Tiga minggu sudah Daren berkecimpung dengan cafe nya dan tentu saja, waktu ketemu Rain dan Daren juga berkurang. Biasanya jika tidak Rain yang datang ke cafe, ia tak akan bisa bertemu dengan Daren. Namun ia tak marah sama sekali. Karena ia maklum. Cafe Daren masih baru. Mempekerjakan orang juga tak bisa banyak-banyak karena keuangan cafe belum cukup untuk menggaji banyak karyawan. Alhasil sejak cafe di buka, Daren ikut andil langsung dalam melayani pengunjung yang datang yang tentu saja mereka juga tak sedikit. Mungkin karena Daren cukup terkenal di dunia maya. Seperti hari ini. Ia turun dari taksi online yang ia naiki dari sekolah menuju DR Cafe. Saat ia melangkah turun, ia bisa melihat bagaimana ramainya cafe dan Daren yang kewalahan melayani tamu yang datang. Ia juga melihat kebera

