Luka Lama - 18

1908 Words

"Loh, Bu? Kenapa di sini? Katanya pusing, istirahat saja di kamar." Candra mengerutkan kening, menatap sang istri yang tengah duduk di sofa sembari bersedekap tangan. "Ibu mau bicara." Tak mengindahkan ucapan sebelumnya dari sang suami, wanita itu—Mirah, melempar tatapan serius. Mengela napas, Candra akhirnya menempatkan diri di samping sang istri. Entah kenapa, firasatnya mengatakan, jika mereka akan terlibat perdebatan. Apalagi, jika sudah membahas tentang Cucu satu-satunya yang sayangnya, seolah dikucilkan di keluarga sendiri. Hal yang membuatnya geram. Tak sekadar pada istri dan putranya. Tapi juga dirinya sendiri yang terlalu lemah dan tak bisa berbuat banyak. Baru kali ini ia memiliki nyali menemui Binar seorang diri, sejak sang Cucu kian tumbuh dewasa. Kekacauan yang terjadi pada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD