"Pufhh—" Dira menyemburkan kopi paginya setelah mendengar apa yang dikatakan Aroha. "Suamimu apa?!" Seru Dira tidak percaya, tetap bertanya tidak peduli dengan ekspresi jijik yang ditunjukan Aroha ketika melihatnya. Aroha menjauhkan posisi duduknya dari Dira sedikit, sebelum menanggapi ucapan pria di sampingnya itu. "Mas Alvar menganggap kita punya hubungan. Aku dan kamu, apa aku harus mengulangnya lagi? Lebih keras dari ini?" Aroha mendelik kesal. Dan setelah apa yang Aroha katakan, pria itu dengan seenak jidat malah tertawa. “Apa yang lucu?” Dengus Aroha. “Gara-gara kamu Mas Alvar sampai berpikir untuk lepasin aku tahu! Kamu itu benar-benar perusak hubungan orang!” “Heh, kenapa kamu malah salahin aku?! Memangnya siapa yang nggak bilang dari awal kalau kita ini cuma sahabatan dan ak

