Di dalam hingar-bingar bar yang dipenuhi suara musik yang menggelegar, Indra tenggelam dalam keramaian dan keseruan. Cahaya lampu berkilauan, gelas-gelas berdenting, dan tawa riuh mengisi udara, menciptakan dunianya sendiri di dalam dinding-dinding tempat hiburan malam itu. Baginya, ini adalah pelarian dari pertengkarannya dengan Yana dengan segala pikiran kalut yang sedang menderanya. Namun, tanpa Indra sadari, bersamaan dengan deru musik dan hingar-bingar di dalam bar itu, ponsel Indra yang ada di saku bajunya, menunjukkan serangkaian panggilan yang terabaikan dari Yana. Istrinya yang setia mencoba menghubunginya, namun suara bising di sekitarnya membuat Indra seolah-olah terisolasi dari dunia luar. Sementara para pengunjung bar bersuka ria, Yana yang berada di apartemen menanggung beb

