Sejenak, Binar mematung, tatapannya bersirobok dengan milik seseorang yang kini tengah duduk di sofa usang milik sang Nenek. Sebuah kejutan, akan keberadaannya yang sudah cukup lama tak Binar temui. Terakhir ... Saat peristiwa di mana ia mencuri dengar percakapan yang meluluh lantakkan perasannya hingga menjadi serpihan terkecil. "Sudah pulang, Bi?" Suara sang Nenek mengembalikan kesadaran Binar yang sempat terseret lamunan. Berjalan dengan langkah yang sedikit kaku, Binar menyalami sang Nenek, sebelum kemudian ... Beralih pada pria tua yang sejak kedatangannya, tak juga melepas pandangan darinya. Membuat Binar merasa canggung. "O—Opa, di sini?" Dibandingkan dengan sang Oma, Opanya jauh lebih terbuka menerima keberadaan Binar. Meski hubungan mereka tetap tak begitu dekat. Karena gadi

