Perkelahian Radit dan Andrew

1194 Words
Hari pun berganti, Radit terbangun dari tidurnya, dengan mata yang masih mengantuk, Ia mencari ponsel miliknya. “Handphone gue dimana ya?” Radit melihat ke arah sekeliling, Ia teringat semalam ia memainkan game hingga larut malam. “Ah ketemu,” Radit menemukan ponselnya dibawah bantal, Ia langsung melihat jam, Seketika matanya membulat sempurna. “Ya ampun udah jam 7, mampus gue!” Radit langsung berlari menuju ke kamar mandi. “Cuci muka aja deh, Kalau mandi kelamaan." Radit langsung mencuci mukanya, dan mengganti pakaiannya dengan mengenakan jeans berwarna dark blue dan kaos berwarna putih dengan jaket jeans berwarna senada. Sambil berlari ia mengenakan kaos kaki, tanpa sengaja ia menabrak Elvira di depannya. Brughh Mereka berdua pun jatuh secara bersamaan. “Aduh, p****t gue.” pekik Radit. Elvira langsung berdiri dan merapikan kembali pakaiannya. “Lo gak ngeliat gue segede ini?” ucap ketus Elvira, “Sorry, Gue gak tau!” radit pun mencoba untuk berdiri, Namun karena kurang seimbang, Ia akhirnya terjatuh kembali, dan tanpa sengaja menarik rok yang dikenakan oleh Elvira. Sreettt Rok elvira pun robek hingga menampakkan paha mulus miliknya. Elvira terkejut, “Apa apaan sih lo!” Elvira sontak menarik rok yang ada di tangan Radit. “Ya ampun, rok kesayangan gue.” Mata Elvira berkaca kaca. “Udahlah, timbang rok gitu doang! ntar gue ganti deh,” “Lo tuh ya! Suka banget nyepelein masalah! dasar bocah tengil!” Elvira pun melangkah pergi meninggalkan Radit. “Ckk, Dasar cewek ribet!” Radit pun melanjutkan langkah cepatnya menuju ke kampus. Sesampainya di kampus, Radit berlari cepat untuk mengejar kelas pertama. Ia pun akhirnya tiba di kelas satu menit sebelum kelas dimulai. dengan nafas terengah engah, Radit mencoba untuk mengatur nafasnya. “Lo Gapapa dit?” tanya Agus Radit melambaikan tangannya tanpa mengucapkan kata kata, karena nafasnya yang masih ngos ngosan. Agus pun membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah depan. Elvira pun muncul, Seluruh siswa membulatkan matanya melihat penampilan Elvira, “Gila! dosen kita itu tambah seksoy aja,” gumam Agus yang masih bisa terdengar oleh Radit. Radit menatap Elvira dengan tatapan tidak suka, ‘Ngapain coba dia tetep pake rok robek kayak gitu?’ batinnya. “Baiklah anak anak, hari ini kita akan mulai pelajarannya.” ucap Elvira yang mulai membuka buku pelajaran. Di tengah pelajaran, “Dit, Lo pegangin ponsel gue dong.” Agus memberikan ponselnya dengan paksa pada genggaman Radit. “Buat apaan?” “Gue mau bikin konten,” “Konten apaan?” “Pokoknya pegangin dulu aja, gue mau masang earbuds nya dulu.” Agus pun langsung menggunakan Earbuds di sebelah telinganya. “Gimana? udah oke?” tanya Agus. Radit pun mengangguk pelan, “Ingat, arahin kameranya ke arah gue, dan harus ada bu elvira di belakang gue.” Radit mengangguk, Elvira tengah asik menulis di papan tulis, tanpa ia sadari dijadikan sasaran untuk kejahilan agus. Musik pun mulai diputar, Agus menyanyikan sebuah lagu secara lipsync. “Oh sayang untukmu, aku akan melakukan apa saja, dan aku tidak percaya takdir tidak bisa mempertemukan kita, Aku akan melakukan apa saja hanya untukmu.” Agus menggerak gerakkan bibirnya tanpa keluar suara seraya menunjuk ke arah Elvira, ketika Elvira berbalik agus langsung terdiam dan pura pura membaca buku. “Dasar gila!” ucap pelan Radit. “Gimana? bagus gak? Tadi hampir saja ketahuan.” Agus terkekeh, Ia kemudian mengambil kembali ponselnya dan tanpa ia sadari, Elvira sudah berdiri di hadapannya. “Kamu lagi apa?” tanya Elvira dengan wajah sinis. Agus terkejut. “Oh, Emm tidak apa apa." Agus langsung memasukkan ponselnya kedalam tas. “Jangan mengobrol!" ucap tegas Elvira, Agus pun menelan salivanya kasar, dan