Pagi pun tiba, Indra membuka matanya dengan perasaan yang tidak stabil setelah malam yang penuh dengan wine. Sinar matahari pagi menerobos tirai, menyentuh wajahnya yang lelah. Dengan perlahan, dia mencoba mengingat kembali apa yang terjadi semalam. "Sial! Aku mabuk berat tadi malam! Bagaimana aku menjelaskan semuanya kepada Yana?" serunya dalam hati. Apalagi Shinta, sang sekretaris. Perempuan yang sangat dicemburui oleh istrinya ikut mengantarkannya untuk pulang ke apartemen tadi malam. "Kenapa bisa sampai kacau begini?" sesalnya. Perlahan-lahan, ingatan Indra tentang tadi malam mulai kembali. Pesta yang terjadi di sebuah bar, yang berlangsung hangat dan penuh wine. Namun, seiring dengan itu, muncul pula gambaran tentang Indra yang kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Botol-botol

