“Mas mau tidur di sana?” Tanya Aroha saat melihat Alvar sudah meraih knop pintu dan berencana untuk keluar dari ruangan itu—ruangan yang seharusnya menjadi kamar mereka. Alvar mengangguk sebagai jawaban. “Saya nggak mau kamu merasa nggak nyaman, jadi saya tidur di depan saja.” Aroha sebenarnya ingin mendebat, tapi mendebatkan hal itu di saat hubungan mereka baru sedikit membaik dan mengalami kemajuan dari kemarin-kemarin juga rasanya bukan hal yang benar. Aroha paham dirinya harus memberikan Alvar waktu, untuk dapat menerima kehadirannya sedikit demi sedikit. Contoh seperti beberapa hari sebelumnya, ketika Aroha berkeras mendesak, Alvar justru dengan tegas mendorongnya menjauh. Dan Aroha tidak ingin keadaan mereka mengalami kemunduran seperti itu lagi. Pada akhirnya Aroha membiarkan Alv

