“Alasan aku datang?” Aroha mengangguk. Itu jam istirahat, jadi mereka bisa sedikit santai di klinik, meski kalau ada keadaan darurat keduanya tetap harus bekerja. Beruntungnya, karena keadaan klinik sekarang sepi dan lengang dua sahabat itu bisa berbincang dengan tenang—meski entah beberapa menit ke depan. Wanita itu menunggu jawaban Dira, sambil mengunyah makan siangnya yang di antarkan oleh salah satu prajurit khusus untuk dua dokter di klinik mereka itu. “Ah, aku belum bilang sama kamu ya?” Bukannya menjawab, Dira malah balik bertanya. “Kita belum ada waktu untuk ngomongin soal itu sebelumnya lebih tepatnya. Yah, kamu tahu kenapa. Tapi karena sekarang semua udah clear, aku rasa aku udah bisa tahu alasan kamu jauh-jauh dateng ke tempat ini, kan?” Dira menunjukan deretan giginya yang
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


