“Seharusnya Mas Alvar nggak perlu ikut. Cukup kami-kami aja yang patroli. Dan Mas mungkin bisa meminta cuti sama komandan karena istri Mas Alvar baru aja datang. Kalian udah lama nggak bertemu, kan? Pasti rindu sekali. Saya aja rindu pada istri saya, Mas. Kenapa Mas nggak—” “Ini waktunya kerja, Cakra. Kerja. Kita sedang tugas. Sama halnya dengan dr. Aroha yang juga datang karena pekerjaannya. Kamu pikir kedatangannya untuk main atau berlibur?” Cakra menelan ludahnya sendiri. Di dalam mobil patrol itu, beruntung hanya ada Alvar dan Cakra yang menyetir, kalau tidak. Kalau yang lain di belakang sana mendengar ucapan atau nada suara atasan mereka itu, mereka pasti akan berpikir Alvar sedang marah, suasana hatinya sedang tidak baik atau semacamnya. Dan di saat seperti itu, sebaiknya memang ja

