Inikah Cinta?

1215 Words
"Selanjutnya, atas permintaan Tuan Rumah. Kepada saudara Fatan, dipersilakan menuju pentas, untuk membawakan lagu dengan suara emasnya." Suara MC pun dengan semangat memanggil Fatan. Azela jadi semakin deg-degan. Ah, kenapa ia harus terperangkap di sini? Lagi pula Fatan ada-ada saja mengajaknya berduet. Sebelumnya, kan, Azela tidak pernah bernyanyi, kecuali sedang bosan di kamar mandi. "Ayo, Zila," ajak Fatan. Azel tersentak, ia menghela napas sebentar lalu bangkit. Tangannya pun digandeng oleh Fatan. Riuh tepuk tangan para tamu undangan pun semakin membuat jantung Azela berdetak cepat. Ah, dia tidak tahu, apakah nanti penampilannya mengecewakan dan memalukan Fatan. "Saya mau duet, Mas," ucap Fatan pada sang pemain keyboard. Azela hanya diam menunggu di atas pentas. Matanya seakan tak berani menatap ke depan, karen puluhan pasang mata tengah menjadikannya pusat perhatian. Musik pun mulai mengalun. Fatan pun sudah bersiap dengan mic-nya. Ia juga memberikan satu mic lainnya pada Azela. Gadis itu hanya diam menunduk, seakan tidak percaya diri. Fatan yang menyadari itu, lalu menggenggam tangan Azela. "Untuk lagu pertama, kamu cukup temani aku. Lagu kedua baru kita duet, ya." Azela mengangguk singkat. "Berdebar rasa di dada Setiap kau tatap mataku Apakah arti pandangan itu menunjukkan hasratmu Sungguh aku telah tergoda saat kau dekat denganku Hanya kau yang membuatku begini Melepas panah asmara." Fatan menghadap sepenuhnya ke arah Azela, menatap penuh tepat di bola mata gadis itu. "Sudah katakan cinta Sudah kubilang sayang Namun kau hanya Diam tersenyum kepadaku Kau buat aku bimbang Kau buat aku gelisah Ingin rasanya kau jadi milikku." Seolah-olah, itu adalah isi hati Fatan sesungguhnya dan apa yang ada di lirik tersebut juga baru terjadi. Di mana Fatan mengungkapkan perasaannya. "Ku akan setia menunggu Satu kata yang terucap Dari isi hati sanubarimu Yang membuatku bahagia." Ternyata benar. Dugaan Azela tak salah, pasti lagu ini adalah sebuah kode Fatan untuknya. "Sungguh aku telah tergoda Saat kau dekat denganku Hanya kau yang membuatku begini, melepas panah asmara." Azela hanya diam membisu sambil menatap Fatan yang semakin menghayati lagunya. Azela benar-benar tak mengerti jalan pikir Fatan, kata Azila mereka baru bertemu dua kali. Lalu, Fatan bilang mereka sudah pernah bertemu waktu kecil, dan sekarang tiba-tiba Fatan mengutarakan perasaannya. Segampang itukah buat seorang Fatan jatuh cinta? Bukankah, Azila pernah cerita jika Fatan sangatlah dingin dan tak peduli terhadap cinta-cintaan. Satu lagu pun sudah habis dinyanyikan oleh Fatan. Saatnya, lagu kedua ... yang mana Azela akan ikut serta, berduet bersama Fatan. "Mau nyanyi lagu apa?" tanya Fatan. Azela pun hanya membisikkan pada Fatan. Cowok itu mengangguk, lalu mengatakan pada pemain keyboard. Musik kembali berdenting, kali ini lebih terasa mengguncang panggung. "Saat kujumpa dirinya Di suatu suasana Terasa getaran dalam dada Kucoba mendekatinya Kutatap dirinya Oh dia sungguh mempesona Ingin daku menyapanya Menyapa dirinya Bercanda tawa dengan dirinya Namun apa yang kurasa Aku tak kuasa Aku tak tau harus berkata apa." Suara Azela dan Fatan pun serentak saat menyanyikan lagu itu. Semua penonton pun bertepuk tangan riuh meyambut. "Inikah namanya cinta Inikah cinta Cinta pada jumpa pertama." --Fatan song. "Inikah rasanya cinta Inikah cinta Terasa bahagia saat jumpa Dengan dirinya." --Azela song. "Kujumpa dia berikutnya Suasana berbeda Getaran itu masih ada Aku dekati dirinya Kutatap wajahnya Oh dia tetap mempesona Ingin daku menyapanya Menyapa dirinya Bercanda tawa dengan dirinya Namun apa yang kurasa Aku tak kuasa Aku tak tau harus berkata apa." Mereka kembali menyanyikannya bersama. "Inikah namanya cinta Inikah cinta Cinta pada jumpa pertama Inikah rasanya cinta. Oh, Inikah cinta? Terasa bahagia saat jumpa Dengan dirinya." "Rindu terasa Dikala diri ini ingin jumpa Ingin s'lalu bersama Bersama dalam segala suasana." Setelah itu mereka kembali mengulang reff lagu. Saat bernyanyi, kedua tangan mereka tak lepas saling menggenggam. Saling melirik satu sama lain. Mungkin saja itu juga lagu mewakili isi hati keduanya. Apa benar, inikah cinta? Song : Panah Asmara—Afgan. Inikah Cinta—Smash. *** Di lain tempat, di mana Azila dan Hannan juga sedang saling bergenggaman tangan—menunggu hasil pengumuman sang juara pada malam ini. Ya, semua peserta sudah tampil dan kini saatnya pengumuman pemenang lomba penampilan with pasangan. Azila sebenarnya tidak yakin menang, karena penampilan yang lain pun sangat menarik. Lawannya cukup berat. Walaupun Azila berharap bisa memakai mahkota queen promnight itu di kepalanya. "Sebelumnya kami ucapkan terima kasih pada teman-teman yang sudah berpartisipasi mengikuti rangkaian acara sampai akhir dan sekarang tibalah waktunya ... pengumuman hasil!" Tepuk tangan dan riuh suara penonton pun menggelegar. Azila semakin deg-degan. Hannan semakin mengeratkan genggamannya. "Udah, nggak pa-pa, Zila. Kalah dan menang itu biasa," bisik Hannan. "Iya, Hannan. Kalau kalah jangan salahin Azila, ya," ucap Azila dengan nada pasrah. "Gue ikutan bukan buat menang, Zila. Tapi biar bisa sepanggung dan jadi pasangan lo malam ini," ucap Hannan yang malah tak terdengar jelas oleh Azila, karena suara MC di sana sudah merebut fokusnya. "Baik ... langsung saja, ya. Mari ... kita umumkan. Siapa ya kira-kira pemenangnya? Pemenang akan diberi gelar King and Queen Promnight dan juga perwakilan siswa! Keren, kan? Dan perlu kami ingatkan, pemilihan juara juga tergantung dengan prestasinya di sekolah!" Bisakah harapan Azila semakin bertambah? Azila sangat pintar, ia juga selalu jadi juara kelas dan sering ikut olimpiade. Hannan pun tak kalah pintar dan juga ia seorang Ketua PMR. Ah, hal itu membuat Azila semakin besar harapan. Ia takut jika ekspetasi tak sesuai dengan realita. "Baik. Langsung saja! Pemenangnya adalah ...." Azila melepaskan genggaman tangab Hannan, lalu menutup kedua telinganya, tak siap mendengarkan nama sang pemenang. "Pemenangnya adalah ... Rini dan Ikhsan! Yey ...." Tepuk riuh penonton pun semakin menggelegar, walaupun nada kecewa juga sangat banyak terdengar. Walaupun masih menutup telinga, tetapi Azil masih bisa mendengarnya. Hatinya langsung berkecamuk. Ia ... kalah? Azila kalah! Azila juga sudah membuat Hannan malu. Sepertinya Azila tak mampu lagi untuk mengangkat kepala. Siapa dua orang pemenang itu? Kenapa belum muncul juga di panggung? Akan tetapi, tunggu ... Azila merasakan ada yang aneh .... "Hahaha ... kenapa nggak ada yang protes? Nama itu, kan, nggak ada di list peserta! Cuma prank, Guys!" MC itu pun tiba-tiba tertawa, membuat semua orang mendengkus kesal. "Haha, maaf ya, Guys! Cuma mengetes fokus kalian aja. Ternyata udah banyak yang ngantuk, ya!" Azila hanya menunduk. Apa-apaan itu tadi? Bisa-bisa MC itu bercanda di saat ia sudah deg-degan setengah mati. "Udahlah, Hannan. Ayo, kita pulang!" ajak Azila, segera menarik tangan Hannan. "Tapi pengumumannya belum, Zila." "Nggak pa-pa, kita juga nggak bakal menang. Udahlah ayo!" Azila berjalan mendahului Hannan, sambil menutup kedua telinganya erat-erat. Ia tak akan ingin mendengarkan MC itu lagi. Tiba-tiba tangan Hannan menarik Azila dari belakang. Gadis itu pun menoleh malas ke arah Hannan. "Coba dengerin," ucap Hannan. "Azila Fathia dan Hannan Ar-raffid. Apakah ada?" Mata Azila melotot lebar, dengan refleks ia langsung mengacungkan tangan. Memberitahu sang MC jika ialah sang pemenang. Ialah Azila Fathia. "Dipersilakan menaiki pentas!" ujar sang MC. Azila benar-benar tak menyangka! Hannan pun kembali menggenggam tangannya dan membawa Azila menaiki pentas. Riuh tepuk tangan pun memberikan apresiasi atas kemenangannya. Mahkota King and Queen itu lalu terpasang indah di kepala Azila dan Hannan, serta selempang yang dipakaikan pada mereka oleh sang panitia. Malam ini adalah malam paling bahagia yang pernah Azila rasakan. Tiada malam sebahagia ini. Ia berhasil! Yah, ekspetasinya menjadi realita. Di sampingnya ada Hannan yang berdiri gagah dengan mahkota yang melekat indah di kepalanya. Apakah Azila sudah jatuh cinta lagi dengan pria itu? Entahlah, yang terpenting, malam ini adalah malam membahagiakan. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD