"Al, kamu ke cafe gak hari ini?" tanya Risti saat mereka sedang berdiri di dekat pintu masuk lobby kantor. "Iya. Kenapa?" "Pake apa? Kamu 'kan gak bawa motor," tanya Risti lagi. "Emm ... pake apa ya ...." Gadis itu terlihat seakan sedang berpikir. "Ayo, Al." Suara seorang pria terdengar dari arah samping kedua gadis itu. "Kita ke cafe bareng." "Iya, Pak," angguk Alma seraya tersenyum. Revan pun menuruni anak tangga terlebih dahulu. "Itu maksudnya apa, Al?" Risti berkata dengan tatapan penuh tanya, menoleh pada Revan dan Alma secara bergantian. "Apanya?" Alma sengaja pura-pura tidak mengerti. "Itu tadi maksudnya apa? Pak Revan ngajak kamu pergi ke cafe bareng, dan kamu mau? Apa aku gak salah? Biasanya kamu nolak." "'Kan biasanya aku bawa motor, Risti, gimana mau bareng? Kalau har

