Luka Lama - 11

2021 Words

Menegakkan posisi tubuh, gadis itu menyodorkan ponsel yang baru saja menghantam lantai karena kecerobohannya. "Duh, Mas, sekali lagi saya minta ma—" mendongakkan wajah, ia tak bisa melanjutkan ucapan, saat menatap wajah rupawan yang membuatnya tercengang.  Jika sebelumnya diserang rasa panik karena baru saja membuat ponsel mahal beradu dengan lantai, jadi tak terlalu fokus pada pemilik benda pipih itu. Sekarang, ia baru mampu menatap dengan seksama sang pemilik ponsel yang kini masih berada ditangannya. Ares sendiri hanya bisa meringis sungkan karena gadis di depannya tiba-tiba terbengong dengan bibir yang sedikit terbuka.  Berdeham untuk meluruhkan rasa canggung, Ares mengambil ponsel dari tangan gadis itu. "Hm ... Terima kasih," ucapnya pelan.  Mengerjap, gadis itu mengangguk kaku. "

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD