Merencanakan Pernikahan Secepatnya

1014 Words
Di sebuah apartemen, Seorang pria yang umurnya lebih tua beberapa tahun dari Indra. Terlihat tersenyum puas menatap laptopnya, yang menunjukkan kondisi saham perusahaan yang baru saja dipimpin oleh rivalnya, Indra. "Rasakan! Ini belum seberapa dengan apa yang akan aku lakukan kepadamu nantinya, Indra!" ketusnya penuh dendam. Victor pun kembali memutar video panas milik Indra hasil rancangannya. Sejenak pria itu tertegun melihat wajah wanita yang berada di dalam video tersebut. Bahkan Victor sampai melihat foto wajah wanita tersebut. Dia sampai menatapnya lekat-lekat. "Kenapa wajah wanita cantik ini terasa familiar denganku?" Lalu dia pun bertanya kepada asistennya. "Tono! Apakah ada informasi tentang gadis yang bersama Indra itu?" "Tidak ada, Tuan Muda. Maka hal itu yang memudahkan kami untuk menjebak keduanya tadi malam karena wanita itu masuk ke kamar bersama Tuan Indra dalam keadaan pingsan, tanpa membawa identitas sedikit pun," terang Tono. "Baiklah. Apakah ada perkembangan terbaru saat ini?" tanyanya lagi kepada sang asisten. Tono ingin berkata jujur kepada sang atasan tentang penghapusan video panas itu oleh Tuan Irwan. Akan tetapi, asistennya takut jika Victor akan semakin marah karena situasi malah berbalik menguntungkan Indra. Apalagi Tono mendengar segelintir kabar jika Indra akan mempertanggungjawabkan perbuatannya tadi malam kepada gadis itu. Rumah Keluarga Handoko, Tuan Candra dari tadi terlihat mondar-mondar di ruang tamu rumahnya. Pasalnya, sang tuan sedang gusar menunggu kedatangan sahabatnya, Tuan Irwan Aharon. Tentunya semua karena video panas putri kesayangannya Yana Ilone Handoko dengan Indra Aharon, putra dari Tuan Irwan sendiri. "Papi! Apa yang ada di pikiran Yana. Kenapa dia bisa senekat itu?" sedih Nyonya Lila kepada suaminya. "Papi juga tidak tahu, Mi. Kita tunggu saja penjelasan dari Keluarga Aharon," ucapnya kepada sang istri. "Tapi, Pi. Apa mungkin Keluarga Aharon mau menerima putri kita?" "Kok Mami mikirnya begitu?" "Papi, usia putra Tuan Irwan jauh lebih muda dari Yana. Indra juga baru dilantik menjadi CEO muda. Sementara Yana adalah wanita dewasa, kariernya juga sudah lebih lama dengan Indra. Mami khawatir, komunikasi diantara mereka tidak terjalin dengan baik." seru Nyonya Lila mengutarakan kecemasan hatinya. "Mengenai usia dan komunikasi diantara mereka yang mungkin tidak nyambung, Papi tidak mempedulikan semua itu. Yang terpenting Indra harus mempertanggungjawabkan semua yang telah dirinya lakukan kepada putri kita!" tegas Tuan Candra geram. "Tapi, Pi. Apa mungkin Indra mau sama Yana yang jauh lebih tua dari umurnya?" Nyonya Lila ternyata masih menyimpan rasa takutnya. "Papi tidak peduli akan hal itu, Mi. Yang Papi mau, Indra bertanggung jawab dengan apa yang telah dia lakukan kepada putri kita! Jika saja dirinya lari dari tanggung jawabnya! Papi pastikan dia akan berhadapan dengan Papi!" tegas Tuan Candra sambil mengepalkan tangannya menahan emosi yang telah bersarang di dalam jiwanya. Akam tetapi sang tuan agak sedikit lega karena video panas itu, sudah tidak dapat diakses lagi. Semua telah dibereskan dengan cepat oleh Tuan Irwan. Untuk menjaga keamanan rumahnya, Tuan Candra telah mendatangkan beberapa orang pihak berwajib. Agar tidak terjadi kerusuhan. Setelah lama menunggu, akhirnya Tuan Irwan sampai juga di rumah sahabat lamanya, Tuan Candra Handoko. "Selamat datang, Tuan Irwan Aharon. Long time no see!" seru Tuan Candra, kepada sahabatnya. Keduanya pun saling berpelukan, tak lupa Tuan Irwan juga ikut mengapa Nyonya Lila. "Selamat pagi, Nyonya." ucap ramah. "Mari silakan duduk dulu, Tuan."Nyonya Lila mempersilahkan Tuan Irwan untuk duduk. "Ada apa gerangan Anda bertamu pagi-pagi begini, Tuan Irwan?" seru Tuan Candra mencoba memulai pembicaraan. Tuan Irwan terlihat menghela napasnya panjang, lalu berkata, "Tuan dan Nyonya Handoko. Sebelumnya saya minta maaf karena telah menganggu aktivitas Anda berdua pagi ini," ujarnya mengawali semuanya. "Tidak masalah Tuan, kebetulan hari ini adalah hari minggu. Waktu untuk bersantai," tukas Tuan Candra. "Baiklah, Tuan. Saya akan melanjutkan perkataan saya," sergah Tuan Irwan. "Silakan, Tuan." "Sejujurnya saya sangat malu untuk menemui Anda berdua. Mungkin Anda tahu tujuan saya ke sini. Semua karena ulah putra saya, Indra Aharon tadi malam kepada putri Anda, Yana." lanjut Tuan Irwan lagi. "Saat ini saya mengawali permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Tuan dan Nyonya Handoko atas perbuatan putra saya. Saya selaku perwakilan dari Keluarga Besar Aharon berjanji, akan bertanggung jawab dengan apa yang telah dilakukan oleh Indra." Lalu Tuan Irwan menjelaskan jika Indra dan Yana mengaku telah lama berpacaran dan sedang menjalin hubungan yang serius. "Apa?" kaget Nyonya Lila tak percaya jika Yana dan Indra berpacaran. Karena Nyonya Lila tahu betul jika Yana masih belum bisa melupakan Fred, lelaki yang telah lama dirinya sukai sejak dulu. Sang putri juga tidak berencana menikah dalam waktu dekat ini kepada pria mana pun. Makanya dirinya sangat kaget dengan semua penjelasan dari Tuan Irwan. "Terus sekarang Yana berada di mana, Tuan?" tanya Nyonya Lila kepada Tuan Aharon. "Maaf, Nyonya. Nak Yana sedang bersama istri saya di salon. Sebentar lagi mereka akan ke sini." Nyonya Lila hanya dapat terdiam mendengarkan ucapan Tuan Irwan. Kegelisahan kembali menimpanya. Dia takut jika Keluarga Aharon tahu tentang umur Yana yang jauh lebih tua dari Indra. "Duh, bagaimana ini? Apakah Keluarga Aharon tahu tentang usia Yana yang telah berumur?" gumamnya dalam hati. "Bagaimana jika mereka tidak menerima itu?" Ketakutan demi ketakutan tersebut malah merasuki pikiran Nyonya Lila. Ternyata skandal video Yana juga telah tersebar luas dikalangan petinggi perusahaan. Petisi untuk menonaktifkan Yana kepada jabatannya mulai digaungkan. Pagi ini, Asisten Fadli terpaksa datang ke Kediaman Handoko untuk memberitahukan hal ini langsung kepada Tuan Candra. Sang atasan sangat kaget melihat Asisten Fadli yang tiba-tiba muncul di rumahnya. "Selamat pagi, Tuan dan Nyonya. Maaf menganggu sebentar. Tapi saya ingin menyampaikan sesuatu kepada Tuan Candra," serunya lalu dengan cepat menyodorkan iPad miliknya di depan sang atasan. "Sial! Siapa yang berani melawan saya di perusahaan milik saya sendiri?" serunya lantang. "Yana tidak akan dicopot dari jabatannya! Dia satu-satunya orang yang sangat berkompeten di bidangnya!" seru Tuan Candra penuh amarah. "Fadli! Segera persiapkan meeting penting untuk besok pagi di perusahaan! Sepertinya saya harus bertindak tegas!" serunya lantang. "Tuan Candra, sepertinya pernikahan putra putri kita harus dipercepat demi untuk meredam skandal ini," ujar Tuan Irwan yang mengetahui kegelisahan dari sang sahabat. "Ya, saya setuju dengan Anda, Tuan Irwan. Ada baiknya jika Yana dan Indra dapat menikah secepatnya. Saya juga tidak mau karier Yana menjadi hancur gara-gara masalah ini." tegas Tuan Candra kepada sahabatnya. Sementara Nyonya Lila terkaget-kaget dengan ucapan kedua sahabat tersebut.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD