Setelah dari desa Toto, dia melanjutkan perjalanannya. Di tengah hutan dia melihat sebuah aliran sungai. Haru mendekati sungai itu untuk istirahat. Di aliran sungai itu Haru melihat empat ikan yang berenang melawan arus.
“Ikan apa itu?” Haru berkata sambil memegangi dagunya.
Haru, berpikir dan heran melihat ikan-ikan itu. Kemudian dia langsung membuka tas dan melihat buku peninggalan kakeknya. Setelah membuka beberapa halaman buku, dia menemukan halaman tentang ikan itu.
Haru membaca buku itu dengan suara pelan. “Nama ikan itu Sceater Dresa Fish, ikan berwarna putih dan memiliki tanda kehitaman disisiknya.”
Di saat itu ada seorang warga kebetulan lewat, dan menegur Haru.
“Oi, apa yang kau lakukan?” tegur warga itu berjalan sambil mendekati Haru.
“Tidak, aku hanya sedang memandangi ikan-ikan di sungai ini. Memangnya kenapa?” jawab Haru dengan nada yang sedikit terkejut.
“Oh… Maaf kalau begitu. Tetapi sebaiknya kau tidak menangkap ikan-ikan di sini, karena beberapa hari yang lalu ada seorang laki-laki dari desa kami yang menangkap dan memakan ikan di sungai ini, dan akhirnya terkena penyakit aneh,” ungkap warga itu kepada Haru.
“Hmm begitu kah. Bisakah kau antarkan aku ke rumah warga yang jatuh sakit itu?” tanya Haru.
“Mau apa kau ke sana?” jawab warga itu
“Mungkin aku bisa membantu, karena aku adalah Dokter Alam yang mempelajari alam dan mencari solusi dari masalah yang diakibatkan oleh alam itu sendiri.” Haru menjelaskan kepada warga itu dengan nada yang cukup tegas.
“Begitu… Baiklah, kalau begitu ikuti aku!” Warga, itu meminta Haru untuk mengikutinya, menuju rumah warga yang terluka.
Haru pun, mengikutinya pergi ke rumah warga yang memakan ikan Sceater Dresa Fish.
Mereka sampai di rumah pria yang memakan Sceater Dresa Fish. Warga yang bersama Haru mencoba mengetuk pintu.
Tok… Tok…
Terdengar suara langkah kaki menuju pintu. Pintu itu dibuka oleh wanita paruh baya.
Wanita itu lalu berkata, “Maaf, siapa kalian?”
Warga yang bersama Haru menjawab, “Oh… maaf buk aku hanya mengantarkan Pria ini,” kata warga itu sambil mengarahkan tangan kanannya ke Haru. “Dia bilang, dia seorang Dokter Alam yang biasa berurusan dengan masalah alam.”
“Dokter Alam? Tapi apakah anak ku sakit merupakan akibat alam?” tanya wanita itu kepada mereka berdua.
“Mungkin, karena gejala yang diakibatkan alam itu berbeda-beda,” jawab Haru dengan nada yang cukup jelas.
“Kalau begitu silahkan masuk!” Wanita itu memperbolehkan Haru masuk.
Di saat Haru hendak masuk, warga yang bersamanya berkata, “Aku Harus pergi, jadi aku tinggalkan kau disini ya.”
“Ya. Terimakasih atas bantuan mu,” jawab Haru.
“Tak masalah.“ Warga itu mulai pergi menjauh.
Kemudian setelah warga itu pergi, Haru masuk ke dalam rumah mu, untuk menemui pria yang jatuh sakit itu. Setelah diajak ke tempat pria itu, Haru melihat kondisi dari pria itu sangat memprihatinkan. Dia melihat wajah pria itu seperti terengah-engah dengan suhu badannya sangat tinggi.
“Sudah berapa lama begini?” tanya Haru.
“Sejak empat hari yang lalu, setelah dia kembali dari sungai membawa beberapa ikan yang berwarna putih pucat. Dia membakar ikan itu, setelah itu memakannya dan kemudian kondisinya menjadi seperti ini” ungkap wanita itu dengan wajah yang sedih melihat kondisi anaknya.
“Hmm apakah dia sering kehausan dan meminum air dalam jumlah yang banyak?” tanya Haru kembali sambil menatap ke arah pria yang terbaring itu.
Dengan wajah yang cuku sedih wanita itu menjawab, “Iya, ketika dia mulai haus, dia sulit untuk di hentikan.”
“Begitu rupanya.” kata Haru.
Haru kemudian membuka tasnya. Dia coba meracik obat dari beberapa tanaman herbal. Setelah selesai meracik, dia memberikan obat itu kepada pria yang terbaring itu. Obat yang Haru berikan memberikan efek penenang dan membuat pria itu tidur.
“Apakah dia akan sembuh Tuan?” tanya wanita itu dengan wajah yang cukup khawatir.
“Aku juga tidak tau. Tapi aku akan berusaha mencari penyebab, kenapa anak mu bisa menjadi seperti ini,” jawab Haru dengan nada yang tegas.
Dengan wajah yang terharu wanita itu berkata, “Terimakasih.”
Setelah itu Haru pergi kembali ke sungai itu, dan dia menangkap satu ekor ikan Sceater Dresa Fish untuk dia teliti. Kemudian, ia pergi ke hutan untuk mengumpulkan beberapa tumbuhan herbal.
Hingga sore hari Haru mengumpulkan tanaman herbal. Setelah dirasa cukup mengumpulkan tanaman herbal, Haru kembali ke rumah wanita tadi. Di tengah perjalanan Haru bertemu dengan warga yang mengantarkannya tadi.
“A… kau pria yang tadi siangkan?” tanya warga itu dengan wajah sedikit kaget.
“Ya,” jawab Haru.
Warga itu kembali bertanya, “Kenapa kau berada disini?”
“Aku baru saja selesai mencari tanaman herbal untuk ku buat obat,” ucap Haru dengan nada suara santai.
“O… bagaimana kalau kau menginap di rumah ku dan aku juga tinggal sendirian?” tanya warga itu kepada Haru.
“Baiklah, kalau begitu.” Haru menjawab dengan senyuman kecil di wajahnya.
Malam harinya Haru membedah Sceater Dresa Fish. Haru memeriksa tubuh ikan itu menggunakan kaca pembesar khusus untuk melihat bagian tubuh ikan itu. Setelah beberapa saat memeriksa tubuh ikan itu, Haru terkejut karena Sceater Dresa Fish itu banyak bakteri yang berada dalam tubuhnya, dan bakteri itu bernama Corosonic. Bakteri yang berbahaya, yang bisa membuat korban mengalami efek yang berbeda-beda seperti, demam tinggi, kejang-kejang, mati rasa di sekujur tubuh, dan berbagai macam efek lainnya, tergantung dari mana bakteri itu berkembang.
“Bakteri, ini berada di dalam tubuh ikan. Pantas saja, kalau warga yang memakan ikan Sceater Dresa Fish menjadi haus berlebihan, itu karena efek dari bakteri Corosonic ini.” Haru berkata sambil mengamati bakteri Corosonic.
Di saat Haru mengamati bakteri itu seseorang datang mengetuk pintu.
Tok… Tok…
Pintu itu dibuka oleh Haru. Terlihat wanita, ibu dari pria yang terkena sakit oleh memakan ikan Sceater Dresa Fish datang ke tempat dia menginap. Dengan nafas terengah-engah dan wajah khawatir.
“Ada apa?” tanya Haru.
“Anak ku… dia pergi entah kemana.” Wanita itu berkata dengan nafas terengah-engah.
“APA… bagaimana itu bisa terjadi?” ucap Haru dengan wajah yang cukup kaget.
“Tadi dia berkata ‘Haus… Haus…’, karena di rumah air tidak mencukupi, dia kabur keluar dan entah kemana,” ungkap wanita itu dengan wajah yang khawatir.
Dengan wajah yang cukup serius Haru berkata, “Kita Harus segera menemukannya! Sebelum terjadi hal buruk.”
Mereka segera bergegas mencari pria itu, dan ada beberapa warga yang juga ikut mencari.
Setelah cukup lama mencari, salah satu seorang warga melihat seorang pria yang pingsan di pinggir aliran sungai.
“Oi… ini sepertinya orang yang kita cari,” teriak warga yang melihat pria itu.
Haru beserta para warga yang mendengar teriakan itu, mendekati orang yang berteriak tadi. Betapa terkejutnya Haru dan para warga ketika mereka melihat pria yang pingsan itu, karena tumbuh sisik ikan di pergelangan tangan kiri pria itu.
Ibu dari pria itu menangis dan memeluknya sambil berkata, “Kenapa… anakku menjadi seperti ini.”
Orang-orang termasuk Haru cuma bisa diam dan tak bisa berkata apa-apa. Beberapa saat kemudian para warga mengangkat pria itu untuk kembali ke rumahnya.
Setelah para warga, membawa pria itu kembali ke rumahnya. Mereka memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing. Haru bicara kepada ibu dari pria itu mengenai masalah yang dialami anaknya.
“Seperti yang kau lihat, dia terkena penyakit yang mengubah tubuh Anak mu menjadi seperti ikan,” ucap Haru dengan nada suara yang serius.
Wanita itu syok mendengar itu.
“Lantas bagaimana anak kami bisa sembuh?” Wanita itu bertanya kepada Haru dengan wajah yang cemas.
“Sebenarnya, penyembuhan anak mu itu belum di temukan caranya. Tapi aku punya obat yang bisa membunuh bakteri-bakteri itu supaya perubahan tubuh anak mu tidak menjadi-jadi,” ucap haru dengan nada suara rendah dan wajah yang sedikit sedih.
Haru membuka tasnya, lalu mengeluarkan obat racikannya yang dia buat sebelum mengamati bakteri Corosonic.
Haru memberikan obat itu lalu berkata, “Berikan obat ini sebanyak dua kali sehari, supaya bakteri dalam tubuh Anak mu bisa segera hilang. Dalam bulan satu lagi aku akan kembali ke sini untuk melihat perkembangannya.”
“Baiklah.” Wanita itu menjawab sambil mengangguk.
Pagi harinya Haru pergi dari desa itu. Sebenarnya dia tak tega karena melihat kondisi pria itu sangat mengkhawatirkan, tetapi Haru juga punya urusan lain jadi mau tidak mau dia harus pergi.
Satu bulan kemudian Haru kembali ke desa itu. ia mulai menuju rumah keluarga yang terkena masalah satu bulan yang lalu. Sesampainya Haru langsung mengetuk pintu rumah mereka.
Tok… Tok….
Dan tak berapa lama pintu itu di buka oleh wanita yang merupakan ibu dari laki-laki yang terkena penyakit dari Corosonic. Terlihat wajahnya begitu sedih dan gelisah.
“Syukurlah kau sudah kembali” ucap wanita itu sambil menunjukan wajah yang sedih.
“Apa yang terjadi?” tanya Haru dengan wajah yang kaget.
“Ayo masuklah!” Tanpa menjawab Haru Wanita itu langsung menyuruh Haru masuk ke dalam rumahnya.
Haru yang kebingungan langsung masuk ke rumahnya. Didalam rumah itu Haru sangat terkejut ketika melihat keadaan pria yang satu sebelumnya terkena penyakit yang diakibatkan, memakan ikan yang memiliki Corosonic didalam tubuhnya. Seluruh tubuh pria di penuhi sisik dan di bagian belakang kepalanya tumbuh sirip ikan.
“Coba jelaskan kenapa keadaannya jadi begini. Seharusnya dia sudah membaik?” Haru berkata dengan nada yang cukup kesal.
Wanita itu coba menjelaskan kepada Haru. “Be… benar setelah kau pergi dari desa ini aku memberi obat seperti yang kau suruh. Anak ku meminumnya, cuma sampai lima hari. Keadaannya mulai membaik, aku pikir anak ku sudah tidak memerlukan obat itu lagi. Awalnya keadaan memang terlihat baik-baik saja tetapi setelah tiga hari. Dia mulai kehausan lagi dan keadaannya mulai parah, sisik memenuhi tubuhnya dan tumbuh sirip ikan di bagian belakang kepalanya. Dia semakin sulit di kendalikan dan sering mengamuk kalau sudah kehausan. Aku mengikatnya di tiang supaya tidak mengamuk dan pergi.
“Tolong Tuan Haru apakah kau punya cara untuk bisa menyembuhkan anak ku.”
Haru berkata dengan nada serius, “Ini sudah sangat berbeda dari gejala pertama kita bertemui. kalau kau sebelumnya terus memberikan obat itu pasti tidak menjadi seperti ini. Kemungkinan obat ku itu membunuh bakteri Corosonic. Akan tetapi saat kalian berhenti memberikan obat itu, Corosonic bermutasi dan mulai merubah indera tubuh Anak mu menjadi inang sebelumnya yaitu ikan. Aku sudah mencari informasi tentang ikan-ikan yang ada di aliran sungai itu. Aku menemukan fakta bahwa ikan Sceater Dresa Fish, biasanya hidup di aliran sungai yang deras dan akan bertelur menuju laut. Aku memeriksa beberapa catatan dan mendapat informasi bahwa ikan Sceater Dresa Fish amemang memiliki bakteri Corosonic. Jika tidak dibersihkan dengan benar ikan ini bisa membuat orang yang memakannya terkena gejala seperti yang dialami Anak mu. Cara terbaik untuk memakan ikan ini hanya direbus dengan air mendidih selama satu jam, supaya membunuh bakteri-bakteri itu.”
“Memang, sebelumnya tidak ada ikan-ikan itu di sini. Dulu pernah terjadi hujan deras dan membuat banjir di aliran sungai ini.” kata wanita itu.
“Begitu rupanya,” kata Haru dengan nada datar.
“Trus apa yang harus kami lakukan?” tanya wanita itu dengan raut wajah sedih.
“Sayang sekali jika sudah seperti ini, tidak ada yang bisa kita lakukan. Sebaiknya kau terus memperhatikan Anak mu supaya dia tidak merasa kesepian,” ucap Haru dengan nada yang tegas.
Setelah pembicaraan itu, Haru pamit pergi dari rumah wanita itu. Dia langsung pergi menuju aliran sungai untuk menangkap ikan yang tersisa di sungai. Haru membawa ikan-ikan itu ke aliran sungai yang deras, supaya tidak ada lagi orang yang mengalami nasib seperti pria di desa itu.
Setelah Haru pergi, wanita itu terus merawat anaknya dengan penuh kasih sayang. Sekitar Tiga bulan kemudian terjadi tragedi, dimana pria bersisik itu menghilang. Ibu dan para warga desa mencari kemana-mana tapi tidak menemukannya di manapun. Hingga seorang warga yang sedang memancing di sekitar aliran sungai itu melihat mahluk aneh di dalam air. Para warga mengira itu adalah buaya, karena takut menyerang warga, akhirnya para warga mulai melakukan pemburuan di sekitar aliran sungai.
Para warga berhasil membunuh makhluk yang dikira buaya itu. Setelah mereka periksa ternyata itu adalah laki-laki yang mereka cari sebelumnya, dan sekarang sudah berubah bentuk menjadi aneh. Melihat kejadian itu orangtuanya sangat syok.
Setelah kejadian saat itu para para penduduk desa itu tidak berani lagi, memakan ikan-ikan di aliran sungai itu, Haru memang menangkap ikan di sungai itu, akan tetapi sesaat sebelum pria itu mati. Corosonic sudah meninggalkan inangnya sehingga kemungkinan masuk ke dalam tubuh ikan lain yang dijadikan sebagai inang mereka. Itu membuat para penduduk tidak berani menangkap ikan-di sungai itu.