43. Situasi yang Tidak Bisa Dihindari

1209 Words

Aroha tidak lantas menjawab, memberikan jeda beberapa detik setelah Alvar mengajukan pertanyaan itu. Fokusnya tetap pada luka-luka Galang, meski mulutnya akhirnya bergerak untuk bicara. “Tergantung, seberapa patuh Galang untuk membiarkan kakinya beristirahat. Jadi bisa cepat, tapi juga bisa lebih lama. Kalau Galang patuh, 3 hari kita bisa lihat perkembangannya.” Alvar mengangguk kaku, lalu melemparkan pandangannya ke arah Galang dan Restu setelah berhasil menunjukan eksistensinya di sana. “Restu, antarkan Galang ke kamarnya kalau pengobatannya sudah selesai.” “Siap.” Restu berdiri tegap, menerima perintah itu sebelum kembali pada posisinya semula. “Ya sudah, saya pergi dulu.” “Eh—tunggu! Mas Alvar nggak mau obati luka di tangan Mas Alvar juga? Pasti sakit memegang tali waktu manjat ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD