Binar menatap pintu ruang kerja Bosnya. Tangan kanannya terangkat, tapi ... Saat hendak mengetuk, justru tertahan di udara. Saat bimbang kembali menyerang. Perkataan Meli membuatnya ragu. Apa benar Bosnya seperti itu? Lalu, apa yang akan pria paruh baya itu lakukan padanya? Bergidik, Binar berusaha mengais ketenangan. Sebelum akhirnya mengetuk pintu di depannya beberapa kali, hingga suara seseorang yang ia tau milik Bosnya, meminta masuk ke dalam. Meraih kenop, Binar membuka pintu hingga menciptakan celah yang bisa membuatnya mengayunkan langkah ke dalam. "Malam, Pak? Meli bilang, anda—" "Ya, saya mencari kamu." Tak menunggu Binar menyelesaikan ucapan, pria paruh baya itu bangkit dari kursi kebesarannya. Alih-alih meminta Binar duduk di kursi kosong yang berseberangan dengan meja kerj

