ana melawan perasaannya sendiri. Perang di dalam dirinya begitu sengit. Beberapa detik kemudian, Joana beranjak meninggalkan Wooseok. Namun, tiba-tiba Wooseok menangkap tangannya. "Kenapa kau lakukan ini?" Joana terhenti. Kemudian menatap Wooseok dengan panik, "Sejak kapan jau bangun?" "Jo, jangan menghindariku. Kau harus menjelaskan semuanya. Bukan hanya kau tapi Tae Ho juga. Kenapa kau sembunyikan kenyataan kalau Tae Ho itu anakku? anak kita," "Br*ngsek. Lepaskan dulu tanganku, kau ini apa-apaan!" Joana menarik tangannya. Namun, Wooseok makin mengeratkan genggamannya. "Jo ... maafkan aku," Wooseok menatap Joana lekat. "A-Apa yang ..." "Kau pasti sangat membenciku. Hingga menyembunyikan kenyataan tentang Tae Ho," Air mata menggenang di pelupuk mata Joana. dia ingin sekali menangi

