CHAPTER 22. Not Fine

2161 Words

*** Air kolam yang tenang mendadak menimbulkan riak ketika Namira menceburkan diri ke dalam sana. Dinginnya terasa menusuk ke tulang namun Namira tak berpikir mengurungkan niatnya untuk berenang di malam yang sunyi ini. Ia terengah setelah mencoba beberapa gaya renang. Tangannya mencengkram pinggiran kolam. Hanya ada kesunyian setelah ia menghentikan aktivitasnya itu. Sekitar pukul sembilan malam dirinya keluar dari kamar tadi. Tak terasa sudah lebih dari lima belas menit ia berada di sini. Namira terkekeh, merasa lucu dengan tingkahnya. Padahal tidak ada yang lucu. Dia hanya tidak bisa memejamkan mata dan membutuhkan sesuatu yang bisa membuatnya kelelahan hingga bisa tertidur. Entah kenapa Namira merasa sesuatu yang besar akan terjadi. Entah ini bentuk rasa trauma dan takutnya kare

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD