Part 18

804 Words
    Naka dan Tian kembali ke atas panggung dan hanya ingin segera menyelesaikan permintaan terakhir dari penonton agar mereka bisa melanjutkan kegiatan yang tertunda. Ketika kembali ke atas panggung,      "Okay, ini permintaan terakhir yah, ada yg mau request? mungkin dari bapak atau ibu guru?" tanya sang MC ke arah kerumunan para guru. Kemudian salah satu guru maju dan meminta lagu shape of my heart untuk dimainkan.      "Wow, susah yah, lagu lama ini, mas tony dan teman-teman tau lagunya?" tanya sang MC untuk memastikan apakah mereka bisa membawakan lagu tersebut.      "Tentu tau, kalau dijamannya Bapak yg nyanyi Sting yah pak?" tanya tony untuk memastikan lagu yg dimaksud sama dan kemudian dijawab dengan anggukan beserta kedua jempol sang guru. "Okay, tapi kita aransemen dikit yah pak, disesuakan dengan genre kita, mudah-mudahan Bapak suka." lanjut Tony.     Akhirnya mereka membawakan lagu tersebut sedikit aga berbeda, dengan ditambahkan unsur rock sesuai dengan ciri khas mereka tapi para penonton tetep bisa mengikuti alunan lagu tersebut. Di sebrang panggung, tepat dimana Bari duduk, "Bar, loe darimana ajah?" tanya Andrei yg sempet kebingungan mencarinya, yah sebenarnya lebih ke khawatir temannya berbuat nekat.      "Gw, hmm" jawab Bari sambil menunjukkan senyum tipisnya.      "Are you ok, bro?"      "hmm, i'm not!" jawab Bari yg masih menunjukan senyum tipisnya. "Gw mau balik ajah, loe mau ikut ga? atau mau tetep disini?" tanya Bari sambil menatap Andrei dengan muka melas dan berharap temannya mau menemaninya.      "Okay, kita balik!" ajak Andrei dan dijawab anggukan oleh Bari. Andrei masih penasaran sebenarnya pa yg terjadi, tapi tak lama kemudian semua pertanyaan Andrei terjawab ketika akan beranjak pergi tiba-tiba MC di atas panggung menanyakan sesuatu ke Naka setelah lagu terakhir selesai mereka bawakan.     "Okay, terima kasih untuk Mas Tony dan teman-teman, sebelum turun dari panggung boleh saya menanyakan sesuatu mewakili para fans kalian?" seru sang MC dan dibalas dengan muka kebingungan dari Naka dan anggota band yg lain. "Sebenernya ini lebih ke mas Tian dan mba Naka!" lanjut sang MC dengan muka julidnya.     "Mba Naka dan mas Tian setelah turun dan kembali ke atas panggung ko tiba-tiba pake cincin yg berwarna sama yah, padahal tadi tidak bersemat cincin di jari kalian?" muka Naka langsung mengeras dan rasanya ingin menoyor kepala si MC yg terlalu ikut campur dalam hubungan mereka. "Wahhh, jangan-jangan bener yah, gosip yg beredar kalau kalian pacaran yah?" sambung sang MC dan disertai dengan teriakan histeris para fans di bawah panggung.     Naka tentu tidak mau jawab, buat Naka ini semua bukan urusan mereka dan Naka memang tidak suka kalau kehidupan pribadinya ter-ekspose oleh orang luar. Namun tian terlihat lebih tenang dan hanya tersenyum walaupun didesak oleh sang MC dan tiba-tiba Tian langsung menarik pinggang Naka dan merangkul dengan mesra.      "Iya, saya dan Naka memang ada hubungan dan baru saja tadi di belakang panggung saya melamarnya secara pribadi, mohon doanya saja biar lancar sampai hari H nanti." jawab tian dengan lancar dan tak lupa memerkan seringai liciknya ke arah Bari yg sedang bersiap meninggalkan bangku penonton.       "Wah, selamat yah buat mba Naka dan mas Tian semoga lancar dan bagi para fans mas Tian jangan  bersedih yah masih ada saya, ahhaha." lanjut sang MC dan dijawab teriakan kecewa oleh para fans di bawah panggung.      Andrei pun paham maksud dari sikap Bari barusan. Temannya yg sedang bersedih dan kecewa memang harus keluar dari tempat itu dan butuh ditemani. "Gw ajah yg bawa mobil Bar" perintah Andrei yg langsung dilemparkan kunci mobil oleh Bari. Sepanjang jalan bari hanya diam saja, merebahkan duduknya, memejamkan matanya dan menyanggah tangan di atas keningnya. Bari merasa seperti dihunjam oleh sebilah pisau tepat di hatinya, sakit dan perih yg dia rasakan.      "Kalau loe mau nangis, nangis ajah Bar! Gw ga akan nge-judge loe ko!" kicau Andrei untuk menetralkan keheningan. Bari masih teridam dan tidak berniat menjawab apa pun yg dikatakan oleh temannya. Bari bingung harus bertindak gimana lagi agar sang pujaan hati mau menerimanya lagi. Selang sejam hanya terdiam,     "Ndrei, salah ga gw goda tunangan orang? apa gw masih punya kesempatan berjodoh sama Naka?" tanya bari secara tiba-tiba.      "Hem, mereka belum tentu berjodoh bar, sebelum ijab kabul terucap dan dinyatakan SAH oleh para saksi. Jadi loe masih ada kesempatan lah." jawab Andrei "Dan setau gw yah, perjalanan mereka masih panjang, masih ada halangan di antara mereka bar" lanjut Andrei.     "Maksud loe ndrei?" tanya bari sambil mengerutkan keningnya.     "Hahaha, loe ga tau yah mereka beda agama? setau gw Naka ga senekat itu mau langsung memutuskan untuk ikut sama pacarnya. Naka tuh kuat orangnya." jawab Andrei dengan penuh keyakinan.     "Wah, serius lo? Angin segar lagi nih buat gw." sambung Bari yg sudah mulai bangkit dari senderan bangkunya dan menunjukan senyum sumeringah lagi.     "Ya bro, jadi lo ga usah khawatir, lo masih ada kesempatan! gw akan bantu loe!" sambung Andrei.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD