41. Penolakan Cukup Telak

1276 Words

"Mas Alvar!" Salah satu junior Alvar menghampiri pria itu dan berlari dari arah luar markas. Dahi Alvar berkerut karena sepertinya dia tidak melihat juniornya itu saat apel tadi. "Bagas, kamu dari mana? Kenapa tadi nggak ikut apel?" "Siap." Bagas yang ditegur langsung berdiri dalam posisi siap, memberi hormat dan kembali pada posisinya bersiap menjawab pertanyaan senior sekaligus atasannya itu. "Maaf, Mas. Tadi subuh saya diminta Pak Erwin untuk periksa rumah kosong yang akan ditinggali Mas dan Mbak—maksud saya dr. Aroha. Jadi habis Pak Erwin bilang begitu saya langsung pergi ke sana dan bersihin rumah itu karena rumah itu udah lama nggak dipakai. Makanya saya—" "Rumah?" Bagas mengangguk. "Tapi saya belum bilang apa pun sama Pak Erwin tentang rencana saya untuk menempati rumah itu."

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD