut duduk di sofa depan musala. “Kok tidur di sini?” tanya Sonia. “Nungguin Bunda. Semalam Mey ngasih tahu kalau Kalila sudah siuman.” “Apa?” Sonia segera bangkit. “Alhamdulillah.” Dia kembali masuk ke musala untuk melakukan sujud syukur. Suaminya yang masih terduduk di sana segera melakukan hal serupa. Dia mendengar dengan jelas perkataan anak sulun

