Gundukkan tanah itu penuh dengan taburan bunga. Dengan kaku, Binar menatap lekat di mana tubuh sang Mama kini telah lenyap, tertutup tanah basah yang kini menjadi tempat peristirahatan terakhirnya. Mau seberapa lama lagi membohongi diri? Berharap, semua yang kini terjadi, hanya sebatas mimpi. Sayangnya, sekali pun Binar menampar pipi hingga memerah dan menyisakan rasa sakit. Semua memang nyata. Saat menemukan tubuh sang Mama yang tergeletak dengan wajah pucat dan mulut yang dipenuhi busa. Di sekitar tubuh wanita itu, terdapat banyak bungkus obat yang berserakan. Di duga, Dyra sengaja meminum semua obat itu hingga over dosis. Di tengah tubuhnya yang lunglai bak jelly. Binar berusaha bangkit dan meminta bantuan pada tetangga. Dia tak mungkin hanya diam dengan semua kekacauan yang kini

