Memasuki minggu ke-3 masa dinas lapangan, jadwal dinas kami diubah menjadi malam yaitu kisaran jam 8 malam sampai jam 8 pagi. Itu artinya 1 malam full di rumah sakit. Dan itu artinya kami di pindah lagi ke ruangan baru, setelah 1 minggu berada di ruangan sebelumnya.
Aku dan Tria serta Anggi dapat ruangan 9. Ruangan 9 merupakan ruang bedah, artinya pasien yang berada di ruangan ini adalah pasien yang sebelumnya telah melakukan pembedahan. Pasien di ruangan ini terdiri dari 2 ruangan. Ada ruang untuk dewasa, dan ruang untuk anak-anak.
Karena judul awal praktek lapangan kami Keperawatan Anak, jadi kami juga tetap fokus pada pasien anak-anak. Tapi tidak menutup kemungkinan kami juga melakukan tindakan kepada pasien dewasa.
Seperti sebelum-sebelumnya, bukan hanya kami bertiga yang dinas lapangan di rumah sakit ini. Banyak juga dari instansi atau Akper-akper lainnya yang juga sama dengan kami, sedang melakukan praktek dinas lapangan. Itu terlihat dari lambang atribut instansi atau Akper tempat asal mereka.
Kami berdiri berkelompok di depan ruang Nurse station, karena belum diizinkan masuk ke dalamnya. Para pegawai masih sibuk saling bertukar tugas karena peralihan masa dinas, dari dinas sore ke dinas malam.
Ini pertama kalinya aku, Tria serta Anggi masuk dinas malam. Ada rasa cemas sih, rasa was-was karena belum tahu gimana dinas malam di rumah sakit.
Ada yang bilang kami tak boleh tidur 1 malaman karena harus siap siaga manatau sewaktu-waktu di butuhkan pasien. Ada juga beberapa cerita horor gimana seramnya dinas malam. Namanya juga rumah sakit, pasti sedikit banyaknya ada pasien yang meninggal dunia. Dan katanya jiwa-jiwa pasien yang meninggoy itu bakalan jadi arwah penasaran yang bergentayangan dan bakalan menerormu di saat malam tiba.
Aku sih enggak sependapat dengan pemikiran sebagian orang yang menganggap demikian. Karena sejatinya bagi kita yang muslim, hanya ada 1 alam yang akan menanti kita setelah kita tiada, yaitu alam barzah. (Tolong diralat yeee kalo' eyke salah).
Percaya akan adanya makhluk lain diantara kita selain kita sendiri, yaaa aku percaya. Tapi untuk rasa takut itu sendiri relatif yaaa... Maksud ku selama kita tidak mengusik ketenangan mereka, maka aku meyakini mereka juga tidak akan pernah mengusik kita. Tapi perlu catetan juga ini, ada juga kadang kan hantunya yang jogal (tau klen jogal kan??? B.A.N.D.A.L/ nakal), yang kadang gak tau tempat gak tau situasi dan kondisi tiba-tiba muncul aja gituuu. Apa gak berasa awkward noh!!
Bukan senam jantung lagi weee... Hilang akal pengen kabur jauh kemanaaa gitu, bahkan sampek hilang kesadaran kan??
Klen pernah gitu weee??? Insyaallah sampek saat ini belum pernah ku rasakan. Dan mudah-mudahan pun takkan pernah ku rasakan. Hehehe...
Ya Allah jangan uji nyaliku ya Allah... Karena mungkin aku pun takkan sanggup!!
Okeee... back to the topik!!
Selesai para pegawai bertukar tugasnya, kami pun dipersilahkan masuk ke dalam Nurse station.
Sampai di dalam, seperti biasa. Kami perkenalan, sedikit berinteraksi dan bercanda juga supaya tidak terlalu tegang dalam menjalani dinas malam ini. Karena kata pegawainya, kita harus tetap ramah dan santun kepada pasien walaupun kita dibutuhkan dalam waktu yang seharusnya kita sedang nyaman-nyamannya beristirahat.
Siapa coba yang enggak bakalan ngamuk kalau lagi enak-enaknya mimpi indah, malah di bangunkan paksa dan disuruh melakukan suatu pekerjaan?? Padahal nyawa aja belum seutuhnya kembali lagi ke dalam raga ini!!
Aku jamin, siapa pun orangnya pasti bakalan setuju sama pendapat ku. Ha-ha-ha-haaa...
Karena dinas malam, kami tidak ada di bagi-bagi dalam melakukan tugas. Kalau bisa saling pengertian dan tolong menolong dalam melakukan tindakan kepada pasien. Agar cepat selesai dan bisa beristirahat kembali.
Dinas malam itu, tantangannya bukan lagi pasien yang kadang bawel atau membandel, tapi diri kita sendiri lah yang harus kita kuat-kuat kan. Kenapa??? Karena malam hari itukan jatahnya tubuh kita istirahat, tapi tetap dipaksakan untuk melakukan kegiatan.
Gak singkron kaaaannnn???
Tapi itulah kenyataannya!!
Malah banyak yang kadang julid bilangin 'itukan sudah tugasnya perawat, jadi harus tetap siap siaga kalau dibutuhkan!! Mana boleh ngeluh!! Kan di bayar juga tuk ngerawat orang sakit!! Kalo' gak mau kerja ya makan gaji buta namanya!!'
Woooyyyy...!!
Perawat juga manusia kaleeee...!!
Yang juga punya batas lelah dan butuh istirahat!!
Emang kita-kita robot, yang gak boleh merasakan lelah?!!
Jadi, berbahagialah kalian disaat sedang dirawat di rumah sakit, tengah malam kalian pencet tuh tombol dan si perawat tergopoh-gopoh mendatangi kalian dengan senyuman serta suara merdunya!!
Prokk... prokk... prokk...
Tuh rumah sakit bonafit weee...
Pasti rumah sakitnya sudah dalam taraf mendukung dan memenuhi segala kebutuhan si perawat, makanya si perawat juga bisa memberikan yang terbaik untuk pasiennya. Bukan hanya dukungan materil saja yang dibutuhkan seorang perawat, tetapi juga dukungan moral yang tinggi.
Mengapa demikian???
Karena mood si pasien tergantung gimana sikap perawatnya. Baik penerimaan si pasien karena baik juga pemberian perawatnya.
Semua pekerjaan pasti punya resikonya masing-masing. Semua pekerjaan juga punya tanggung jawabnya masing-masing. Jadi, enggak usah merasa yang paling hebat dan merasa yang paling lelah hari-harinya karena pekerjaan. Sejujurnya semua sama aja, cuma mungkin porsinya ada yang lebih besar dan ada yang mendapatkan porsi kecil. Dinikmati ajalah istilahnya. Hehehe...
Lelah karena Lillah itu lebih nikmat hasilnya yang kita dapat, serta lebih meringankan beban berat yang harus kita pikul. Mengucapkan kadang juga lebih mudah dari yang kita jalani. Tapi percayalah, setiap tetes keringat yang kita keluarkan karena Lillahi Ta'ala itu berbarengan dengan banyaknya juga pahala yang kita raih. Hmmm...
Berasa adem kalo' bahas yang ginian. Hehehe...
Mudah-mudahan juga sejalan sama langkahnya.
Setelah dapat wejangan tentang kira-kira apa saja yang akan dihadapi nanti, kami pun di bubarkan. Di arahkan untuk memantau keadaan pasien, sebelum waktu tengah malam berlalu untuk mengistirahatkan raga ini sejenak.
Beda ruangan, beda lagi teman sejawat yang seruangan. Mulai lagi perkenalan seperti di awal-awal. Makin kesini makin banyak kami mendapatkan teman baru yang berbeda instansi dari kami. Dan mulai lagi banyak cerita yang akan diukir pada setiap ruangan.
"Buk, tidur dimana kita nanti?? Aku dah ngantok laaahhh..." Ujar Tria.
"Aku pun gak tau Tri, kita liat ajalah nanti" Jawabku.
Tiba-tiba Anggi datang ke arah kami.
"Ehh... Tria, Aida nanti tidur dimana kalian?? Sama-sama kita ya wee..?? Anggi takut kalo' sendiri-sendiri kekgini malam-malam di rumah sakit".
"Samalah Nggik, aku pun takot. Hehehe... Pokoknya nanti kita barengan ya weee??? Karena belom ada pala yang kita kenal disini" Jawab Tria sambil cengengesan.
"Nanti lah itu weee... Masih jam berapa coba ini??? Masih jam 10 kok, apa udah pada ngantuk klen?? Tanyaku.
"Aku dah ngantok kali pun buk. Biasanya jam segini dah molor aku loh buk. Karna kita kan kemarin-kemarin dinas sore, jadi begitu sampek kos, mandi trus makan. Abis tu ya tidor" Jelas Tria.
"Aku pun gitunya weee... Kalo' jam segini biasanya udah tidurnya aku. Capek kan, dari pagi kuliah, abis tu siangnya dinas lagi ke rumah sakit. Kalo' dah pulang ke kos, gak sanggup lagi rasanya ngapa-ngapain looohhh... Capeknya itu wiiihhh berasa remuk badan Anggi" Keluhnya pada kami.
Gak jauh beda sih, apa yang dirasakan Anggi tadi dengan kami. Mengingat karena ini dinas lapangan pertama kami, jadi mungkin masih menyesuaikan diri ini badan.
Setelah beberapa saat celingak-celinguk gak jelas, kami pun memutuskan untuk mencari tempat aman untuk mengistirahatkan tubuh ini. Anggi bilang ada satu ruangan yang bisa kami jadikan tempat istirahat, walaupun cuma gudang tempat kasur yang tidak terpakai. Tapi bersih laaahhh dan nyaman untuk tidur kami malam ini.
Dia tau karena tadi sempat disuruh pegawai untuk meletakkan sapu di ruangan tersebut. Tapi masalahnya sekarang adalah, ternyata sudah ada 1 orang yang tiduran disitu duluan. Dan itu laki-laki, jadi segan dia mau bilang kami tidur disitu.
"Tadi Anggi liat, ada abang-abang yang tiduran disitu. Mau Anggi bilang kita yang tidur disitu, tapi segan Anggi" Ucapnya.
"Buk, kau lah yang ngomong buk. Kau kan berani orangnya" Suruh Tria padaku.
Ku akui memang aku lebih berani bertindak daripada kedua temanku ini. Aku slalu berprinsip, kan kita sama-sama makan nasi, jadi tuk apa takut padanya. Mau itu laki-laki atau perempuan, tua ataupun muda, selama aku rasa aku tak berbuat salah dan merugikan orang lain jadi tuk apa takut. Asalkan kita pun sopan dalam berucap, maka orang yang dimaksud pasti paham.
"Udah ngantuk kali rupanya klen weee?? Masik jam 11 looohhhh" Tanyaku pada mereka.
"Udah loh buuukkk... Gak kau tengok dah nguap-nguap aja aku daritadi??" Sahut Tria.
"Okelah. Yok.." Ajakku.
Diam-diam kami pun melipir ke ruangan kosong tadi. Sambil liat situasi yang mulai sepi, karena sudah hampir tengah malam.
Ketika pintu terbuka, kami melihat ada seorang laki-laki sedang bertelpon ria sambil tiduran di dalamnya. Tanpa memperhatikan dengan seksama siapa dirinya aku langsung mengusirnya keluar dari ruangan itu.
"Bang, keluar-keluar!!" Usirku. "Kami mau tidur disini!! Abang kan laki-laki, jadi bisa tidur dimana aja!!" Sambungku.
Dia langsung terkejut melihat kami masuk ke dalam, tanpa ketok-ketok pintu atau permisi dulu.
Sambil masih melekatkan ponselnya dikuping, dia berujar "Loh... Kan Abang Luan yang masuk sini, jadi Abang lah yang tidur disini" Jawabnya sambil tersenyum manis.
Karena berhubung aku pun sudah memasuki mode mengantuk, jadi tak ku indahkan lagi senyuman manisnya itu.
"Gak ada, gak ada!! Tetap kami yang tidur disini, Abang yang keluar!!" Ucapku galak. "Lagian Abang bukannya tidur kan?!! Tuh pasti lagi telponan sama pacar Abang" Sambungku lagi tetap keukeh kalo' kami yang bakal tidur di ruangan ini.
"Abang dinas dimana sih?? Kok bisa ada disini?? Perasaan daritadi gak adalah kami tengok wajah Abang?!" Ujar Tria keheranan. Karena memang dari awal ngumpul di ruangan Nurse station tadi, kami tidak melihat adanya dia disana.
Aku pun heran, ini orang nyasar ruangan atau gimana??
"Abang di ruangan ini juga looohhhh... Tadi memang kami agak lambat datangnya, makanya gak ikut kumpul" Jelasnya.
"Gak tau ahh!! Pokoknya Abang keluar darisini, kami mau tidor. Dah ngantuk ini!!" Ujarku masih galak.
"Iya-iyaaa... yaudah Abang keluar. Tapi bangunin dulu" Pintanya sambil mengulurkan tangan.
Aku pun langsung menarik tangannya agar berdiri dan segera keluar darisini.
"Yaudah sana keluar!! Mau tidur kami, ngantok!!" Usirku.
Dianya cuma nyengir sambil keluar.
Setelah abang-abang tadi keluar, kami pun membereskan tempat tidur kami, supaya nyaman. Langsung mengatur posisi dimana kami mau rebahan.
"Buk, berani kali kau ngusir abang-abang tadi. Kayaknya gak mau dia keluar tadi itu buk, dah enak dia disini golek-golek" Ujar Tria.
"Ngapain takut. Dia pun cuma sendirinya, kita bertiga. Mau debat pun, kalahnya dia" Jawabku.
"Dah laaahhh... Yok tidor... Besok mesti bangun pagi-pagi. Kalo' gak nanti kita dicariin" Ujar Tria. "Jangan lupa baca do'a klen" Peringatnya.
Kami pun kemudian membaca do'a, setelahnya hening. Karena kami sudah masuk ke alam mimpi.