“Sebenarnya ada masalah apa antara kamu sama Megan? Jujur aja dari pertama kali kita ketemu di restoran waktu itu, aku ngelihat ada sesuatu yang nggak baik-baik saja dari cara kamu merespon pertanyaanku soal Megan,” komentar Ofelia setelah tercipta keheningan selama beberapa saat. Belum sempat Shayne menjawab pesanan minumannya datang. Ofelia memesan segelas mocktail sedangkan Shayne memesan sebotol wine. Shayne mempersilakan Ofelia untuk menikmati minumannya, begitupun dirinya. Ofelia sedikit menyerongkan tubuhnya demi melihat waut wajah Shayne saat ini. Sorot mata laki-laki itu memang cukup menunjukkan sedang memikirkan sebuah masalah besar di kepalanya. Setelah beberapa menit berlalu dengan pikiran masing-masing akhirnya Ofelia mulai membuka suara. “Kapan kamu mutusin Megan?” tanya

