bc

Kesempatan Kedua

book_age16+
9
FOLLOW
1K
READ
scandal
drama
affair
like
intro-logo
Blurb

Dia Arya, pria bodoh yang menukar berlian demi batu kerikil di jalan, dia mengorbankan kehidupannya yang dulu harmonis dengan Dira istrinya dengan kebahagian sesaat.

Dengan bodonya dia memilih kebahagian yang hanya bersifat sementara itu, dia meninggalkan Dira dan juga calon anaknya demi seorang wanita yang bernama Laura.

Dengan seiring berjalannya waktu, Arya menyadari kebodohannya dulu, kini dia harus menelan pahitnya penyesalan.

Dia berharap, bisa bersatu kembali dengan Dira mantan istrinya, walau rasanya itu sangat mustahil.

chap-preview
Free preview
Kedatangan Arya
"Jangan sentuh anakku!" "Dir, dia juga anakku." Arya mencoba memeluk putri semata wayangnya itu. Namun, Dira langsung menggendongnya. "Anak? Siapa yang kamu bilang anak Mas? Bukankah, dulu kamu sendiri yang tidak mengakui Salsa sebagai putrimu." Dira berbicara dengan bersungut-sungut. Dia tidak rela jika anak yang dia besarkan seorang diri diakui oleh pria bajingan ini. Anak kecil yang berada di gendongan Dira tersebut terlihat sangat ketakutan, dan kebingungan melihat interaksi kedua orang dewasa tersebut. Dira, yang mengetahui jika sang anak ketakutan, dia langsung menetralkan nafasnya, mencoba membuang amarah yang sudah memuncak. "Tolong pergi dari sini," usir Dira dengan rendah, dia mencoba menahan amarahnya agar sang putri tidak ketakutan lagi. "Tapi, aku juga mau menghabiskan waktu dengan putriku, Dir." Pria di hadapan Dira ini memanglah sangat keras kepala. Dia tidak akan menyerah sebelum keinginannya terpenuhi. Tanpa menjawab ocehan Arya lagi, Dira langsung menutup pintu rumahnya. Berada di hadapan Arya tidak baik untuk kesehatan. Dira akan selalu darah tinggi jika berhadapan dengan mantan suaminya tersebut. Tiga tahun, hidup sebagai Single Parent bukanlah hal yang mudah. Setiap langkahnya selalu menjadi bahan cibiran masyarakat. Seperti biasa, masyarakat akan beranggapan bahwa seorang janda muda adalah ancaman baginya, padahal tidak semua janda berpotensi sebagai pelakor. "Mama, itu siapa?" tanya Salsa menatap sang ibu. Mungkin, balita tersebut bingung dengan pria yang di temuinya barusan. "Bukan siapa-siapa sayang, sekarang waktunya Salsa tidur siang," ujar Dira mencium pipi Salsa. Dia tidak ingin Salsa mengetahui yang sebenarnya karena, menurut Dira, Salsa masih terlalu kecil untuk mengetahui semuanya. Dira membawa Salsa ke dalam kamar, lalu mengeloninya untuk tidur. Tak butuh waktu lama untuk membuat Salsa tertidur, hanya cukup dengan menepuk-nepuk pantatnya dengan diiringi nyanyian maka, Salsa akan langsung tertidur. Dira menatap wajah Salsa dengan lekat, di usia Salsa yang sudah memasuki tiga tahun, dia sudah mulai bertanya keberadaan sang Ayah. Namun, Dira selalu berhasil mengalihkan pembicaraan. Setelah dirasa Salsa sudah mulai nyenyak tidur, Dira keluar kamar berniat untuk mengambil cucian yang di jemurnya tadi pagi, dan betapa terkejutnya Dira, saat dia masih melihat pria yang dibencinya itu masih berada di teras depan rumahnya. "Dir, aku mohon izinkan aku bertemu dengan anakku, Dir." Arya kembali memohon, saat dia melihat Dira muncul dari belakang pintu. Dira menatap tajam Arya, sungguh dia sangat membenci pria di hadapannya ini. "Kenapa baru sekarang? Selama tiga tahun ini kamu ke mana, Mas?" tanya Dira datar. Ingin rasanya dia menonjok pria di hadapannya ini. "Maafkan aku, Dir," sesal Arya, dia menundukkan wajahnya di hadapan Dira. Dira terkekeh, "Bukankah, kamu sudah hidup bahagia dengan keluarga kecilmu itu, yang selalu kamu bangga-banggakan dulu." "Laura, tidak sebaik apa yang aku bayangkan, Dir." "Lalu, apa hubungannya dengan aku dan Salsa? Aku tidak peduli, mau Laura baik atau tidak. Yang aku minta sekarang, tolong jangan muncul lagi di hadapan Salsa!" "Ingat Dir, aku adalah Ayah biologis Salsa. Jadi, aku juga punya hak atas Salsa!" "Sudah berapa kali aku bilang, Salsa itu hanya anak aku!" teriak Dira menunjuk wajah Arya. Cukup sudah, dia tidak mau terlihat lemah di hadapan Arya. Nafas Dira memburu, wajahnya juga memerah, dia menatap nyalang Arya, sedangkan yang di tatap hanya menampilkan wajah memelasnya. "Tiga tahun Mas! Aku membesarkan Salsa, kamu ke mana? Bahkan, semenjak Salsa berada di dalam kandungan, kamu sama sekali tidak pernah menunjukkan perhatianmu padanya. Saat Salsa tengah demam di malam hari, kamu ke mana Mas? Saat Salsa diejek oleh teman-teman bermainnya karena dia tidak mempunyai seorang Ayah, kamu ke mana Mas." Air mata Dira mengalir deras, saat dia mengingat perjuangannya membesarkan putri kesayangannya tersebut, dan sekarang, dengan mudahnya Arya mengakui bahwa Salsa juga putrinya. "Maka dari itu Dir, aku ingin memperbaiki semuanya." Arya mencoba memegang tangan Dira namun, Dira segera menghindar. Dia tidak sudi jika tangannya dipegang oleh mantan suaminya itu. Dira mengusap kasar air matanya. "Sudah telat Mas! Aku dan Salsa sudah tidak butuh kamu lagi, kami bahagia hidup berdua!" ucap Dira dengan menekan kata-katanya berharap Arya mengerti bahwa, kehadirannya tidak dibutuhkan lagi. "Tapi, aku butuh kalian Dir," lirih Arya yang tak dihiraukan oleh Dira. Arya menatap Dira yang sedang mengangkat jemuran itu. Andai, dulu dia tidak melakukan kesalahan itu, mungkin sekarang dia akan bahagia dengan keluarga kecil yang sesungguhnya. Andai, dulu dia mendengarkan ucapan kedua orang tuanya, andai dia dulu tidak tergoda dengan perempuan sundal itu. Mungkin nasibnya tidak akan seburuk sekarang. "Dir, tolong beri aku kesempatan," mohon Arya menghampiri Dira yang sedang mengangkat jemuran itu. Dia tidak akan menyerah, dia akan melakukan segala macam cara agar mendapatkan maaf dari Dira. Arya berjanji pada dirinya sendiri, dia akan menebus segala kesalahannya dimasa lalu. "Bapak Arya Wijaya yang terhormat, saya mohon sekali lagi. Tolong, pergi dari rumah saya!" Dira menangkupkan kedua tangannya tersebut ke atas dada seperti orang yang sedang memohon. Dia tidak peduli baju-bajunya jatuh ke tanah saat dia menangkupkan tangannya di hadapan Arya. "Tapi, Dir. Aku .... " "Pergi!" pekik Dira keras memotong ucapan Arya. Menghadapi Arya memang harus menggunakan cara yang kasar. Terbukti, setelah pekikan Dira barusan, dengan langkah yang lunglai Arya pergi meninggalkan halaman rumah Dira. Akhirnya Dira bisa bernafas lega, saat melihat Arya sudah meninggalkan halaman rumahnya. Namun, untuk selanjutnya dia tidak boleh lengah dalam menjaga Salsa. Dira yakin, Arya tidak akan segampang itu menyerah. "Aku tidak akan membiarkan kamu mendekati Salsa, Mas," monolog Dira, dia bertekat tidak akan pernah membiarkan Salsa dekat dengan Arya. Masih terekam jelas, perselingkuhan Arya dengan Laura dulu. Dengan terang-terangan Arya membawa Laura ke dalam rumah, dan mengenalkan padanya bahwa Laura adalah calon madunya. Tentunya, dengan keras Dira menolak hal tersebut. Mana ada wanita yang rela untuk di madu. Namun, penolakan Dira hanya mendapatkan perlakuan kasar dari Arya dan, berakhir dengan pengusiran Dira karena menolak untuk di madu. Dengan teganya Arya mengusir Dira yang tengah hamil tiga bulan waktu itu. Bahkan, hal yang paling menyakitkan bagi Dira saat Arya tak mengakui anak yang berada di dalam kandungan Dira. Entah apa yang Laura racuki sehingga Arya dengan kejamnya menuduh Dira berselingkuh dengan lelaki lain. "Kamu dari mana, Mas?" tanya seorang wanita dengan muka masamnya itu. "Bukan urusan kamu!" ketus sang pria yang tak lain adalah Arya. Arya menatap malas Laura, jika dulu saat melihat wajahnya sudah membuat dia mabuk kepayang, tidak untuk sekarang. Dia sudah terlalu muak dengan tingkah laku Laura yang selalu keluyuran tidak jelas. "Jelas urusan aku! Kamu itu suami aku, jadi aku berhak tahu kamu pergi ke mana," berang Laura pada suaminya tersebut. Sikap Laura hanya lembut di awal saja. Tiga tahun menjalani bahtera rumah tangga dengan Laura, membuat Arya tahu bagaimana tabiat asli Laura. "Akan segera menjadi mantan suami!" ralat Arya, yang membuat Laura semakin naik pitam. "Kita, tidak akan pernah berpisah! Kamu nggak kasihan sama Raga," tolak Laura, jika sampai Arya benar-benar menggugat cerai Laura, maka tidak ada lagi ATM berjalan bagi Laura. "Raga bukan anak aku, jadi aku tidak wajib untuk merawat Raga." Arya berteriak dengan sangat keras, dia meluapkan segala emosinya, Laura menutup telinganya dengan kaget. Selama tiga tahun pernikahan, baru kali ini dia bersikap sekasar ini. Biasanya, semarah-marahnya Arya, dia hanya akan diam dan pergi. Tidak pernah sampai semarah ini. "Tapi, Raga sudah menganggap kamu sebagai Ayahnya sendiri Mas." "Gara-gara kamu, dan anak kamu itu. Aku kehilangan Dira dan Salsa!" Arya melempar vas bunga yang berada di hadapannya itu. Hancur sudah, ini adalah pertengkaran paling hebat yang pernah dialami oleh pasangan suami istri tersebut. "Oh, jadi, gara-gara wanita sialan itu kamu mau menggugat cerai aku. Iya, Mas? Akan aku temui dia, dasar pelakor tak tahu diri!" Laura hendak keluar dari rumahnya namun, Arya langsung menarik tangan istrinya tersebut dengan kasar, sehingga membuat Laura hampir terjungkal ke depan. "Jangan pernah temui dan sakiti Dira! Atau aku akan membuat kamu tidak bisa melihat hari esok!" bentak Arya menunjuk wajah Laura. Sedangkan, Laura ketakutan melihat wajah murka Arya. Laura tahu, bagaimana nekatnya Arya. Jika dia sudah mengancam. Maka, ancaman itu bukanlah sekedar ancaman biasa. Arya menyeret kasar Laura ke dalam kamar. Dan menguncinya dari luar. Selepas mengunci Laura, Arya berjalan dan membanting apa yang dia lihat. Dia menyesali segala perbuatannya. Mengapa dia begitu bodoh dengan menukar berlian dengan batu kerikil jalanan. Air mata Arya jatuh, mengingat perlakuan buruknya dulu terhadap Dira, bagaimana dia mengusir dan menuduh Dira dulu. Arya terduduk lemas di lantai. Meratapi apa yang terjadi di dalam hidupnya ini. Mungkin penyesalan dan rasa sakit atas penolakan Dira adalah karma bagi dirinya. Bersambung....

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Claimed by my Brother’s Best Friends

read
819.2K
bc

The Lone Alpha

read
125.5K
bc

The Luna He Rejected (Extended version)

read
612.7K
bc

His Unavailable Wife: Sir, You've Lost Me

read
10.4K
bc

Secretly Rejected My Alpha Mate

read
35.7K
bc

Bad Boy Biker

read
8.7K
bc

The CEO'S Plaything

read
19.3K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook