Apa kamu gapapa?

1153 Words
Di perjalanan, Tanpa sengaja Elvira bertemu dengan Raka, Ia kemudian menghentikan kendaraannya dan menghampiri Raka yang tengah asik bercanda tawa dengan sang kekasih. “Raka?” panggil Elvira dengan mata berkaca-kaca “Ada apa?” jawab Raka dengan wajah dingin dan datar “Kasih aku alasan, kenapa kamu ninggalin aku pas acara pernikahan?” “Karena gue mau, kenapa?” “Segampang itu? terus apa arti hubungan kita yang terjalin selama 4 tahun itu?” tanya Elvira yang mulai menangis “Gak punya arti apa-apa buat gue! Gue jadian sama lo karena disuruh bokap! kalo bukan karena orang tua kita sahabatan, dari awal gue gak bakalan mau sama lo!” Elvira menatap tajam Danisa yang sedari tadi memegang erat tangan Raka dan mendengarkan obrolan mereka, Ia menarik paksa tangan Danisa yang melingkar di tangan Raka. “Lepasin!” ucap Elvira Raka pun menarik kasar tangan Elvira dan menghempaskannya “Lo apaan sih? lo berani nyakitin dia, gue bisa ngelakuin lebih dari ini!” Elvira mulai menangis, “Kenapa kamu milih dia? Apa kamu gak tau, setiap hari aku nungguin kamu balik, berharap kamu bakalan minta maaf dan kita bisa lanjutin pernikahan kita.” Danisa mendorong kasar Elvira hingga ia jatuh tersungkur. “Dasar pengemis!” Danisa kemudian menarik Raka untuk pergi dan meninggalkan Elvira yang masih terduduk dengan airmata yang terus mengalir deras. *** Di lain sisi, Seorang pemuda berjalan mendekat ke arah seorang gadis yang tengah fokus menulis. “Hai, Bil?” sapa Radit “Hai,” “Kamu lagi ngapain?” “Gak, cuman lagi mempelajari materi yang ini.” terang Nabila seraya menunjuk ke arah buku “Oh, kamu rajin juga.” Nabila pun hanya tersenyum, “Cieee, yang baru jadian.” goda Agus yang tiba-tiba ada di belakang mereka “Paan sih lo,” wajah Radit pun memerah menahan malu. Agus pun berdiri dan bertepuk tangan perlahan “Perhatian semuanya!” teriak Agus Semua orang yang berada di dalam ruang kelas pun mengalihkan pandangannya ke arah mereka “Hari ini, Radit dan Nabila sudah resmi jadian. jadi, Radit bakalan traktir kita semua di kantin.” Radit membulatkan kedua matanya, Ia menarik tangan Agus “Eh, gila lo!” bisik Radit “Kenapa? Ini waktu yang tepat buat bikin Nabila kagum sama lo!’ “Eh, Keuangan gue sekarang dipegang sama is.. maksud gue orang tua gue, gue gak bisa ngambil seenaknya.” “Lah, biasa nya juga lo bisa minta kapanpun!” Agus kemudian melangkah pergi. ‘Mampus gue! Gue harus minta sama Elvira.’ batin Radit. Seorang dosen pun masuk, “Selamat pagi anak-anak, hari ini Bu Elvira berhalangan untuk hadir. Jadi, bu elvira hanya menitipkan tugas untuk kalian.” terang Dosen “Baik pak!” jawab kompak mereka ‘Tumben El gak masuk? perasaan tadi di rumah dia gapapa? Apa dia malu sama gue gara-gara kejadian tadi pagi ya?’ batin Radit *** Di suatu tempat, Elvira mencoba untuk menenangkan dirinya, Ia menangis tersedu-sedu. ‘Kenapa Raka? Apa salahku?’ batin Elvira Bayangan kenangan masa lalunya bersama Raka terus berputar di otaknya. “Berhentilah menangis!!” ucapnya pada diri sendiri Elvira terus menghapus kasar airmata yang mengalir membasahi pipinya. *** Sementara itu, Radit dan agus pun memutuskan untuk pergi ke mall. “Eh, jadinya malah kesini ya?” ucap agus terkekeh “Ini kan gara-gara lo yang seenak jidatnya bilang gue yang traktir!” Agus pun terkekeh “Sorry, gue kira lo lagi megang duit!” “Karena lo, gue jadi punya utang sama temen-temen.” “Sorry, sorry! kalau gitu, gimana kalo kita karaokean?” ajak Agus Radit mengangguk setuju, mereka pun memasuki tempat karaoke, tanpa sengaja ketika Radit melewati sebuah ruangan untuk karaoke, Ia merasa melihat sosok yang tidak asing di dalam sana. ‘Kayak ada yang nangis?’ batinnya Radit kemudian melihat ke arah pintu dengan sebuah kaca di tengahnya, Ia memperhatikan baik-baik seseorang yang ada didalamnya. “El?” ucapnya pelan Radit melihat Elvira yang tengah menangis tersedu-sedu didalam ruangan itu, sendirian. Raut wajahnya pun berubah sendu, ketika Radit hendak membuka pintu, “Dit?” panggil Agus seraya berjalan ke arahnya “Apa disitu kosong?” tanya Agus penasaran “T-tidak, disini ada orangnya.” “Oh ok, Ayo kita cari di tempat yang lain.” Radit mengangguk, Ia pun menatap Elvira kembali sebelum melanjutkan langkahnya. *** Radit yang pulang lebih dahulu, memutuskan untuk menunggu Elvira pulang. Hingga ia tertidur diatas sofa, Elvira pun kembali dini hari, Ia melihat Radit yang sudah tertidur. “Kenapa dia tidur disini?” ucapnya pelan. Elvira membawa selimut miliknya, dan menyelimuti Radit. Hari pun berganti, Radit terbangun dari tidurnya, Ia langsung bangkit dan menyadari sebuah selimut membungkus tubuhnya. “El?” seketika ingatannya langsung tertuju pada Elvira. Ia kemudian bergegas menemui Elvira di kamarnya, Namun langkahnya terhenti saat ia melihat Elvira dengan santainya melakukan olahraga “Hey!” panggil Radit “Ada apa?” tanya Elvira tanpa menatap Radit ‘Apa gue harus nanyain soal semalem ya? ah, tap mending gak usah deh! ntar disangka sok perhatian.’ batin Radit Elvira pun menatap Radit, “Ada apa? lo perlu uang?” tanya Elvira seraya mendekat ke arahnya. “Gak! gue gak butuh uang lo!” “Huh, itu bukan uang gue! Tapi uang dari kedua orang tua kita!” jawab sinis El. Elvira kemudian melangkah melewati Radit begitu saja. “Sepertinya El gapapa.” ucap pelan Radit. Ia kemudian mengikuti langkah Elvira menuju ke dapur. “Lo ngapain ngikutin gue?” “Emm, Gapapa!” Radit pun melangkah pergi ke kamarnya untuk membersihkan dirinya. *** Radit dan Elvira berangkat menuju kampus bersama, sesekali ia memperhatikan Elvira saat sedang menyetir. Wajahnya pun memerah menahan malu, saat ia memperhatikan Elvira yang terlihat keren menurutnya. ‘Bisa-bisanya kakak ninggalin Elvira?’ batinnya Radit kemudian menggeleng-gelengkan kepalanya, dan El menyadari hal itu. “Kenapa?” tanya Elvira menatap sekilas Radit “Gapapa, lo cuman keliatan sedikit berbeda, lo keliatan pamer.” jawab Radit seraya tersenyum ke arahnya. Elvira yang merasa tersinggung pun langsung melajukan kendaraannya lebih kencang dari sebelumnya. membuat Radit syok dan berpegangan lebih erat dari sebelumnya. “El, gue masih pengen hidup!” teriak Radit panik Elvira pun menginjak rem mendadak, hingga membuat Radit terantuk pada bagian dalam mobil. “Aww!” pekik Radit “Lo mau bunuh gue?” bentak Radit. Tanpa menjawab pertanyaan Radit, Elvira kemudian turun dari mobilnya. “Dia itu kalau setan di dalam dirinya keluar ya gitu, gue hampir aja dijemput malaikat maut!” ucap kesal Radit. “Ada apa dit?” ucap seseorang yang mengejutkan dirinya “Ya ampun, kamu ngagetin.” ucap radit seraya mengelus-elus dadanya. “Maaf, udah ngagetin.” ucap Nabila “Gak apa-apa, bukan kamu yang salah, tapi aku yang gampang kagetan.” jawab radit tersipu malu. Nabila pun tersenyum, Ia tiba tiba melingkarkan tangan kanannya di lengan Radit. “Ini..?” ucap Radit syok “Kenapa? Apa aku tidak boleh menggandeng pacarku sendiri?” tanya Nabila kesal “Oh, gak! Gapapa!” jawab singkat Radit.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD