Luka Lama - 23

2029 Words

Pergerakan tangan Binar yang tengah mengaduk teh memelan. Saat ingatannya kembali terlempar, sewaktu membukakan pintu, dan menemukan tamu yang tak pernah ia duga akan mendatanginya di jam seperti ini. Mengela napas, gadis itu kemudian membawa nampan yang sudah terisi dua cangkir teh yang akan ia suguhkan untuk para tamunya.  Semoga saja, sang Nenek tak terbangun, karena keberadaan tamu yang kini mengisi sofa usang yang tentunya, tak akan sebanding dengan sofa mahal nan empuk di kediaman dua orang itu. "Silakan," usai menyuguhkan minuman, Binar memilih mendudukkan diri di sofa tunggal yang berseberangan dengan dua tamu yang kini meletakan atensi padanya dengan raut wajah yang berbeda. "Kenapa tidak memberitahu, Sayang?" Tersenyum sumir, Binar menatap pria sepuh yang kini menatapnya den

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD