"Saya udah bilang sama kalian, saya baik-baik aja kok pulang sendiri. Saya juga udah siapin senter kalau memang saya butuh. Saya juga udah lumayan hafal dengan jalan menuju ke rumah. Jadi kalian nggak perlu repot-repot antar saya." Samar-samar Alvar bisa mendengar suara Aroha, meski sepertinya dari sisi ketiga orang itu Alvar merasa mereka belum menyadari keberadaan Alvar di sana. "Nggak apa-apa, Dokter. Anggap aja ini kewajiban kami sebagai junior Mas Alvar yang harus melindungi dan menjaga bidadari hati Mas Alvar yang luar biasa ini. Dokter nggak perlu sungkan. Kami akan tunjukkin kalau kami adalah prajurit terbaik yang markas ini miliki." Angga berkicau, entah itu bisa dikatakan sebuah gombalan atau tidak, tapi ucapannya itu sama sekali tidak relevan antara satu dan lainnya. "Hei, bi