mengangguk paham. “Wah, ampir aja!” ucapnya pelan, “Dasar gila!” umpat Radit, Radit kemudian melanjutkan menulisnya. Ditengah pembelajaran, Elvira berjalan mondar mandir di tengah para siswa, Pandangan Radit pun teralihkan ke arah seorang teman sekelasnya bernama Andrew, Ia terlihat tengah melakukan sesuatu dengan ponselnya. ‘Ngapain tuh anak?’ batin Radit. Radit terus memperhatikan gelagat aneh Andrew yang baru masuk kelas setelah beberapa hari ia tidak masuk. Andrew terlihat sedang mengotak atik ponsel miliknya, sekilas Radit melihat Andrew menekan fitur kamera video, Lalu Andrew meletakkannya persis dibawah Elvira saat ini berdiri. Wajah Radit berubah memerah menahan amarah. tanpa pikir panjang Ia langsung menghampiri Elvira dan menariknya dari tempat ia berdiri. Ketika Andrew hendak mengambil ponsel miliknya, Ia lebih dulu menginjak ponsel tersebut dan mengambilnya, seketika ia langsung membantingnya hingga hancur berkeping keping. Semua orang terkejut dengan sikap Radit yang tiba tiba melakukan hal itu, “Eh, Ngapain kamu Radit?” Elvira terkejut Radit langsung menarik kerah baju Andrew, “Heh! Lo tau tatakrama gak sih? Apa isi otak lo cuman m***m doang? Dia itu dosen lo! gak seharusnya lo ngelakuin hal yang gak pantes kek gitu ke dia! Lo mau hal yang sama terjadi juga sama nyokap lo?” bentak Radit, “Radit, Ada apa ini?” tanya Elvira, “Dan buat Lo! lain kali jaga cara berpakaian lo! Ini kampus, bukan club malam! Asal lo tau, Ni anak diem diem ngambil Video lo dari bawah!” ucap marah Radit seraya menunjuk nunjuk ke arah Elvira. Elvira membulatkan matanya, Ia terkejut mendengar ucapan Radit. “Apa itu bener, Andrew?” Andrew hanya diam, “Jawab!” bentak Radit, “M-Maaf, S-Saya khilaf.” jawab gugup Andrew. “Khilaf lo bilang? Gak ada kata khilaf dalam kamus gue, yang ada salah atau benar! Dan yang lo lakuin itu salah!” Semua mata pun tertuju pada mereka, Agus terlihat panik karena melihat Radit yang mulai diluar kendali, Ia pun segera menghampirinya. “Eh Maaf bu, Temen saya ini lagi lupa minum obat.” Agus menarik Radit untuk kembali duduk, Elvira pun menatap tajam Andrew yang tertunduk, “Andrew, Ibu akan panggil orang tua kamu!” “Eh, Jangan Bu! Lagian ini kan cuman masalah sepele, toh saya juga gak dapet gambarnya.” ucap enteng Andrew. Radit semakin murka mendengarnya, Ia kembali berlari dan menghampiri Andrew, kemudian Bugh Satu pukulan melayang tepat di wajah Andrew, “Radit!” teriak Elvira. Keributan pun tak terhindarkan, siswa siswi yang lain pun mencoba untuk memisahkan mereka. “Dasar gila Lo!” teriak Radit penuh amarah. Andrew yang ikut emosi pun memberi balasan pukulan dari Radit. Bugh Pukulan keras tepat mengenai wajah tampannya, “Hey!” teriak Elvira. Pihak keamanan kampus pun datang melerai mereka. Dan mereka pun dibawa ke ruang Rektor. “Kalian apa apaan? Kalian ini mahasiswa bukan preman pasar!” Bentak Rektor. “Maaf pak, saya yang bertanggung jawab atas keributan ini, saya yang akan menyelesaikannya dan mengkomunikasikannya dengan pihak kedua orang tua mereka,” tutur Elvira, Rektor pun menghela nafas kasar, “Baiklah, kali ini saya akan memberikan anda kesempatan untuk menyelesaikannya secara kekeluargaan,” “Baik pak, Terima kasih.” Andrew dan Radit pun kembali ke kelas, “Tunggu,” Langkah mereka pun terhenti, “Tolong jangan lakukan keributan lagi, dan untukmu Andrew tolong jaga sopan santunmu, ini adalah peringatan pertama dan terakhir dari Ibu." ucap tegas Elvira. “Ck,” Andrew pun melangkah pergi. Setelah kepergian Andrew, “Terima kasih sudah menolongku.” ucap Elvira, Radit hanya menampakkan wajah datarnya seraya memegang bibirnya yang terluka, Ia kemudian melangkah pergi kembali masuk ke dalam kelas.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD